Kupang, FKKNews.com – Perayaan Dies Natalis ke-64 Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) DPD Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berlangsung di GMIT Moria Liliba, Kamis malam (23/4/2026) menjadi momentum penting peluncuran program strategis organisasi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua Sinode GMIT Pdt. Samuel Pandie, Panglima Brigsena Pdt. Andriyas Tuhenay, Koordinator Regional Bali-Nusra DPP GAMKI Jhon Liem, serta unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat lainnya.
Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, dalam sambutannya menegaskan bahwa peluncuran program ini merupakan jawaban konkret atas panggilan pelayanan pemuda di tengah berbagai persoalan sosial di NTT.
“Ini bukan sekadar program. Ini adalah alat juang kita,” tegas Winston.
Lima Instrumen Strategis GAMKI
Winston menjelaskan, GAMKI NTT tidak ingin berhenti pada wacana, tetapi menghadirkan kerja nyata melalui lima instrumen strategis yang dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan kader:
1. BRIGSENA (Brigade Serbaguna)
Relawan tanggap bencana yang dipersiapkan untuk bergerak cepat dalam situasi darurat, khususnya di wilayah rawan bencana seperti NTT.
2. LBH GAMKI NTT
Lembaga bantuan hukum yang hadir untuk memberikan advokasi kepada masyarakat kecil dan kelompok rentan agar mendapatkan akses keadilan.
3. Sekolah EO & Wedding Organizer
Program pemberdayaan ekonomi kreatif yang membuka peluang usaha bagi pemuda melalui sektor event dan jasa.
4. Sekolah Demokrasi Pemuda Gereja
Ruang kaderisasi untuk melahirkan pemimpin muda yang memahami demokrasi secara utuh, beretika, dan berpihak pada rakyat.
5. Koperasi Ora et Labora
Instrumen penguatan ekonomi berbasis solidaritas yang mendorong kemandirian finansial kader dan masyarakat.
Dari Wacana ke Aksi Nyata
Winston menegaskan bahwa kelima program ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi arah baru gerakan GAMKI yang lebih membumi.
“GAMKI harus hadir di tengah rakyat, bukan hanya berbicara di ruang diskusi. Kita harus bekerja, melayani, dan memberi dampak nyata,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai tantangan seperti kemiskinan, stunting, hingga ketimpangan sosial di NTT membutuhkan keterlibatan aktif pemuda dengan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan.
Momentum Dies sebagai Titik Gerak Baru
Peluncuran lima instrumen ini menjadi penanda bahwa Dies Natalis ke-64 GAMKI bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi titik awal konsolidasi gerakan yang lebih konkret.
Dengan semangat Ora et Labora, GAMKI NTT berkomitmen menjadikan program-program tersebut sebagai alat juang untuk membangun kader yang berdaya serta masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.

















































