1
1
1
2
3
Maumere, FKKNews.com– Suasana penuh syukur menyelimuti Gereja GMIT Kalvari Maumere saat pelaksanaan Masa Penerimaan Anggota (Maperta) dan Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Sikka resmi dimulai, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang menjadi tonggak kebangkitan organisasi di daerah itu secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GAMKI Nusa Tenggara Timur (NTT) yang juga bersama ketua Harian DPD Yan P. Lilo dan Korda Flores Lembata Eva Huma. Hadir pada kesempatan tersebut KMJ GMIT Kalvari Maumere Pdt. Melkianus Balla, S.Th dan KMJ GMIT Nangahure Pdt. Leni Anoni Mboeik, S.Th.
Dalam sambutannya, Ketua Caretaker GAMKI Sikka, Marten L. Aji, menekankan bahwa momen ini adalah bagian penting dari konsolidasi internal. “Kita harus bergerak bersama untuk menghidupkan kembali denyut nadi GAMKI di Kabupaten Sikka. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi panggilan untuk merangkul kembali kader-kader lama dan membuka pintu selebar-lebarnya bagi generasi muda baru,” ujar Marten di hadapan para peserta.
Memasuki sambutan inti, Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menyampaikan amanat penuh semangat dan visi kebangsaan. Ia membuka pernyataannya dengan keyakinan spiritual yang mendalam.
“Saya percaya, Tuhan tidak membangkitkan GAMKI di Sikka tanpa tujuan. Ada panggilan yang lebih besar yang sedang menanti generasi muda Kristen di daerah ini,” tegas Winston disambut tepuk tangan peserta.
Winston secara tegas mengoreksi potensi kesalahpahaman masyarakat tentang fungsi organisasi. Ia menegaskan bahwa GAMKI tidak hadir untuk menjadi sekat pemisah.
“Saya ingin menegaskan satu hal penting: GAMKI tidak hadir untuk menjadi tembok, tetapi menjadi jembatan. Jembatan antara gereja dan masyarakat, jembatan antara idealisme dan pengabdian, serta jembatan antara pemerintah, gereja, kampus, dan komunitas-komunitas sosial,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ketua DPD NTT itu mengingatkan agar GAMKI Sikka tidak bersikap eksklusif. Menurutnya, organisasi harus menjadi ruang perjumpaan, ruang kolaborasi, dan ruang pengabdian bagi sesama. “Politik praktis hanyalah salah satu pilihan jalan hidup kader. Tetapi pengabdian kepada gereja, bangsa, dan masyarakat adalah panggilan bagi seluruh kader GAMKI,” pesannya.
Winston juga mengajak pemuda Kristen di Sikka untuk tidak ragu bertransformasi bersama GAMKI. “Tidak ada alasan untuk takut bergabung dengan GAMKI. Yang kita bangun adalah kapasitas, integritas, jaringan, dan semangat melayani. Justru pengalaman berorganisasi yang sehat akan menjadi modal penting bagi siapa pun yang ingin menjadi pemimpin yang bertanggung jawab di bidangnya masing-masing.”
Menutup sambutannya, Winston menyerukan kebangkitan peran pemuda Kristen di Sikka. Ia mendorong kader untuk membawa solusi, bukan keluhan, serta mampu menjembatani perbedaan.
“Kebangkitan GAMKI Sikka hari ini harus menjadi awal dari kebangkitan peran pemuda Kristen di Kabupaten Sikka. Daerah ini membutuhkan lebih banyak anak muda yang berani mengambil tanggung jawab, membangun ekonomi rakyat, menjaga persatuan, mengembangkan pendidikan, membantu masyarakat yang rentan, dan menghadirkan solusi. Mari kita bangkitkan kembali GAMKI Sikka menjadi rumah bersama bagi pemuda Kristen yang ingin bertumbuh, melayani, dan mengabdi. Karena GAMKI bukan tentang siapa yang menjadi ketua. GAMKI adalah tentang bagaimana generasi muda Kristen dipersiapkan menjadi garam dan terang di tengah masyarakat,” pungkas Winston Rondo.
Kegiatan Maperta dan Konfercab ini diharapkan dapat menghasilkan kepengurusan baru yang solid serta merekrut anggota muda yang siap berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Sikka.