1
1
1
2
3
Kalabahi, FKKNews.com – Jemaat GMIT Sion Alemba Klasis Alor Tengah Utara (ALTAR) resmi dipercaya menjadi tuan dan nyonya rumah pelaksanaan Ibadah Penyegaran Iman (IPI) dan Kemah Rohani Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Alor Tahun 2026. Kepastian tersebut ditandai dengan ibadah perhadapan Panitia Pelaksana yang berlangsung dalam ibadah Minggu, 26 Juli 2026 di Jemaat GMIT Sion Alemba.
Ibadah perhadapan dipimpin Ketua Majelis Jemaat GMIT Sion Alemba, Pdt. Riana S..C. Banoet, dan dihadiri oleh Ketua Majelis Klasis ALTAR, Pdt. Erastus J. Oematan, para pelayan Gereja, pengurus DPC GAMKI Kabupaten Alor, panitia pelaksana, serta seluruh warga jemaat.
Dalam ibadah tersebut, sebanyak 124 orang secara resmi diperhadapkan kepada Tuhan dan jemaat untuk mengemban tanggung jawab sebagai panitia pelaksana kegiatan IPI dan Kemah Rohani GAMKI Alor Tahun 2026 yang akan dilaksanakan pada tanggal 17–18 September 2026 di Jemaat GMIT Sion Alemba.
Mengusung tema besar: “Dipulihkan untuk Menjadi Berkat”, kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai persekutuan rohani, tetapi juga menjadi wadah pelayanan sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi antara GAMKI Alor, Jemaat GMIT Sion Alemba, pemerintah daerah, dan berbagai mitra strategis.
Pelayanan Menyeluruh bagi Masyarakat
Ketua DPC GAMKI Kabupaten Alor, Dematrius Mautuka, mengatakan bahwa pelaksanaan IPI dan Kemah Rohani merupakan bagian dari komitmen GAMKI yang bekerja sama dengan Gereja untuk menghadirkan pelayanan yang berdampak bagi Jemaat dan masyarakat.
Menurutnya, pelayanan GAMKI pada masa kini tidak hanya berbicara mengenai pembinaan iman, tetapi juga harus mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat melalui aksi nyata.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan pelayanan yang utuh. Kami ingin Jemaat bukan hanya dikuatkan secara rohani, tetapi juga memperoleh manfaat melalui pelayanan kesehatan, pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ujar Dematrius.
Ia menjelaskan, selama dua hari pelaksanaan nanti, panitia telah menyiapkan sejumlah kegiatan yang melibatkan berbagai instansi pemerintah, gereja dan lembaga mitra.
Kegiatan utama adalah Ibadah Penyegaran Iman (IPI) dengan tema: “Dipulihkan untuk Menjadi Berkat”, yang diharapkan menjadi momentum pembaruan kehidupan iman jemaat dan masyarakat.
Selain itu, akan dilaksanakan pelayanan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Alor dan Puskesmas Lembur. Pelayanan tersebut akan memberikan pemeriksaan kesehatan dasar kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga.
Panitia juga akan menggelar aksi penanaman pohon bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya merawat lingkungan.
Untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah ketidakpastian Kriris global dan nasional, GAMKI Alor akan menyelenggarakan Pasar Sembako Murah bekerja sama dengan Perum Bulog Kabupaten Alor.
Tidak hanya itu, panitia juga menyiapkan Seminar Pengembangan Komoditas Unggulan Perkebunan Alor yang menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor bersama akademisi Untrib Kalabahi.
Seminar tersebut akan membahas strategi pengembangan komoditas unggulan seperti kopi, vanili, cengkeh, jambu, pala, porang, pisang dan lada guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harap rekomendasi seminar nanti bisa ditindaklanjuti melalui aksi-aksi pengembangan tanaman unggulan perkebunan di Alemba Kecamatan Lembur, karena negeri ini punya kekayaan alam yang luar biasa Tuhan beri,” ujarnya.
Sebagai bentuk pelayanan kasih kepada dunia pendidikan, GAMKI Alor juga akan melaksanakan Diakonia Pendidikan melalui pembagian buku bacaan Kristen kepada anak-anak PAR, PAUD, SD, SMP, hingga SMA di wilayah Alemba. Pembagian buku ini sekaligus mendorong peningkatan angka literasi di Kabupaten Alor.
Sementara bagi anak-anak PAR, panitia akan memberikan makanan tambahan bergizi sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya pencegahan stunting dan gizi buruk.
Panitia Diingatkan Melayani dengan Hati
Dalam sambutannya, Dematrius Mautuka menegaskan bahwa menjadi panitia bukanlah sebuah kehormatan semata, melainkan panggilan untuk melayani.
“Hari ini bukan sekadar pelantikan sebuah kepanitiaan, tetapi merupakan awal dari sebuah pelayanan. Menjadi panitia berarti bersedia memberikan waktu, tenaga, pikiran, bahkan pengorbanan demi kemuliaan nama Tuhan dan pelayanan kepada sesama,” katanya.
Ia mengajak seluruh panitia menjaga kekompakan, disiplin, dan integritas dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, setiap seksi memiliki peran yang sama penting dalam menentukan keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan.
“Jangan biarkan perbedaan pendapat menjadi penghalang, tetapi jadikan sebagai kekuatan untuk menghasilkan keputusan terbaik. Apa yang kita lakukan sesungguhnya adalah pelayanan kepada Tuhan,” ujarnya.
Dematrius juga mengajak seluruh jemaat, pemerintah, para hamba Tuhan, senior-senior GAMKI, Gereja, serta seluruh masyarakat Kabupaten Alor untuk bersama-sama mendukung kegiatan tersebut melalui doa, tenaga, pikiran, maupun bentuk dukungan lainnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan IPI dan Kemah Rohani bukan hanya menjadi keberhasilan GAMKI, tetapi menjadi sukacita bersama bagi gereja dan masyarakat, terutama untuk kemuliaan Tuhan.
Pada kesempatan tersebut, Dematrius menyampaikan apresiasi kepada Majelis Jemaat GMIT Sion Alemba beserta seluruh warga jemaat yang telah bersedia menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, kesiapan Jemaat GMIT Sion Alemba menunjukkan semangat pelayanan dan kolaborasi yang luar biasa dalam membangun kehidupan bergereja.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Majelis Jemaat dan seluruh Jemaat GMIT Sion Alemba yang telah menerima GAMKI sebagai mitra pelayanan. Kami percaya kerja sama ini akan menjadi berkat bagi gereja dan masyarakat di Kecamatan Lembur,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Camat Lembur Ishak Samau dan KMK ALTAR Pdt. Erastus J. Oematan yang menyatakan komitmennya mendukung penuh pelaksanaan IPI dan Kemah Rohani GAMKI Alor.
Menurut Dematrius, dukungan pemerintah dan gereja menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat.
Panitia Dipilih Tuhan untuk Melayani
Sementara itu, Ketua Majelis Klasis GMIT ALTAR, Pdt. Erastus J. Oematan dalam suara gembalanya, mengingatkan seluruh panitia agar melaksanakan tugas dengan penuh kesetiaan, tanggung jawab, dan disiplin.
Menurutnya, setiap orang yang dipercaya masuk dalam kepanitiaan merupakan pribadi-pribadi yang dipilih Tuhan untuk melayani.
“Kita semua memiliki karakter dan cara berpikir yang berbeda. Namun ketika Tuhan memanggil kita untuk melayani, maka semua harus dipersatukan dalam kasih Kristus agar pelayanan ini menjadi berkat bagi banyak orang,” ujarnya.
Ia berharap seluruh panitia tidak bekerja karena ingin dihormati, melainkan karena menyadari bahwa pelayanan adalah bentuk ketaatan kepada Tuhan.
Pdt. Erastus juga mengajak seluruh warga jemaat ikut bertanggung jawab menyukseskan kegiatan tersebut melalui doa, partisipasi, dan dukungan nyata.
Selain menyampaikan pesan kepada panitia, ia turut menginformasikan sejumlah agenda pelayanan GMIT, di antaranya: rencana penguatan sentralisasi gaji guru sekolah GMIT, sukacita atas penahbisan 114 pendeta GMIT di Kupang, serta rencana pemekaran Klasis ALTAR menjadi Klasis Lembur yang saat ini sedang memasuki tahapan verifikasi.
Menutup arahannya, Pdt. Erastus mengimbau warga jemaat untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau dan terus memelihara semangat persekutuan dalam kehidupan bergereja.
Dengan diperhadapkannya panitia melalui ibadah yang dipimpin Pdt. Riana Banoet, seluruh persiapan pelaksanaan IPI dan Kemah Rohani GAMKI Alor Tahun 2026 resmi dimulai.
Melalui sinergi antara GAMKI Alor dan Jemaat GMIT Sion Alemba, pemerintah daerah, dan berbagai mitra pelayanan, kegiatan yang akan berlangsung pada September 2026 itu diharapkan menjadi momentum pembaruan iman sekaligus menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan rohani, sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan bagi Jemaat dan masyarakat Lembur. (*fkk).