1
1
1
2
3
Renungan minggu 14 juni 2026, Shalom sahabat sepelayanan, selamat merayakan minggu trinitas dan mempersiapkan ibadat minggu bersama umat. Salam dan doa, Pdt. Desiana Rondo-Effendy, M.Th (Pendeta Gmit di Jemaat Moria Liliba, Klasis Kota Kupang Timur).
Bacaan dari : 1 Korintus 3 : 1 – 9. ; Tema: Dewasa Dalam Kristus: Berhenti Terpecah, Mulai Bertumbuh.
Pendahuluan
Firman Tuhan hari ini membawa kita kepada pergumulan jemaat Korintus yang sangat relevan dengan kehidupan gereja masa kini. Rasul Paulus menulis dengan nada yang jujur, bahkan keras, karena ia melihat ada sesuatu yang tidak sehat dalam kehidupan rohani jemaat.
Korintus, kondisi jemaat, dan alasan Paulus menulis bagian ini.
Latar Belakang Kota Korintus:
Corinth adalah kota pelabuhan yang sangat maju, kaya, dan kosmopolitan pada abad pertama. Kota ini menjadi pusat perdagangan antara Timur dan Barat sehingga dihuni berbagai suku, budaya, dan agama.
Korintus terkenal karena:
* Kemajuan ekonomi dan perdagangan.
* Kehidupan sosial yang mewah dan materialistis.
* Pengaruh filsafat Yunani yang kuat.
* Persaingan status sosial yang tinggi.
* Kehidupan moral yang buruk dan permisif.
Ketika Paulus datang ke Korintus sekitar tahun 50-52 M dalam perjalanan misi keduanya (Kisah Para Rasul 18), ia tinggal sekitar 18 bulan dan mendirikan jemaat di sana. Namun setelah Paulus meninggalkan Korintus, banyak masalah muncul dalam jemaat. Paulus menerima laporan dari keluarga Kloe (1 Korintus 1:11) bahwa jemaat sedang mengalami konflik internal.
Mereka terpecah menjadi kelompok-kelompok:
* “Aku dari Paulus”
* “Aku dari Apolos”
* “Aku dari Kefas (Petrus)”
* “Aku dari Kristus”
Masing-masing merasa kelompoknya paling benar dan pemimpinnya paling hebat.
Gereja yang seharusnya menjadi tubuh Kristus berubah menjadi arena persaingan.
Karena itulah sejak pasal 1 sampai pasal 4 Paulus secara khusus membahas masalah perpecahan dan kedewasaan rohani. Dalam pasal 2, Paulus berbicara tentang manusia rohani yang dipimpin Roh Kudus. Dan pada pasal 3 ia membuat kontras yang mengejutkan. Karena, walaupun jemaat Korintus sudah menjadi orang percaya, mereka masih menunjukkan perilaku seperti bayi rohani.
Paulus berkata:
“Aku memberi kamu minum susu, bukan makanan keras.”
Artinya: Mereka sudah lama menjadi Kristen tetapi belum bertumbuh secara rohani.
Bukti ketidakdewasaan mereka adalah:
a. Iri Hati
Mereka saling membandingkan diri.
b. Perselisihan
Mereka mudah bertengkar.
c. Fanatisme terhadap Pemimpin
Mereka mengidolakan Paulus, Apolos, atau Petrus secara berlebihan.
Paulus melihat akar masalahnya bukan organisasi, melainkan spiritualitas yang belum matang.
PENJELASAN TEKS
Paulus berkata dalam teks ini :
“Aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.” (1 Korintus 3:1)
Kalimat ini mengingatkan akan pesan penting yang mengharukan karena jemaat belom dewasa dalam iman. Bayangkan, jemaat Korintus adalah jemaat yang aktif. Mereka memiliki karunia-karunia rohani yang luar biasa. Mereka rajin beribadah. Mereka mengenal pengajaran Kristen. Namun Paulus berkata: kalian belum dewasa.
Ternyata kedewasaan rohani tidak diukur dari berapa lama kita menjadi orang Kristen, bukan pula dari seberapa banyak jabatan pelayanan yang kita miliki. Kedewasaan rohani terlihat dari karakter, cara berpikir, dan kemampuan menjaga kesatuan dalam tubuh Kristus.
I. IMAN YANG BERTUMBUH HARUS BERGERAK DARI PENDENGARAN MENUJU KEDEWASAAN.
Dalam surat-surat Paulus, termasuk kepada jemaat Korintus, kita menemukan prinsip yang penting: iman bertumbuh melalui pendengaran firman Tuhan.
Dalam Roma 10:17 Paulus berkata:
“Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Pertumbuhan iman selalu dimulai dari telinga yang mau mendengar.
Namun iman tidak boleh berhenti pada tahap mendengar.
Banyak orang senang mendengar khotbah, mengikuti seminar rohani, menghadiri persekutuan, tetapi hidupnya tidak berubah. Mereka tahu banyak tentang Tuhan, tetapi belum bertumbuh menjadi serupa Kristus.
Mendengar firman adalah awal perjalanan. Tujuannya adalah kedewasaan.
Firman yang didengar harus mengubah cara berpikir.
Firman yang didengar harus mengubah karakter.
Firman yang didengar harus menghasilkan kasih, kerendahan hati, pengampunan, dan kesediaan hidup dalam kesatuan.
Orang yang dewasa dalam Kristus bukanlah orang yang paling banyak bicara tentang iman, tetapi orang yang hidupnya semakin mencerminkan Kristus.
II. TANDA ORANG YANG BELUM DEWASA ADALAH SUKA BERPECAH BELAH
Paulus melihat gejala yang mengkhawatirkan di Korintus.
Sebagian berkata:
“Aku golongan Paulus.”
Yang lain berkata:
“Aku golongan Apolos.”
Mereka mulai membangun kelompok-kelompok.
Mereka mulai membandingkan pemimpin.
Mereka mulai mengidolakan manusia.
Akibatnya gereja kehilangan fokus kepada Kristus.
Paulus kemudian bertanya:
“Apakah Apolos? Apakah Paulus?”
Mereka hanyalah pelayan.
Yang memberi pertumbuhan adalah Allah. Perpecahan selalu lahir dari ego yang belum disalibkan. Ketika seseorang merasa kelompoknya paling benar, merasa dirinya paling berjasa. Ketika seseorang lebih mencintai kubunya daripada tubuh Kristus.
Di situlah kedewasaan rohani sedang mengalami krisis.
Hari ini perpecahan tidak hanya terjadi di gereja. Perpecahan terjadi dalam keluarga.
Perpecahan terjadi dalam organisasi. Perpecahan terjadi dalam pelayanan. Perpecahan terjadi dalam masyarakat. Itu semua terjadi karena kita lebih sibuk mempertahankan posisi daripada membangun persekutuan, memenangkan argumentasi daripada memenangkan jiwa; mencari siapa yang salah daripada mencari jalan pemulihan.
Paulus berkata dengan tegas, ini peringatan bagi kita:
Selama ada iri hati, perselisihan, dan pertengkaran, kita masih hidup secara duniawi.
III. ORANG DEWASA DALAM KRISTUS MENGERTI BAHWA KITA ADALAH REKAN SEKERJA ALLAH
Ayat 6-9 memberikan perspektif yang penting dan tegas dan merangkul : Paulus berkata:
“Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.”
Kerendahan hati menjadi spirit dasar untuk dewasa dan bertumbuh dalam iman.
Paulus tidak mengklaim dirinya paling hebat. Apolos tidak menjadi pusat perhatian.
“ Semua pelayan hanyalah alat di tangan Tuhan”. Allah tetap menjadi pusat pemberitaan dan pelayanan.
REFLEKSI DAN APLIKASI
Inilah ciri kedewasaan rohani: ketika seseorang tidak lagi sibuk mencari pujian dan haus akan pengakuan dan terobsesi menjadi yang paling penting.
Kita sadar bahwa kita hanyalah rekan sekerja Allah. Ada yang menanam, ada yang menyiram, ada yang memelihara, ada yang menguatkan, Tetapi pertumbuhan berasal dari Tuhan.
Karena itu orang yang dewasa dalam Kristus tidak mudah iri terhadap keberhasilan orang lain. Bersukacita ketika sesama pelayan berhasil, saling mendukung bukan menjatuhkan. Saling membangun, bukan merusak, bisa merangkul, bukan memecah belah. Firman hari ini mengajak kita bercermin dan fokus kepada Kristus:
Mungkin kita sudah lama menjadi anggota gereja, sudah lama melayani, memiliki masa kerja yang lama , pengalaman rohani yang panjang. Tetapi pertanyaannya bukan berapa lama kita berada di gereja, tetapi Apakah hati kita semakin menyerupai Kristus?
Apakah kita semakin rendah hati?
Apakah kita semakin mampu mengampuni?
Apakah kita semakin mencintai persatuan?
Apakah kehadiran kita menjadi jembatan atau justru tembok pemisah?
Kedewasaan rohani bukan tentang usia. Kedewasaan rohani adalah ketika Kristus semakin nyata dalam hidup kita.
PESAN PASTORAL
Gereja Tuhan hari ini tidak membutuhkan lebih banyak pertengkaran.
Gereja membutuhkan lebih banyak orang dewasa.
Keluarga tidak membutuhkan lebih banyak ego.
Keluarga membutuhkan lebih banyak kasih.
Organisasi tidak membutuhkan lebih banyak kubu.
Organisasi membutuhkan lebih banyak semangat melayani.
Mari berhenti membangun sekat-sekat.
Mari berhenti mengidolakan manusia.
Mari berhenti memelihara iri hati dan persaingan yang tidak sehat.
Sebaliknya marilah kita bertumbuh menuju kedewasaan Kristus.
1. Kristuslah pusat gereja.
2. Pertumbuhan Adalah Pekerjaan Allah
3. Tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
keberhasilan pelayanan bukan karena hebatnya manusia, melainkan karena anugerah Tuhan.
“Orang yang dewasa dalam Kristus tidak membangun kubu-kubu, melainkan membangun tubuh Kristus; tidak mencari siapa yang terbesar, melainkan memberi ruang agar Allah yang memberi pertumbuhan menjadi pusat dari segala sesuatu.”
“Orang yang dewasa dalam Kristus tidak bertanya: ‘Siapa yang paling besar di antara kita?’ tetapi bertanya: ‘Bagaimana Kristus semakin besar melalui kita.’ Ketika Kristus menjadi pusat, perpecahan berakhir dan pertumbuhan dimulai.”
Selamat bersiap diri. Tuhan Yesus memberkati.