Kupang, FKKNews.com – Momentum Dies Natalis ke-76 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang menjadi ruang refleksi sekaligus peneguhan arah gerakan. Dalam rangkaian Ibadah Syukur Dies Natalis ke-76 GMKI dan Launching Buku Lentera Perubahan, perwakilan senior GMKI, Winston Neil Rondo, menyampaikan pesan tegas tentang keberanian, integritas, dan kesetiaan kader terhadap nilai perjuangan organisasi.
Winston yang juga menjadi salah satu penulis buku Lentera Perubahan menegaskan bahwa buku tersebut bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk diperjuangkan dan dipertanggungjawabkan secara etis dan konsisten.
“GMKI dilahirkan dari keprihatinan atas kondisi Gereja dan masyarakat. Karena itu, GMKI membutuhkan kader yang jelas sikapnya, berintegritas, dan berani mendukung perjuangan organisasi,” tegas Winston.
Ia menilai, Dies Natalis ke-76 GMKI tidak boleh berhenti sebagai perayaan seremonial, tetapi harus menjadi titik tolak pembaruan sikap dan orientasi kader di tengah tantangan zaman.
“Lentera Perubahan lahir dari proses berpikir, perdebatan, dan kesetiaan kader GMKI Kupang dalam merawat nilai gerakan. Buku ini adalah jejak pemikiran, sekaligus pengingat bahwa GMKI tidak boleh kehilangan arah,” ujar Winston yang juga mantan Ketua GMKI Kupang 1998-2000 itu.
Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT ini juga mengatakan bahwa tantangan terbesar GMKI hari ini bukan semata tekanan eksternal, melainkan kecenderungan pragmatisme dan kompromi nilai yang perlahan mengikis idealisme kader.
“Gerakan ini tidak membutuhkan kader yang paling aman, tetapi kader yang paling berani dan setia,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi intelektual GMKI Cabang Kupang melalui peluncuran buku Lentera Perubahan. Menurutnya, pilihan GMKI untuk merayakan Dies Natalis dengan karya tulis adalah langkah strategis di tengah tantangan literasi dan krisis keteladanan.
“GMKI sejak kelahirannya telah menempatkan diri sebagai lentera di tengah bangsa. Buku ini menjadi bukti bahwa kader GMKI tidak hanya bersuara, tetapi juga berpikir, menulis, dan bekerja nyata bagi masyarakat,” ujar Gubernur Melki.
Ia juga mengajak GMKI untuk terus menjadi mitra kritis dan konstruktif pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya penguatan sumber daya manusia dan ekonomi lokal NTT.
Ketua Cabang GMKI Kupang, Andraviani Laiya, menegaskan bahwa Dies Natalis ke-76 GMKI merupakan momentum evaluasi sekaligus pembaruan komitmen kader.
“Perayaan Dies Natalis ini kami maknai sebagai ruang refleksi iman dan gerakan. Lentera Perubahan adalah ikhtiar GMKI Kupang untuk menyumbangkan gagasan dan pelayanan nyata bagi NTT,” ungkap Andraviani.
Ia berharap buku tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi kader GMKI dan generasi muda NTT untuk terus berpikir kritis, berakar pada nilai iman, serta hadir solutif di tengah persoalan sosial.
Kegiatan Dies Natalis ke-76 GMKI Kupang ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Ketua DPRD NTT, Ketua KPU NTT, pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT, para senior GMKI, tokoh gereja, serta jajaran Badan Pengurus Cabang GMKI Kupang dan kader GMKI dari berbagai komisariat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan launching buku Lentera Perubahan: Jejak Gagasan dan Pelayanan Kader GMKI Cabang Kupang, yang diharapkan menjadi penguat tradisi literasi dan peneguhan peran GMKI sebagai kekuatan moral dan intelektual di Nusa Tenggara Timur.






















































