Sabu Raijua,FKKNews.com – Minggu, 4 Oktober 2026. Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M., menyerahkan bantuan 66 roll kawat duri dan 33 kilogram paku kepada Kelompok Tani (Poktan) Kale Ie, Desa Depe, Kecamatan Sabu Barat.
Bantuan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut langsung Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada Bupati saat melakukan kunjungan pertama ke Kelompok Tani Kale Ie pada 9 September 2026 lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Krisman tidak hanya melakukan panen bawang merah bersama kelompok tani, tetapi juga berdiskusi secara langsung dengan masyarakat untuk mendengar berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi petani dalam mengelola lahan pertanian.
Salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat adalah kebutuhan kawat duri untuk memagari lahan pertanian, mengingat lahan yang telah diolah dan ditanami perlu dilindungi dari gangguan hewan atau ternak yang dapat merusak tanaman.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Krisman langsung meminta agar kebutuhan kelompok tani dapat ditindaklanjuti. Hal ini kemudian diwujudkan melalui penyerahan bantuan kawat duri dan paku kepada Poktan Kale Ie.
Bupati Krisman menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari perhatian dan program kerja Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dalam mendukung masyarakat, khususnya para petani, agar dapat mengoptimalkan lahan yang mereka miliki.
“Bantuan ini ada dan merupakan bagian dari program kerja kita. Kalau memang masyarakat membutuhkan, tentu kita berikan. Pada dasarnya lahan mereka ada dan perlu dilindungi dari hewan atau ternak. Karena itu kita memberikan perhatian untuk mendukung kelompok tani dalam mengolah dan menjaga lahan mereka,” tegas Bupati.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok tani, terutama untuk memperkuat perlindungan lahan sehingga tanaman yang telah dibudidayakan dapat tumbuh dan memberikan hasil bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penyerahan bantuan ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua untuk tidak berhenti pada kunjungan dan mendengar aspirasi masyarakat, tetapi berupaya memastikan setiap kebutuhan yang menjadi prioritas dapat ditindaklanjuti melalui program pemerintah.