Popular Posts

IMG 20260808 095159 scaled

Tiba di Bandara Mali, Menteri Pertanian Amran Sulaiman Dikukuhkan Sebagai Sesepuh Alor-NTT

Kalabahi, FKKNews.com – Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. tiba di bandara Mali dalam rangka melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kunjungan ini menjadi perhatian karena merupakan kali pertama Mentan menyapa langsung petani dan masyarakat Alor di masa pemerintahan baru. Pantauan media ini Menteri Pertanian dikukuhkan menjadi Sesepuh, tokoh Alor Saat tiba di Bandara Mali oleh parah tokoh adat yang diwakili oleh Ferdi Lahal, SH.

Berdasarkan Tentative Rundown yang diterima media ini kunjungan kerja Mentan di Bumi Seribu Moko ini akan berlangsung selama kurang lebih 5 jam dan dipadati dengan agenda penyerahan bantuan hingga silaturahmi dengan tokoh masyarakat.

Sebelumnya Rombongan Mentan bertolak dari Makassar dan mendarat di Bandara Mali Alor pada pukul 09.10 WITA. Sesampainya di bandara, Bapak Menteri langsung menuju ruang VIP dan dalam kesempatan itu akan dikukuhkan dan dinobatkan sebagai Sesepuh Alor oleh para tokoh adat setempat. Penyematan gelar adat ini menjadi simbol penghormatan masyarakat Alor kepada pemimpin pertanian nasional.

Dari Bandara, agenda dilanjutkan dengan perjalanan menuju Rumah Adriano di Kelurahan Kalabahi Timur pada pukul 09.50 WITA. Di lokasi ini, Mentan diagendakan melakukan kegiatan internal sekaligus menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat tidak mampu pada pukul 10.15 – 10.50 WITA.

Usai dari Kalabahi Timur, rombongan bertolak ke Kantor Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara. Di desa tersebut, Mentan akan menyaksikan secara langsung penyaluran bantuan pangan untuk masyarakat pada pukul 11.00 – 11.20 WITA.

Agenda terakhir sebelum kembali ke bandara adalah makan siang bersama di Rumah Makan Perfecto, Kelurahan Mutiara, Alor pada pukul 11.35 – 12.30 WITA. Rombongan kemudian bertolak menuju Bandara Mali dan dijadwalkan take off menuju Makassar pada pukul 13.00 WIB.

Pemerintah Kabupaten Alor bersama jajaran Forkopimda telah menyiapkan penyambutan dan pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Kunjungan kerja ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah 3T.

Kunjungan kerja ini berawal dari sebelumnya seorang mahasiswa Undip asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Adriano Padama curhat kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengenai sulitnya distribusi pangan dan mahalnya harga beras di daerah asalnya. Momen haru terjadi saat Mentan Amran menjadi pembicara dalam Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis (6/8/2026).

Sembari menitikan air mata, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional itu mengungkapkan bahwa akses distribusi pangan di wilayah asalnya masih mengandalkan kapal dan bergantung pada kondisi cuaca.

“Saat musim hujan, mungkin karena kami dekat samudera, hujannya itu betul-betul sangat parah,” ujarnya kepada Mentan Amran dikutip dari tayangan di Youtube Undip TV Official.

Harga Beras Melambung, di Pedalaman Capai Rp 30.000 per Kg Menurut Adriano, ketika kondisi itu terjadi, yang menjadi masalah adalah kebutuhan beras masyarakat Alor mencapai sekitar 24.000-27.000 ton per tahun. Sementara kemampuan produksi daerah hanya mampu memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan.

“Sehingga harga beras sering naik dan mahal,” ucapnya. Lanjut dia, harga beras di wilayah perkotaan Alor sekitar Rp 13.000-Rp 15.000 per kilogram. Sementara di wilayah pedalaman, harga normal berkisar Rp 17.000-Rp 18.000 per kilogram.

“Tapi kalau saat krisis yang di pedalaman itu bisa sampai Rp 25.000 hingga Rp 30.000 (per kilogram),” tandas Adriano.

Dengan kondisi itu, Adriano khawatir anak-anak kecil di Alor terpaksa beralih mengonsumsi umbi-umbian.

“Yang saya tahu kalau mereka makan umbi-umbian sejak kecil, maka perut mereka akan penuh dengan gas, sehingga akan membesar. Dan mohon maaf lubang pembuangan (kotoran) mereka akan mengecil dan itu betul-betul sangat menyakitkan,” katanya.

Mentan Telpon Dirut Bulog, Minta Kirim Beras dan Bangun Gudang Mendengar penjelasan tersebut, Mentan Amran langsung menghubungi Direktur Utama Perum Bulog melalui sambungan telepon di hadapan seluruh peserta. Ia memerintahkan Bulog segera mengirim beras ke Alor dan juga membangun satu gudang penyimpanan di sana.

“Pak Dirut Bulog, Kabupaten Alor ada gudang Bulog di sana? Kalau belum ada, bangun gudang di sana. Hari ini juga kirim beras ke Alor. Saya minta harga beras sesuai arahan Bapak Presiden, Rp12.500 per kilogram,” ujarnya.

Mentan Amran juga menegaskan akan memantau perkembangannya. Selain itu juga meminta Adriano ikut memantau dan melaporkan perkembangan kepadanya.

“Hari ini juga dikirim. Saya akan pantau langsung. Ambil nomor teleponnya, nanti (Adriano) laporkan lagi kepada saya perkembangan di lapangan,” katanya.

Mentan Amran juga meminta Bulog memastikan ketersediaan infrastruktur distribusi agar pasokan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan di Alor.

Sebagai bentuk kepedulian kepada mahasiswa tersebut, Mentan Amran bahkan menyatakan akan membantu biaya tempat tinggal mahasiswa selama menempuh pendidikan di Semarang.

“Saya selesaikan. Kos-kos kamu dua tahun saya bantu. Yang penting kamu belajar dengan sungguh-sungguh dan sukses,” tukasnya. (FKK/Eka Blegur).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *