1
1
1
2
3
Oelamasi,FKKNews.com – Kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Yotman Edison Dillak (55), warga Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, pada 4 Agustus 2026 lalu, diminta segera ditindaklanjuti Polres Kupang karena keluarga menduga korban bukan mengalami kecelakaan tunggal, melainkan diduga ditabrak kendaraan pickup.
Permintaan tersebut disampaikan Kuasa Hukum keluarga korban, Fendi Bia, SH., usai bersama keluarga mendatangi Polres Kupang pada Senin (7/9/2026).
“Kita minta Polres Kupang segera tindak lanjuti laka lantas yang terjadi di Desa Hueknutu pada 4 Agustus 2026 lalu yang mengakibatkan warga Desa Tuapanaf, Yotman Edison Dilak (55), meninggal dunia,” ujar Fendi.
Menurut Fendi, keluarga korban memiliki dugaan bahwa terdapat pihak lain yang berkaitan dengan peristiwa kecelakaan tersebut sehingga kasus itu tidak dapat serta-merta dianggap sebagai kecelakaan tunggal.
“Keluarga menduga bahwa bukan kecelakaan tunggal, tetapi ada peran pihak lain dari kecelakaan itu sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” katanya.
Ia menjelaskan, sebelum peristiwa terjadi, korban didatangi AA bersama empat orang rekannya menggunakan mobil pickup untuk mengajak korban mengantar seekor sapi ke Kauniki.
“Pada 4 Agustus sekitar pukul 14.00 WITA, datang AA bersama empat orang rekannya dengan mobil pickup ke rumah korban untuk mengajak mengantar seekor sapi ke Kauniki yang sebelumnya diikat oleh korban di rumahnya,” jelas Fendi.
Menurut dia, ajakan tersebut sempat ditolak oleh istri korban karena korban hendak pergi ke sawah. Namun, AA disebut tetap meminta korban ikut dengan alasan hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit.
“Ajakan AA dengan empat orang rekannya sempat ditolak oleh istri korban. Tetapi AA terus meminta dan mengatakan hanya pinjam membawa korban selama lima menit,” lanjutnya.
Fendi mengatakan, saat berangkat dari rumah, korban bersama AA dan empat rekannya menggunakan mobil pickup. Namun, setelah kembali dari Kauniki, korban disebut mengendarai sepeda motor.
“Mereka berangkat dari rumah semuanya naik mobil pickup. Tetapi setelah pulang dari Kauniki, korban menggunakan sepeda motor,” katanya.
Lebih lanjut, Fendi mengungkapkan, keluarga korban telah mengantongi rekaman CCTV yang menurut mereka dapat menjadi salah satu petunjuk untuk mengungkap kronologi kecelakaan tersebut.
Berdasarkan rekaman CCTV yang dimiliki keluarga, kata dia, posisi mobil pickup dengan sepeda motor yang dikendarai korban terlihat dalam jarak berdekatan.
“Sesuai barang bukti yang kita kantongi, jarak antara mobil pickup dan motor yang dikendarai korban sangat berdekatan. Sehingga kita menduga korban ditabrak, bukan kecelakaan tunggal,” ujarnya.(*FKK02)