1
1
1
2
3
Kalabahi, FKKNews.com – Dengan semangat dan doa, Universitas Tribuana Kalabahi (UNTRIB) secara resmi melepas 293 mahasiswanya untuk mengabdi di desa. Kegiatan Pembekalan dan Pelepasan KBPM 2026 ditutup langsung oleh Wakil Rektor II UNTRIB, Theresia L. Luisa Peny, S.E., M.M, mewakili Rektor, Rabu (15/07/2026).
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Warek II berpesan agar mahasiswa menjadikan Tuhan sebagai andalan utama selama menjalankan tugas di masyarakat.
“Saat berada di lokasi, dalam setiap kegiatan apapun di desa, harus bisa mengandalkan Tuhan. Karena hanya dengan penyertaan-Nya, pengabdian kita akan menjadi berkat,” tegasnya.
Pergi Bawa Niat Baik, Pulang Bawa Buah yang Baik
Theresia menekankan bahwa KBPM 2026 bukan sekadar program kurikulum kampus. Ini adalah misi mulia untuk membangun desa.
“Mahasiswa yang diterjunkan ke lokasi KBPM berjumlah 293 orang. Pergilah untuk memberikan buah yang baik, dan saat kembali pun harus bisa membawa buah yang baik pula,” ujarnya kepada media ini.
Untuk tahun 2026, UNTRIB secara mandiri menerjunkan 293 mahasiswa KBPM. Ini berbeda dengan program KKN Tematik dari Kementerian LLDIKTI yang sudah lebih dulu dilepas.
Selama 16–18 Juli, mahasiswa bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) akan melakukan persiapan dan perjalanan ke lokasi. Mereka ditargetkan berada di 27 desa sasaran dan 5 kelompok di Desa Kampus, dan dijadwalkan kembali ke kampus pada 31 Agustus 2026.
Fokus: Transformasi Produk Unggulan Desa
Mengusung tema “KBPM Berdampak dari Desa ke Pasar Global: Transformasi Produk Unggulan Desa”, Theresia berharap program tahun ini mampu melanjutkan komitmen tahun lalu.
“Dengan harapan Transformasi untuk produk unggul desa bisa tercapai. Kita melanjutkan komitmen tahun lalu mendapatkan produk unggulan dari desa. Sedangkan tahun ini kita bertransformasi,” harapnya.
Ia menekankan pentingnya ketelitian mahasiswa dalam melihat potensi. Supaya tampilan produk Desa itu satu desa satu produk bisa tercapai. Ini juga bisa membantu perekonomian masyarakat di desa, dan dengan demikian perekonomian Kabupaten Alor pun akan meningkat.
Warek II juga berharap sinergi di desa berjalan kuat. Mahasiswa tidak hanya bekerja sendiri, tetapi bersama tenaga kesehatan di Puskesmas, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat.
“Supaya pendampingan betul-betul terasa dan berdampak,” katanya.
Jaga Nama Baik UNTRIB: Beda dalam Sikap dan Kata
Di akhir pelepasan, Theresia menitipkan pesan penting tentang citra dan karakter.
“Himbauan untuk mahasiswa KBPM 2026 tunjukkan citra kita bahwa Untrib memang beda. Beda dalam bertutur kata, beda dalam bersikap,” pesannya dengan penuh semangat.
“Tujuannya agar dari kata, kalimat, dan sikap kita, citra mahasiswa Untrib betul-betul membawa damai sejahtera dan sukacita bagi masyarakat. Sehingga kita pulang dari desa ke kampus itu ada cerita manis,” lanjutnya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa menjaga kesehatan, menjaga solidaritas di kelompok, dan mempererat hubungan selama di tempat penginapan.
“Selamat mengabdi anak-anakku. Bawalah nama baik kampus, bawalah cinta untuk desa, dan kembalilah dengan kebanggaan,” tutup Warek II disambut tepuk tangan meriah 293 mahasiswa peserta KBPM 2026. (FKK/Eka Blegur).