1
1
1
2
3
Kalabahi, FKKNews.com – Drama hingga menit-menit akhir mewarnai partai final Open Turnamen Sepak Bola Budhi Artha Mandiri (BAM) Cup 2026. Gaza Moru FC akhirnya keluar sebagai kampiun setelah menundukkan tim tuan rumah Budhi Artha Mandiri dengan skor tipis 1-0 dalam laga final yang berlangsung di Stadion Batunirwala, Kalabahi, Kamis (27/8/2026) sore.
Gol semata wayang yang mengantarkan Gaza Moru ke podium juara lahir melalui titik putih pada menit ke-85. Kapten Gaza Moru, Hasan Irsyad, tampil sebagai algojo dan menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Gol tersebut sekaligus mengunci trofi BAM Cup 2026 dan mengubur ambisi Budhi Artha Mandiri untuk mengangkat trofi di hadapan ribuan pendukungnya sendiri.
Final BAM Cup 2026 bukan sekadar pertandingan 90 menit. Di balik perebutan trofi bertabur emas dan hadiah uang tunai Rp50 juta, tersimpan pertarungan harga diri, gengsi, serta ambisi dua tim yang sama-sama datang dengan target menjadi yang terbaik.
Gaza Moru yang bermarkas di Moru, ibu kota Kecamatan Alor Barat Daya, datang dengan status sebagai tim dari luar pusat Kota Kalabahi. Namun status tersebut justru menjadi energi tersendiri. Mereka membawa satu tekad membawa pulang trofi BAM Cup dari pusat ibu kota Kabupaten Alor menuju Moru.
Di kubu lain, Budhi Artha Mandiri tampil sebagai tim bertabur bintang. Sejumlah pemain berpengalaman memperkuat skuad tuan rumah, termasuk Andre Pering di lini belakang serta sejumlah pemain yang didatangkan dari Kota Kupang, Lembata dan Flores Timur. Beberapa di antaranya disebut memiliki pengalaman memperkuat daerah masing-masing dalam ajang El Tari Memorial Cup.
Dengan komposisi tersebut, Budhi Artha Mandiri jelas tidak ingin kehilangan kesempatan menjadi juara di turnamen yang mereka gelar sendiri.
Pertandingan Alot Sejak Menit Pertama
Sejak wasit Ichal Sailana meniup peluit tanda dimulainya pertandingan, kedua kesebelasan langsung memperlihatkan permainan penuh kehati-hatian.
Budhi Artha Mandiri mencoba mengandalkan kemampuan individu dan organisasi permainan yang solid. Sementara Gaza Moru lebih banyak memanfaatkan kecepatan pemain-pemain sayapnya untuk membongkar pertahanan lawan.
Abiu, Also dan Patris beberapa kali menjadi tumpuan Gaza Moru dalam membangun serangan dari sisi lapangan.
Namun hingga babak pertama berakhir, kedua tim belum mampu menciptakan gol. Skor 0-0 membuat tensi pertandingan semakin tinggi memasuki babak kedua.
Kedua tim sadar bahwa satu kesalahan kecil bisa menentukan nasib mereka di partai puncak.
Titik Putih Menentukan Nasib Tuan Rumah
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-85.
Serangan Gaza Moru dari sisi kanan menghasilkan situasi krusial di dalam kotak penalti Budhi Artha Mandiri. Pemain sayap Gaza Moru bernomor punggung 9, Abiu, dijatuhkan setelah terjadi pelanggaran di area terlarang.
Tanpa ragu, wasit menunjuk titik putih.
Stadion seketika bergemuruh. Pemain Budhi Artha Mandiri melakukan protes, sementara pemain Gaza Moru berusaha menjaga konsentrasi.
Hasan Irsyad kemudian maju sebagai eksekutor.
Di tengah tekanan dan sorakan ribuan penonton, kapten Gaza Moru itu tetap tenang. Tendangannya mengarah ke pojok kiri atas gawang dan gagal dijangkau penjaga gawang Budhi Artha Mandiri.
GOOOL!
Gaza Moru unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi momen paling menentukan dalam pertandingan sekaligus mengubah atmosfer stadion. Pendukung Gaza Moru bersorak, sementara suporter tuan rumah harus menyaksikan tim kesayangannya berada dalam posisi tertinggal ketika pertandingan tinggal menyisakan beberapa menit.
Tuan Rumah Menggempur, Gaza Moru Bertahan Mati-Matian
Tertinggal satu gol membuat Budhi Artha Mandiri tidak memiliki pilihan selain bermain lebih agresif.
Serangan demi serangan dilancarkan untuk mengejar gol penyama kedudukan. Maxi Marokang dan Adi Pesso menjadi bagian dari upaya tuan rumah untuk membongkar pertahanan Gaza Moru.
Namun, lini belakang Gaza Moru tampil disiplin.
Setiap bola yang masuk ke wilayah pertahanan mereka berusaha dipatahkan. Para pemain Gaza Moru bahkan rela bekerja keras menjaga keunggulan tipis tersebut hingga detik-detik terakhir.
Budhi Artha Mandiri terus menekan, tetapi waktu terus berjalan. Hingga akhirnya, peluit panjang berbunyi.
Gaza Moru FC menang 1-0.
Para pemain dan ofisial Gaza Moru langsung meluapkan kegembiraan. Trofi yang sejak awal menjadi target mereka akhirnya berhasil dibawa pulang ke Moru.
Gaza Moru Ukir Sejarah, Tuan Rumah Harus Puas Runner-up
Laga final tersebut disaksikan langsung Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, S.H., M.H., bersama ibu, sejumlah pejabat daerah serta ribuan pendukung kedua kesebelasan yang memadati Stadion Batunirwala.
Kemenangan itu membuat Gaza Moru FC resmi dinobatkan sebagai juara Open Turnamen BAM Cup 2026. Mereka berhak membawa pulang trofi KSP Budhi Artha Mandiri bertabur emas serta bonus uang tunai sebesar Rp50 juta.
Budhi Artha Mandiri harus puas sebagai runner-up dan menerima piala tetap serta bonus Rp35 juta.
Sementara itu, ATL United menempati posisi ketiga dengan hadiah piala tetap dan bonus Rp20 juta, sedangkan Mola FC berada di posisi keempat dengan piala tetap dan bonus Rp15 juta.
Bukan hanya tim yang mendapatkan penghargaan. Turnamen ini juga memberikan apresiasi kepada pemain-pemain terbaik.
Striker ATL United, Mari Maitia, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik BAM Cup 2026, sedangkan gelar Top Skor menjadi milik striker Budhi Artha Mandiri, Adi Pesso, yang mengoleksi tujuh gol sepanjang turnamen. Keduanya mendapatkan bonus masing-masing Rp1 juta.
Sementara itu, pahlawan kemenangan Gaza Moru di laga final, Hasan Irsyad, juga mendapat bonus khusus atas gol penentu yang dicetaknya.
Hasan menerima bonus Rp1 juta dari Ibu Wakil Bupati Alor, Ny. Lidya Siawan, Rp1 juta dari BRI Cabang Kalabahi, serta Rp500 ribu dari pengacara Koolal Loban, S.H.
Total bonus pribadi yang diterima Hasan Irsyad mencapai Rp2,5 juta.
Satu tendangan dari titik putih pada menit ke-85 akhirnya menjadi pembeda.
Bagi Budhi Artha Mandiri, trofi yang sudah berada di depan mata harus lepas di hadapan pendukung sendiri. Namun bagi Gaza Moru, satu gol itu menjadi tiket menuju sejarah membawa pulang trofi BAM Cup 2026 dari jantung Kota Kalabahi menuju Moru. (*fkk).