1
1
1
2
3
Kalabahi, FKKNews.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si., membuka Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa SMP Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepercayaan diri, memperkuat budaya literasi, serta menanamkan nilai-nilai karakter dan persaudaraan.
Dalam sambutannya, Sekda Melkisedek Bely menegaskan bahwa festival seni dan sastra tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial atau ajang perlombaan untuk menentukan pemenang, tetapi merupakan momentum penting dalam membentuk generasi muda Alor yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan memiliki kepekaan sosial.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Para pelajar juga perlu dibekali kecerdasan emosional, kemampuan mengekspresikan gagasan, serta karakter yang kuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Anak-anak kita tidak cukup hanya menjadi generasi yang pandai menjawab pertanyaan, tetapi juga harus mampu melahirkan gagasan dan menuangkan pikiran melalui karya, termasuk puisi dan bentuk ekspresi seni lainnya,” demikian inti pesan Sekda dalam sambutannya dalam siaran pers di prokompim.alorkab.go.id.
Ia menjelaskan, seni melatih kepekaan perasaan, kreativitas, kedisiplinan, dan kemampuan mengekspresikan gagasan. Sementara itu, sastra mengajarkan peserta didik untuk berpikir kritis, memahami kehidupan, menghargai perbedaan, serta menumbuhkan empati terhadap sesama.
Karena itu, Sekda mendorong para guru dan pihak sekolah agar menjadikan kegiatan seni dan sastra sebagai bagian dari proses pendidikan yang berkelanjutan, bukan hanya untuk mempersiapkan siswa menghadapi perlombaan, tetapi juga untuk membangun kepribadian dan membentuk kebiasaan berkarya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun budaya literasi di kalangan pelajar melalui kegiatan membaca, menulis, berbicara, menyanyi, dan memahami informasi. Di tengah perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi, peserta didik perlu dibimbing agar mampu memilah informasi secara bijak, menyampaikan pendapat dengan santun, serta menghasilkan karya yang bermanfaat.
Sekda juga mendorong agar ruang kreativitas diberikan seluas-luasnya kepada siswa untuk menghasilkan karya berdasarkan gagasan dan kemampuan mereka sendiri. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang tumbuhnya inovasi, keberanian, dan potensi generasi muda.
Dalam konteks kehidupan masyarakat Alor, ia mengingatkan bahwa seni dan sastra dapat menjadi media untuk mengangkat identitas daerah, kekayaan budaya, sejarah pembangunan, serta nilai persaudaraan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Melalui karya sastra dan ekspresi seni, para pelajar diharapkan semakin mengenal lingkungan dan budayanya, sekaligus memahami pentingnya menjaga perdamaian dan persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Festival ini juga menjadi kesempatan bagi siswa dari berbagai sekolah dan kecamatan untuk berinteraksi, saling mengenal, serta membangun rasa percaya diri melalui kompetisi yang sehat. Pengalaman tampil di hadapan peserta lain dan dewan juri diharapkan dapat membentuk keberanian, kedisiplinan, dan sikap saling menghargai.
Pada kesempatan tersebut, Sekda mengajak para guru, pendamping, dan seluruh pihak terkait untuk terus memberikan dukungan kepada peserta didik agar berani berkarya dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Ia berharap, dari ruang-ruang pendidikan dan kegiatan seperti ini akan lahir generasi muda Alor yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menjadi penulis, penyair, seniman, pemikir, dan pemimpin masa depan yang berintegritas serta peduli terhadap masyarakat.
“Jadikanlah lomba ini sebagai ruang tumbuh kreativitas dan literasi anak-anak. Berikan kesempatan kepada mereka untuk berkarya dan berinovasi,” demikian pesan Sekda kepada para peserta dan pendidik.
Kegiatan pembukaan festival turut dihadiri Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Alor, Marcelsius Bayo Bili, S.E.; Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Masnurdin, S.T.; pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Alor; Camat Teluk Mutiara dan Camat Pulau Pura; serta para guru dan siswa peserta lomba.
Melalui Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa SMP Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Alor berharap tumbuh generasi muda yang berdaya saing, memiliki kecintaan terhadap literasi dan budaya daerah, serta mampu menjadikan kreativitas sebagai sarana membangun karakter, memperkuat persaudaraan, dan berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Alor. (fkk).