Popular Posts

WhatsApp Image 2026 09 14 at 21.45.48

Usai Serahkan Ranperda, Bupati Sabu Raijua Langsung Serahkan Bantuan Geomembrane Bagi 79 Orang Warga Waduwalla

Sabu Raijua, FKKNews.com – Senin, 14 September 2026. Setelah mengikuti dan melakukan Penyerahan Dokumen Ranperda Perubahan Anggaran tahun 2026, Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, SE., MM., menyerahkan bantuan geomembrane kepada 79 penerima untuk mendukung produksi garam rumah tangga di Desa Waduwalla, Kecamatan Sabu Liae, Senin (14/9/2026).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan potensi lokal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sabu Raijua, Camat Sabu Liae, Kepala Desa Waduwalla, serta masyarakat penerima bantuan.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan menjelaskan bahwa bantuan geomembrane sebelumnya juga telah disalurkan kepada masyarakat. Adapun bantuan yang diserahkan kali ini merupakan tindak lanjut dari usulan dan aspirasi masyarakat yang diperoleh setelah pemerintah melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
“Bantuan ini merupakan usulan dan aspirasi masyarakat setelah kami turun ke lapangan. Usulan tersebut kemudian diakomodir dan hari ini diserahkan langsung kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, bantuan geomembrane diharapkan dapat meningkatkan produktivitas produksi garam rumah tangga sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, hasil produksi garam masyarakat juga memiliki nilai tukar bagi kebutuhan pangan lainnya. Masyarakat dapat melakukan barter garam dengan padi, sehingga produksi garam tidak hanya bernilai ekonomi tetapi juga mendukung ketahanan pangan keluarga.
Sementara itu, Bupati Krisman B. Riwu Kore menegaskan bahwa program bantuan pemerintah harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu lebih sering turun langsung ke lapangan untuk mendengar dan melihat kondisi masyarakat.
“Bantuan hari ini merupakan atas permintaan masyarakat. Itu sebabnya kita perlu sering turun dan datang langsung ke masyarakat supaya kita tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tegas Bupati.
Bupati menekankan bahwa setiap program yang dirancang pemerintah harus benar-benar bersumber dari kebutuhan masyarakat agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.
“Setiap program yang kita buat itu harus dari masyarakat, sehingga bisa tepat sasaran. Masyarakat meminta, kita berikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan dukungan infrastruktur produksi garam. Ke depan, air laut yang menjadi bahan baku produksi akan diupayakan dapat diambil menggunakan mesin pompa air, kemudian dialirkan ke bak penampung atau tandon.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh air laut sebagai bahan baku sehingga proses produksi garam menjadi lebih efektif dan tidak terlalu membebani masyarakat.
“Kita rencanakan ke depan air lautnya diambil menggunakan mesin pompa air, kemudian dibuatkan bak penampung atau tandon agar memudahkan masyarakat,” jelasnya.
Bupati berharap bantuan geomembrane yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produksi garam dan pada akhirnya berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat.
Ia juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan kebutuhan yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi kepada pemerintah melalui kepala desa maupun camat.
“Kalau ada hal-hal yang dibutuhkan masyarakat bisa disampaikan melalui kepala desa atau camat untuk diteruskan kepada Pemkab. Kalau hal tersebut bisa kita jawab, akan langsung kita jawab, atau sebisa mungkin kita membantu untuk pemberdayaan masyarakat,” kata Bupati.
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, lanjutnya, akan terus mengarahkan berbagai bentuk bantuan dan program pemberdayaan agar masyarakat dapat semakin produktif, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi yang ada di wilayah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *