1
1
1
2
3
Kupang, FKKNews.com – Pengurus Persekutuan Alumni Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta (PASTIJA) Wilayah Nusa Tenggara Timur Periode 2026–2030 resmi dilantik pada Senin (15/6/2026). Pelantikan berlangsung secara hibrid di Restaurant Taman Laut Kupang dan melalui Zoom Meeting yang menghubungkan para alumni dari berbagai wilayah di NTT maupun luar daerah.
Prosesi pelantikan dipimpin oleh Wakil Ketua I STFT Jakarta, Pdt. Agustinus Setiawidi, M.A., Th.D., yang hadir mewakili Ketua STFT Jakarta. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua II STFT Jakarta Felix John Lawata, Wakil Ketua IV STFT Jakarta Pdt. Yustitia Vox Dei Hattu, Th.D., Pengurus Pusat Alumni STFT Jakarta, para senior alumni, serta anggota PASTIJA NTT yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.
Dalam refleksi firman yang diangkat dari Yakobus 1:5, Felix John Lawata mengingatkan pentingnya meminta hikmat kepada Allah dalam setiap tugas, pekerjaan, dan pelayanan. Menurutnya, hikmat ilahi menjadi fondasi bagi setiap alumni untuk berkarya secara rendah hati, tulus, dan bertanggung jawab sehingga kehadirannya sungguh berdampak bagi gereja dan masyarakat.
Rangkaian pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan pengangkatan Pengurus PASTIJA NTT Periode 2026–2030, dilanjutkan dengan pengucapan janji pengurus, doa peneguhan yang dipimpin Pdt. Agustinus Setiawidi, M.A., Th.D., serta penandatanganan berita acara dan serah terima kepengurusan. Doa penutup dan berkat dilayankan oleh Pdt. Prof. Dr. Samuel Benyamin Hakh, D.Th.
Dalam sambutannya, Ketua PASTIJA NTT Periode 2026–2030, Pdt. Desiana Rondo-Effendy, M.Th., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada seluruh pengurus.
“Kepercayaan ini kami terima bukan sebagai kehormatan semata, melainkan sebagai panggilan untuk melayani dengan kerendahan hati, hikmat, dan tanggung jawab. Kami mengajak seluruh senior, alumni lintas angkatan, dan keluarga besar PASTIJA NTT untuk berjalan bersama dalam semangat persaudaraan. Perbedaan generasi, latar belakang pelayanan, dan profesi hendaknya menjadi kekuatan yang saling melengkapi,” ujarnya.
Menurutnya, PASTIJA harus menjadi rumah bersama bagi seluruh alumni STFT Jakarta di Nusa Tenggara Timur, tempat untuk saling menopang, belajar, berbagi pengalaman, serta membangun kolaborasi pelayanan yang berdampak.
“Kami berkomitmen membangun organisasi yang inklusif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan zaman agar kehadiran alumni STFT Jakarta sungguh menjadi berkat bagi gereja, masyarakat, dan pembangunan Nusa Tenggara Timur,” tambahnya.
Sementara itu, Pdt. Agustinus Setiawidi, M.A., Th.D., berpesan agar seluruh alumni senantiasa menjaga nama baik STFT Jakarta melalui integritas hidup dan pelayanan yang berkualitas. Ia juga mendorong pengurus dan alumni untuk memperkuat komunikasi, menjaga persatuan, memperluas jejaring pelayanan, serta menjalin koordinasi yang baik dengan Pengurus Pusat Alumni dan STFT Jakarta.
Selain itu, ia menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang akuntabel melalui administrasi yang tertib, pengelolaan keuangan yang transparan dan jujur, serta pelaksanaan program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi anggota, gereja, dan masyarakat.
Mengusung tema “Melayani dengan Hikmat dan Berdampak bagi Gereja dan Masyarakat”, pelantikan Pengurus PASTIJA NTT Periode 2026–2030 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran alumni STFT Jakarta sebagai mitra gereja dan agen transformasi sosial di tengah dinamika kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Pengurus baru diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang relevan, membangun jejaring kolaborasi yang lebih luas, serta membawa kontribusi nyata bagi gereja dan pembangunan daerah.