1
1
1
2
3
Sabu Raijua,FKKNews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua melalui Tim Pengendali dan Pengawas Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si. Rapat berlangsung di Ruang Video Conference (Vicon) Kantor Bupati Sabu Raijua, pada Selasa (11/8/2026).
Rakor ini digelar sebagai respons atas persoalan klasik yang kerap terjadi di wilayah kepulauan tersebut, yakni ketimpangan antara ketersediaan kuota BBM bersubsidi (solar dan pertalite) dengan kebutuhan riil masyarakat. Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pejabat lintas sektor, mulai dari unsur Sekretariat Daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, Dinas Kelautan dan Perikanan, hingga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang meliputi Polres Sabu Raijua, Koramil (Danramil), dan Kejaksaan Negeri Sabu Raijua.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Thobias Uly menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar musyawarah rutin, melainkan momentum untuk mencari solusi mendasar.
“Kita semua yang tergabung dalam tim ini harus menghasilkan sebuah rekomendasi kesepakatan yang ditandatangani bersama. Mari kita rumuskan secara tuntas, baik untuk kebutuhan eksternal seperti Pertamina dan BPH Migas, maupun untuk internal kita di jajaran dinas teknis,” ujar Wakil Bupati.
Orang nomor dua di Sabu Raijua itu juga menyoroti akar permasalahan yang menyebabkan ketimpangan distribusi. “Masalah ini sudah berulang kali terjadi. Hari ini kita harus menggali akar masalahnya dan memikirkan solusi jangka panjang, bukan hanya pemadaman darurat,” tegasnya.
Setelah melalui diskusi yang mendalam, rapat koordinasi berhasil merumuskan sejumlah masukan strategis yang kemudian dituangkan secara resmi dalam sebuah Rekomendasi Bersama. Dokumen rekomendasi tersebut ditandatangani oleh seluruh unsur tim pengendali dan pengawas BBM yang hadir, sebagai bentuk komitmen kolektif.
Rekomendasi ini nantinya akan menjadi rujukan utama bagi Pemerintah Daerah dalam mengambil kebijakan, sekaligus menjadi bahan advokasi kepada pihak-pihak terkait di tingkat pusat, guna memastikan ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat Sabu Raijua tetap terjaga dan tepat sasaran.