1
1
Kalabahi, FKKNews.com – Masalah permodalan masih menjadi salah satu tantangan utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Alor. Tidak sedikit usaha masyarakat yang memiliki potensi berkembang, namun terkendala keterbatasan modal dan minimnya akses terhadap pembiayaan formal.
Menjawab persoalan tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Alor menggandeng Bank NTT untuk membuka ruang informasi dan akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat.
Sosialisasi tersebut tidak hanya menyasar pelaku UMKM yang telah menjalankan usaha, tetapi juga masyarakat yang baru memiliki keinginan untuk memulai usaha produktif.
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Alor, Aksa Yuniorita Blegur atau Nita Blegur, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama seluruh DPD II Partai Golkar di 22 kabupaten/kota.
Menurut Nita, program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab politik Partai Golkar untuk mengambil peran dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.
“Program ini merupakan program DPD I Partai Golkar bersama seluruh DPD Kabupaten/Kota se-NTT sebagai bentuk tanggung jawab Partai Golkar untuk mendukung penguatan dan peningkatan usaha bagi pelaku UMKM di NTT, khususnya di Kabupaten Alor,” ujar Nita kepada wartawan, Senin (10/08/2026).
Modal Bukan Sekadar Pinjaman
Nita menilai akses pembiayaan merupakan salah satu faktor penting bagi UMKM untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas.
Menurutnya, banyak masyarakat memiliki kemampuan dan kemauan berusaha, namun belum sepenuhnya memahami bagaimana memperoleh pembiayaan melalui lembaga keuangan formal.
Karena itu, sosialisasi KUR dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi secara utuh mengenai persyaratan, mekanisme pengajuan, plafon pembiayaan, tenor, hingga kewajiban penerima kredit.
“Dengan sosialisasi ini targetnya adalah para pelaku UMKM bisa mendapatkan informasi lengkap tentang pendanaan KUR untuk penguatan usaha. Dan tidak hanya bagi pelaku UMKM yang sudah berjalan, namun juga bagi masyarakat yang baru berminat untuk menjadi pelaku UMKM,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, KUR Bank NTT diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pembiayaan bagi usaha produktif dengan berbagai fasilitas, antara lain bunga yang relatif rendah, proses pengajuan yang mudah dan cepat, plafon hingga Rp500 juta serta tenor yang fleksibel sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, Nita mengingatkan masyarakat agar pembiayaan tidak dipandang sekadar sebagai pinjaman yang dapat digunakan tanpa perencanaan.
Baginya, modal harus menjadi bahan bakar pertumbuhan usaha, bukan justru menjadi beban baru bagi keluarga.
Tambahan modal, kata dia, idealnya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, menambah peralatan usaha, memperluas pemasaran, meningkatkan kualitas produk, maupun menciptakan sumber pendapatan baru.
Dari Modal Menjadi Pertumbuhan Ekonomi
Sosialisasi KUR tersebut merupakan bagian dari program serentak DPD I Partai Golkar Provinsi NTT bersama seluruh DPD II Partai Golkar di 22 kabupaten/kota.
Program tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung tema “Bersama Mendorong UMKM Naik Kelas, Ekonomi Masyarakat Tumbuh dan Mandiri.”
Kegiatan sosialisasi dijadwalkan dibuka secara daring oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman serta dijadwalkan dihadiri Gubernur NTT Melki Laka Lena.
Bagi Nita, keterlibatan berbagai pihak menjadi penting agar persoalan akses pembiayaan UMKM tidak berhenti sebatas wacana.
Menurutnya, informasi mengenai pembiayaan formal harus benar-benar menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput, terutama pelaku usaha kecil yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap lembaga pembiayaan.
Ia menyebut peluang usaha di Alor cukup luas. Masyarakat dapat mengembangkan berbagai sektor produktif, mulai dari perdagangan, jasa, pertanian, peternakan hingga usaha berbasis potensi lokal lainnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat agar tidak hanya menunggu peluang, tetapi berani memulai, mengembangkan dan mengelola usaha dengan perencanaan yang matang.
“Mari manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” kata Nita.
UMKM dan Masa Depan Ekonomi Alor
Nita menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak semata-mata berbicara mengenai peningkatan omzet pelaku usaha.
Di balik pertumbuhan UMKM terdapat persoalan yang jauh lebih besar, yakni penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan keluarga, pengurangan ketergantungan ekonomi serta penguatan daya tahan ekonomi daerah.
Karena itu, akses permodalan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pengelolaan usaha.
Masyarakat perlu memahami bahwa pembiayaan harus digunakan sesuai kebutuhan usaha dan disertai kemampuan mengelola arus kas serta mengembalikan pinjaman sesuai kewajiban.
Dengan pendekatan tersebut, KUR diharapkan tidak berhenti sebagai sumber pembiayaan, tetapi menjadi instrumen untuk mengubah usaha kecil menjadi usaha yang lebih produktif, kuat dan mandiri.
Modal membuka pintu, tetapi kemampuan mengelola usaha menentukan apakah pintu itu membawa pelaku UMKM menuju pertumbuhan atau justru menjadi beban baru.
DPD Partai Golkar Kabupaten Alor menyatakan akan terus mendorong penguatan UMKM sebagai salah satu sektor strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dan daerah.
Sosialisasi Digelar 13 Agustus
Sosialisasi KUR Bank NTT akan dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 09.00 WITA, bertempat di Aula Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Alor.
Kegiatan tersebut gratis dengan kuota terbatas.
Pelaku UMKM maupun masyarakat umum yang memiliki minat untuk mengembangkan usaha dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan melakukan pendaftaran melalui kontak person:
Oket: 081353913802
Frengki: 082191784526
Kesempatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat Alor untuk memperoleh informasi pembiayaan secara langsung sekaligus membuka peluang baru bagi tumbuhnya usaha-usaha produktif dari masyarakat.
Sebab, ketika UMKM tumbuh, yang tumbuh bukan hanya satu usaha. Pendapatan keluarga bergerak, lapangan kerja terbuka, perputaran uang meningkat, dan ekonomi daerah ikut mendapatkan energi baru. (*fkk).