1
1
1
2
3
Kalabahi, FKKNews.com – Wacana pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru Kabupaten Pantar kembali menguat. Kali ini datang dari tokoh muda Kabupaten Alor, Viktor Sumaa, yang menilai DOB Pantar bukan sekadar urusan administratif, melainkan pergumulan bersama seluruh masyarakat Alor.
Menurut politisi PDI Perjuangan Alor ini, pemekaran Pantar akan memberi dampak besar pada pendekatan pelayanan publik, terbukanya lapangan kerja, hingga lahirnya jalur ekonomi baru yang ia sebut Segi Tiga Emas yang menghubungkan Flores, Pantar, dan Alor.
“Secara historis, geografis, potensi ekonomi dan kependudukan, Pantar sudah siap sebagai DOB. Namun yang perlu diperhatikan juga adalah infrastruktur,” ujar Viktor yang juga Senior GMNI Alor kepada media ini, Minggu (17/05/2026).
Ia menekankan, sembari menunggu terbukanya moratorium, Pemerintah Daerah Alor harus bergerak cepat membangun infrastruktur di seluruh Pulau Pantar. Mulai dari jalan lingkar Pantar, fasilitas kesehatan dan pendidikan, gedung pemerintahan, pelabuhan, fasilitas listrik, pemenuhan air minum, hingga infrastruktur penunjang lainnya.
“Misalnya, Pemda Alor sudah harus berpikir bagaimana ada PLN induk berskala besar di Pantar dan juga PDAM yang mulai beroperasi di Pantar. Sehingga begitu moratorium dibuka, kesiapan DOB Pantar sudah dengan infrastruktur dasar yang memadai,” tegasnya.
Viktor menilai, infrastruktur yang memadai akan menunjang mobilitas masyarakat, mempermudah akses ekonomi, dan menopang kehidupan selama masa persiapan menuju DOB maupun setelah Pantar resmi menjadi daerah otonom.
“Perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di Pantar merupakan salah satu tolak ukur kesiapan dan keseriusan mempersiapkan DOB Pantar. Untuk hal ini, Pemda Alor dan lembaga DPRD harus menunjukkan keberpihakan yang nyata,” pungkasnya.
Pernyataan Viktor menambah deret panjang dukungan terhadap DOB Pantar yang belakangan terus digaungkan lintas elemen, mulai dari akademisi, panitia pemekaran, hingga organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa. (FKK/Eka Blegur).