Popular Posts

IMG 20260714 WA00192

Gelar Pembekalan, Untrib Kalabahi Akan Terjunkan 293 Mahasiswa KBPM di 27 Desa, Siap Berdampak Melalui Transformasi Produk Desa Alor Menuju Pasar Global 

Kalabahi, FKKNews.com – Universitas Tribuana Kalabahi (UNTRIB) secara resmi memulai rangkaian kegiatan Pembekalan Kuliah Belajar Pengabdian Masyarakat Berdampak Tahun 2026. Pembekalan yang digelar di Lopo Utama UNTRIB ini berlangsung selama dua hari, 14–15 Juli 2026, dengan mengusung tema besar “KBPM Berdampak dari Desa Menuju Pasar Global: Transformasi Produk Unggulan Desa Tahun 2026”.

Tahun ini, sebanyak 293 mahasiswa peserta KBPM siap diterjunkan ke lapangan. Mereka akan dibagi ke dalam 27 desa sasaran di Kabupaten Alor dan 5 kelompok di Desa Kampus. Rencananya, pemberangkatan mahasiswa ke lokasi KBPM akan dilakukan pada 17 -19 Juli 2026, dan penarikan dijadwalkan 1 – 3 September 2026.

Dimulai dengan Penguatan Spiritual dan Intelektual

Pembekalan diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin Cavik Joel Elihut Magangsau, S.Si. Teol. Dalam khotbahnya, Cavik Joel menekankan pentingnya transformasi diri bagi mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat.

“Mahasiswa harus bertransformasi dulu, baru bisa melakukan transformasi di desa. Siapkan diri secara intelektual, mental, dan spiritual. Karena yang kalian bawa ke desa bukan hanya ilmu, tapi juga teladan,” pesannya.

Panitia Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat UNTRIB sebelumnya telah merilis jadwal pembekalan selama 3 hari, 13-14 Juli 2026. Kegiatan ini dirancang lebih aplikatif dengan menghadirkan pemateri dari Pemerintah Daerah Kabupaten Alor dan praktisi.

Selaras dengan Arah Pembangunan Daerah

Hari pertama pembekalan dibuka secara resmi oleh Rektor UNTRIB, Elia Maruli, SE., MM. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan komitmen kampus untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berdampak.

“Visi UNTRIB adalah menjadi kampus yang berdampak. Dampak itu dimulai dari desa. Melalui KBPM, 293 mahasiswa ini adalah perpanjangan tangan kampus untuk hadir menjawab persoalan nyata masyarakat, mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga pemberdayaan,” tegas Rektor Elia Maruli.

Materi strategis hari pertama diisi oleh SETDA Kabupaten Alor dengan tema “Arah Pengembangan Ekonomi Desa Dalam Program Pembangunan Daerah”. Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Alor membawakan materi “Eliminasi Malaria dan TBC untuk Mendukung Generasi Alor Emas”.

“Di hari pertama kita ingin mahasiswa memahami dulu arah kebijakan daerah. Jadi ketika turun ke 27 desa dan 5 kelompok kampus, mereka tidak jalan sendiri, tapi selaras dengan program pemerintah,” ujar Ketua Panitia KBPM 2026, Melki I. Puling Tang, S. Si., M. Mat.

Bekali Skill Branding dan Program Berdampak

Memasuki hari kedua, pembekalan fokus pada penguatan kapasitas. Dinas Koperasi dan UKM memberikan materi “Standarisasi Produk, Legalitas dan Peluang Ekspor Produk Desa”.

Puncaknya adalah sesi “Strategi Branding Produk Lokal Menuju Pasar Global” yang disampaikan Emmy J. Maro, S.Si. Materi ini sejalan dengan sub-tema KBPM 2026 untuk mendorong UMKM desa naik kelas.

Kepala LPPM UNTRIB juga melatih mahasiswa tentang “Teknik Pengumpulan Informasi dan Perumusan Program Kerja Berbasis Dampak”. Tujuannya agar setiap program di desa terukur dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Agenda akan ditutup dengan sesi monev, dokumentasi, pelaporan, serta ibadah penutupan dan pelepasan mahasiswa KBPM yang dipimpin Pdt. Delia Tanaem, M.Th.

Harapan Panitia 293 Mahasiswa Jadi Agen Perubahan

Ketua Panitia KBPM 2026, Melki I. Puling Tang, S. Si., M. Mat, menyampaikan harapannya agar 293 mahasiswa yang diutus mampu membawa perubahan nyata di 27 titik lokasi.

“Tema kita tahun ini adalah ‘Berdampak’. Kami berharap mahasiswa KBPM tidak hanya berdampak bagi dirinya sendiri, karena mereka belajar langsung dari masyarakat. Tapi juga berdampak bagi nama baik Universitas Tribuana Kalabahi. Pulanglah dari 27 desa, 32 kelompok diantaranya 5 kelompok di kampus dengan membawa solusi, inovasi, dan cerita keberhasilan,” ungkapnya kepada media ini, Selasa, (14/07/2026).

Keterlibatan lintas sektor ini didukung oleh pemateri dari internal kampus dan eksternal seperti Agnes M. Kolly, S.Si Theol. M.Fil, Lestari Lakalet, SH.,M.H, dan Jublina Bakoil, S.TP.,MP yang bertindak sebagai MC dan moderator.

“KBPM bukan sekadar KKN. Ini adalah ruang belajar nyata. 293 mahasiswa ini harus menjadi agen perubahan yang membantu penguatan ekonomi, peningkatan kesehatan masyarakat, hingga pendampingan program pemerintah daerah,” tegasnya.

Setelah pembekalan, seluruh peserta akan diberangkatkan ke desa sasaran pada 17-19 Juli 2026 untuk menjalankan program selama satu semester, sebelum ditarik kembali pada 1-3 September 2026. (FKK/Eka Blegur).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *