Beranda Kab. Kupang Melki Laka Lena dan Winston Rondo Panen Cabai dari Pembelajaran Produktif Siswa...

Melki Laka Lena dan Winston Rondo Panen Cabai dari Pembelajaran Produktif Siswa di Kabupaten Kupang

47

Oelamasi, FKKNews.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri Panen Perdana Cabai di SMAN 1 Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Jumat (23/1/2026) pagi. Kegiatan tersebut menjadi penegasan bahwa sekolah dapat berperan sebagai ruang pembelajaran sekaligus pusat produksi ekonomi berbasis potensi lokal.

“Saya paling suka datang ke acara tanam dan panen seperti ini, apalagi di SMA dan SMK. Ini sejalan dengan program Melki–Johni untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal di masing-masing daerah,” ujar Gubernur Melki dalam sambutannya.

Kebun cabai seluas 20 are yang dipanen tersebut dikelola langsung oleh para siswa SMAN 1 Kupang Timur dari masing-masing kelas. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang dikembangkan sekolah.

Sebanyak 3.600 pohon cabai ditanam dengan estimasi hasil panen sekitar 1 kilogram per pohon, menjadikan kebun sekolah tidak hanya sebagai sarana belajar, tetapi juga praktik kewirausahaan nyata bagi para siswa.

Politisi Golkar ini menegaskan, kegiatan pertanian di lingkungan sekolah menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi kerakyatan tidak semata-mata bergantung pada kemampuan, melainkan pada kemauan untuk mengelola potensi yang tersedia.

“Dari SMAN 1 Kupang Timur ini kita belajar bahwa persoalan utama bukan soal mampu atau tidak mampu, bisa atau tidak bisa, tetapi soal mau atau tidak mau. Kita punya tanah dan potensi yang bisa menghasilkan jika dikerjakan dengan baik dan serius,” tegas mantan anggota komisi IX DPR RI tersebut.

Ia menambahkan, SMAN 1 Kupang Timur merupakan sekolah kedua di Kabupaten Kupang yang ia kunjungi dalam kegiatan panen berbasis sekolah, setelah sebelumnya menghadiri kegiatan serupa di SMAN 1 Amarasi. Hal ini menjadi bukti bahwa SMA dan SMK dapat menjadi simpul produktivitas pertanian di daerah.

Mantan Sekjen PMKRI ini berharap, praktik yang dilakukan SMAN 1 Kupang Timur dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di seluruh NTT dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, produktif, dan berdampak ekonomi.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo. Ia menilai kegiatan panen cabai di SMAN 1 Kupang Timur merupakan contoh konkret bagaimana sekolah dapat menjalankan fungsi pendidikan sekaligus berkontribusi pada agenda pembangunan daerah.

Menurut Winston, pembelajaran berbasis proyek yang terhubung langsung dengan sektor pertanian dan kewirausahaan merupakan kebutuhan mendesak di NTT untuk membangun kemandirian generasi muda.

“Sekolah hari ini tidak cukup hanya mencetak lulusan yang pintar secara teori. Yang dibutuhkan NTT adalah anak-anak muda yang memahami potensi daerahnya dan mampu mengelolanya secara produktif,” ujar Winston yang juga anggota DPRD NTT dari Dapil Kabupaten Kupang, Rote, Sabu ini.

Mantan Ketua Pemuda Sinode GMIT tersebut menegaskan, praktik yang dilakukan SMAN 1 Kupang Timur sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi NTT, termasuk program One School One Product, serta mendukung penguatan ketahanan pangan dari level paling dasar, yakni sekolah.

“Kalau satu sekolah bisa mengelola ribuan pohon cabai dengan melibatkan siswa secara penuh, itu berarti sekolah telah menjadi ruang belajar yang hidup. Ini yang harus diperluas, bukan hanya di Kabupaten Kupang, tetapi di seluruh NTT,” tambahnya.

Politisi Partai Demokrat ini juga mengapresiasi keberanian pihak sekolah memanfaatkan Dana BOS secara produktif dan terukur, karena berdampak langsung pada peningkatan kompetensi siswa dan memiliki nilai ekonomi yang jelas.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan bahwa panen cabai di SMAN 1 Kupang Timur merupakan bukti kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, sekaligus sejalan dengan program Pemerintah Provinsi NTT, One School One Product (OSOP).

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kupang Timur, Selfina R. Sunbanu, menjelaskan bahwa seluruh 3.600 pohon cabai ditanam dan dikelola langsung oleh siswa, dengan pembagian tanggung jawab satu bedeng untuk setiap kelas.

“Modal awal berasal dari Dana BOS sebesar Rp35 juta. Dengan harga cabai yang saat ini sedang meningkat, keuntungan yang diperoleh diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah,” jelasnya.

Salah seorang siswa kelas XI, Ketrin Bot, mengaku senang dengan adanya kebun sekolah tersebut. Menurutnya, kegiatan berkebun memberikan pengalaman langsung dalam bertani tanpa mengganggu proses belajar mengajar.

“Belajar bertani di kebun sekolah ini tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Justru kami belajar banyak hal, termasuk kerja sama dan tanggung jawab,” ungkapnya. (FKK)

Artikulli paraprakPemkab Sabu Raijua Tanam Pohon di Rujab Bupati-Wabup, Perkuat Gerakan Satu Orang Satu Pohon
Artikulli tjetërSemangat Masyarakat Ilemang Gotong Royong Bangun Jembatan Secara Swadaya, Anggota DPRD Ernes Mokoni Sumbang Bahan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini