1
1
1
2
3
Ende, FKKNews.com – Semangat kebangkitan olahraga bola voli kembali bergelora di Kabupaten Ende. Setelah hampir dua tahun minim kompetisi antarklub, Turnamen Bola Voli Soekarno Cup I resmi dibuka, Sabtu (18/7/2026), di Lapangan Bola Voli Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ende.
Sebanyak 19 tim putra dan putri ambil bagian dalam turnamen yang akan berlangsung hingga 7 Agustus 2026. Kehadiran Soekarno Cup I menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali kompetisi sekaligus memperkuat sistem pembinaan atlet bola voli di Kabupaten Ende.
Turnamen ini digagas oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende sebagai bagian dari peringatan Bulan Bung Karno sekaligus bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga dan pembinaan generasi muda.
Ketua Panitia, Cicih M. Badeoda, SH., MH, mengatakan Soekarno Cup I bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi menjadi ruang membangun karakter, mempererat persaudaraan, sekaligus menemukan bibit-bibit atlet potensial.
“Bola voli bukan hanya tentang menang dan kalah. Di dalamnya hidup nilai-nilai gotong royong, sportivitas, semangat pantang menyerah, serta persaudaraan. Kami berharap dari turnamen ini lahir atlet-atlet yang kelak mampu membawa nama Kabupaten Ende hingga tingkat Provinsi maupun Nasional,” ujarnya.
Selain menjadi ajang pembinaan atlet, penyelenggaraan turnamen juga diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang memanfaatkan keramaian selama pertandingan berlangsung.
Sementara itu, Ketua PBVSI Kabupaten Ende, Vinsensius Sangu, menyebut Soekarno Cup I memiliki makna strategis bagi perkembangan bola voli di Kabupaten Ende.
Menurutnya, turnamen tersebut menjadi kompetisi antarklub pertama dalam dua tahun terakhir sekaligus menandai dimulainya era baru pembinaan bola voli di Ende.
“Turnamen ini juga menjadi panggung pertama bagi perangkat pertandingan yang kini diperkuat wasit dan pelatih berlisensi daerah, hasil program peningkatan kapasitas yang difasilitasi PBVSI Provinsi NTT. Ini menunjukkan bahwa pembinaan bola voli di Ende tidak hanya membangun atlet, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga secara menyeluruh,” jelasnya.
PBVSI Kabupaten Ende berharap Soekarno Cup dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten sehingga kompetisi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet yang berjenjang dan berkelanjutan.
Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, SH., MH, memberikan apresiasi kepada DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende dan seluruh panitia atas inisiatif menyelenggarakan turnamen tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan penggunaan nama Soekarno Cup memiliki makna historis yang kuat bagi Kabupaten Ende sebagai kota tempat Bung Karno menjalani masa pengasingan dan menggali nilai-nilai yang kemudian turut menginspirasi lahirnya Pancasila.
“Nama Soekarno bukan sekadar identitas sebuah turnamen. Nama itu mengingatkan kita pada keberanian, persatuan, serta keyakinan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah takut menghadapi tantangan,” kata Bupati.
Kepada seluruh atlet, Bupati berpesan agar menjadikan setiap pertandingan sebagai ruang membangun karakter dan mental juara.
“Jadikan setiap servis sebagai awal perjuangan, setiap blok sebagai simbol keberanian, setiap smash sebagai ledakan semangat meraih kemenangan, dan jadikan sportivitas sebagai kemenangan yang paling mulia. Juara sejati bukan hanya mereka yang mengangkat piala, tetapi mereka yang bertanding dengan hati, menghormati lawan, dan menginspirasi banyak orang.”
Bupati berharap Soekarno Cup I menjadi salah satu ruang lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang kelak mampu mengharumkan nama Kabupaten Ende pada berbagai kejuaraan tingkat Provinsi maupun Nasional.
Acara pembukaan turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Ende Fransiskus Taso, Wakil Ketua DPRD Flavianus Waro, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Ende dan DPRD Provinsi NTT, tokoh PDI Perjuangan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ende, unsur Forkopimda, serta ratusan masyarakat pencinta bola voli.
Dengan kembali bergulirnya kompetisi antarklub setelah hampir dua tahun vakum, Soekarno Cup I diharapkan menjadi titik awal kebangkitan bola voli Kabupaten Ende. Tidak hanya menghidupkan atmosfer pertandingan, turnamen ini juga menjadi pijakan untuk membangun ekosistem pembinaan atlet, pelatih, dan perangkat pertandingan yang lebih profesional dan berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya besar membangun prestasi olahraga Nusa Tenggara Timur menuju PON 2028.