Beranda Alor Prodi PG-PAUD Untrib Kalabahi Melakukan Edukasi Pengenalan Anggota Tubuh Anak Usia Dini:...

Prodi PG-PAUD Untrib Kalabahi Melakukan Edukasi Pengenalan Anggota Tubuh Anak Usia Dini: Sentuhan Boleh dan Tidak Boleh di Kober Tunas Melati Desa

20

Kalabahi- FKK News Penulis: Winastiana Budimo Pendidikan seks sejak usia dini adalah hal yang penting untuk diajarkan kepada anak ketika mereka mulai memahami bagian-bagian tubuh mereka. Namun, cara dan metode dalam memberikannya harus disesuaikan agar mudah dipahami oleh anak. Karena pada usia dini anak masih dalam tahap awal memahami soal seksualitas, pendidikan seks perlu diberikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan mental anak. Hal ini bertujuan agar anak tidak salah paham tentang konsep seks, dan sesuai dengan norma masyarakat sekitarnya. Pendidikan seks juga mencakup memberikan informasi tentang nama dan fungsi bagian tubuh, memahami perbedaan jenis kelamin, menjelaskan perilaku seksual dan keintiman, serta memberikan pengetahuan tentang nilai dan norma masyarakat terkait gender.

Dalam hal ini, Program Studi PG-PAUD yang dibersamai oleh dosen Ibu Martheda Maarang dan tim (Winastiana Budimo, Diana Atakari, Serlis Novita Maukallang, Bella Yunita Lamma Koly) melihat pentingnya memberikan edukasi kepada anak sejak dini. Edukasi bagi anak usia dini, dalam hal ini, adalah sentuhan boleh dan sentuhan tidak boleh sangat penting bagi anak demi menjaga keamanan diri sendiri. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk memberikan edukasi sejak dini dengan memberikan bimbingan dan menggunakan metode yang dapat dipahami oleh anak.

Edukasi ini dilakukan dengan cara yaitu 1) kenalkan bagian tubuh yang tidak boleh dilihat dan disentuh orang lain serta bagian tubuh dan fungsinya; 2) ajarkan konsep perbedaan jenis kelamin anak (laki-laki dan perempuan), konsep ini mengajarkan anak menggunakan toilet dan pakaian sesuai jenis kelamin; 3) tanamkan budaya malu pada anak agar anak dapat menghargai dirinya sendiri, mengajarkan batasan-batasan dalam bermain dengan lawan jenis; 4) tumbuhkan rasa percaya anak pada pendidik dan orang tua, dimana mengajarkan anak untuk tidak menyembunyikan apapun dari orangtua apabila ada perlakuan yang tidak pantas; 5) bicarakan seks kepada anak dengan diskusi sederhana, yaitu mengenal perbedaan jenis kelamin, proses kelahiran bayi, tanamkan rasa malu, jelaskan bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak, mengajarkan anak berani mengatakan tidak dan berteriak meminta tolong kepada orang yang dipercayai.

Penelitian menurut (Septiani, 2021) juga menyatakan bahwa komunikasi merupakan solusi dalam pencegahan kekerasan seksual. Melalui pendidikan seks, pendidik mengarahkan anak untuk membentengi diri mereka dari ancaman dan kekerasan seksual melalui pengajaran, penyadaran, dan pemberian informasi, sehingga pendidikan seksual sejak dini penting diajarkan sebagai langkah menghindari dan menangani kekerasan seksual pada anak usia dini.

Edukasi seks ialah suatu permasalahan yang harus diperhatikan serta penting untuk dikenalkan kepada anak. Orang dewasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi mengenai pendidikan seks tersebut. Pendidikan seks dalam hal ini, sentuhan boleh dan sentuhan tidak boleh, dapat menjadi bekal dan merupakan salah satu modal utama agar anak dapat menjaga diri dari berbagai penyimpangan dan kekerasan seksual yang bisa saja terjadi di lingkungan terdekat anak. Selain itu, edukasi tentang pendidikan seks dapat diberikan dengan menggunakan berbagai media dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tingkatan usia anak. Adapun saran yang dapat diberikan adalah hendaknya pendidik PAUD di Kelompok Bermain Tunas Melati dapat melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan strategi, metode, dan inovasi media, khususnya dalam memberikan pendidikan seksual kepada anak sejak dini.

Artikulli paraprakDPD GAMKI NTT Gelar Dialog Tentang Langkah Nyata Selamatkan Laut : Aksi dan Gagasan Untuk Mangrove dan Terumbu Karang
Artikulli tjetërKunjungan Ketum AHY Memberikan Semangat Baru Bagi Kebangkitan Partai Demokrat di Kabupaten Rote Ndao

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini