1
1
1
2
3
Kupang, FKKNews.com – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kontak Kerukunan Sosial (K2S) atas peran panjangnya menjaga kerukunan dan harmoni sosial di Kota Kupang. Selama lebih dari dua dekade, K2S bersama Keluarga Jawa Kota Kupang dan Paguyuban Jawa Kristiani (PJK) Nusa Tenggara Timur dinilai konsisten menjadi pilar toleransi di ibu kota Provinsi NTT.
Apresiasi tersebut disampaikan Christian Widodo saat menghadiri Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama K2S, Keluarga Jawa Kota Kupang, dan PJK NTT yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (23/01).
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar K2S. Kontribusi K2S sangat besar bagi Kota Kupang,” ujar Wali Kota Kupang yang dikenal berprestasi dan murah senyum itu.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua PJK NTT Th. Bambang Riyanto, S.E., Ketua K2S Kota Kupang dr. H. M. Ikhsan, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT Ir. Theodorus Widodo, jajaran Pemerintah Kota Kupang, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pengurus dari 36 paguyuban se-Kota Kupang.
Sebagai Ketua DPW PSI NTT sekaligus Dewan Pembina DPP PSI, Christian Widodo menegaskan bahwa kemajuan Kota Kupang hari ini tidak terlepas dari kontribusi komunitas sosial seperti K2S yang secara konsisten mendukung pemerintah melalui kerja sosial, pelayanan kemasyarakatan, dan gagasan kebangsaan.
“Kota ini dibangun bukan hanya oleh pemerintah, tetapi oleh seluruh elemen masyarakat. K2S sudah membuktikan selama bertahun-tahun menjadi bagian dari solusi sosial di Kota Kupang,” tegas mantan Anggota DPRD NTT periode 2019–2024 itu.
Dalam refleksi Natal, Christian Widodo menekankan bahwa makna keluarga tidak semata hubungan darah, melainkan ruang kebersamaan yang saling menguatkan dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Menurutnya, K2S adalah contoh nyata “keluarga sosial” yang memperkokoh fondasi persaudaraan di tengah keberagaman.
“Keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat. Jika keluarga rapuh, masyarakat juga rapuh. Karena itu, keberadaan komunitas seperti K2S sangat penting bagi kekuatan Kota Kupang,” ujar Walikota yang dikenal dekat dengan generasi milenial dan Gen Z itu.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang juga memaparkan sejumlah capaian Pemerintah Kota Kupang sepanjang 2025. Di antaranya, masuk 10 Besar Indeks Kota Toleran, penghargaan Kota Damai dan Inklusif, TP2DD Terbaik wilayah Bali–Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, realisasi PAD mencapai 100,5 persen, serta penghargaan perencanaan pembangunan tertinggi dari Bappenas yang untuk pertama kalinya diraih Kota Kupang.
Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. Christian Widodo juga mengungkap hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Pemerintah Kota Kupang mencapai 80,1 persen dalam delapan bulan masa kepemimpinannya.
“Kepercayaan publik ini adalah amanah besar. Kami akan terus bekerja lebih keras dan lebih tulus,” kata Wali Kota Kupang itu.
Sementara itu, Ketua K2S Kota Kupang dr. H. M. Ikhsan menegaskan bahwa Perayaan Natal dan Tahun Baru menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan lintas iman. Ia menekankan nilai damai Natal harus terus dihidupi dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan semboyan K2S Rukun Agawe Santosa.
“Damai Natal bukan hanya dirayakan, tetapi harus menjadi sikap hidup sepanjang tahun,” ujarnya.
Ketua PJK NTT Th. Bambang Riyanto, S.E., menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan K2S yang telah berlangsung lama. Ia juga menyoroti peran sosial K2S, termasuk layanan ambulans gratis yang selama ini membantu warga Kota Kupang tanpa memandang latar belakang.
Menurut Bambang, PJK sebagai komunitas lintas denominasi umat Kristiani asal Jawa berkomitmen terus merawat toleransi, mendorong ekonomi kerakyatan, serta bersinergi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Kasih yang rukun, damai, dan sejahtera. (PKP/FKK)