1
1
1
2
3
Kalabahi, FKKNews.com – Forum Rakyat Alor menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Kabupaten Alor, pada Senin (27/07/2026).
Aksi yang dipimpin Stinky Ekasiandi Laure, Fransiskus Lifire, Jail, dan Antipas bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Alor dalam rangka penyampaian pemandangan nota kesepakatan bersama Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara APBD Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2027.
Pantauan media di lokasi, massa memulai aksi dengan orasi di depan gedung DPRD. Mereka berorasi secara bergantian, menyuarakan kekecewaan terhadap tata kelola pemerintahan di Alor.
Usai berorasi, massa diterima langsung oleh Ketua DPRD, Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, dan Sekretaris DPRD di ruang kerja Ketua DPRD untuk menyampaikan aspirasi.
Dalam pertemuan tersebut, Forum Rakyat Alor menyampaikan 3 poin tuntutan utama kepada pimpinan DPRD:
1. Kami menuntut DPRD Kabupaten Alor untuk membentuk Pansus dan menyelidiki penyebab sakitnya Bupati Alor, Iskandar Lakamau.
2. Kami mendesak DPRD Kabupaten Alor untuk segera mengadakan Rapat Paripurna guna menetapkan status sakit Bupati Alor sesuai ketentuan perundang-undangan.
3. Kami mendesak DPRD untuk segera menyurati kementerian terkait untuk mengambil langkah tegas terhadap tindakan Bupati Alor yang diduga mencederai etika dan moralitas sosial.
Koordinator aksi, Stinky Ekasiandi Laure, menegaskan aksi ini dilakukan sebagai bentuk kontrol publik terhadap fungsi pengawasan DPRD.
“Ini bukan soal pribadi. Ini soal kepastian hukum dan kepastian pemerintahan. Rakyat berhak tahu kondisi kepala daerahnya dan bagaimana uang rakyat digunakan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pimpinan DPRD menyatakan akan menampung seluruh tuntutan dan membawanya ke rapat internal Badan Musyawarah.
Pantauan media, Rapat Paripurna KUA-PPAS APBD 2027 tetap dilanjutkan setelah pertemuan dengan massa aksi selesai. (FKK/Eka Blegur).