Sabu Raijua,FKKNews.com – Senin, 21 September 2026. Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., menerima kunjungan Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar (YGIM) di ruang kerjanya, Senin (21/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan penugasan lima Pengajar Muda Indonesia Mengajar di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Sabu Raijua.
Dalam pertemuan tersebut, Wabup didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sabu Raijua beserta jajaran serta para kepala sekolah yang akan menjadi lokasi penugasan Pengajar Muda.
Tentang Penugasan Indonesia Mengajar di Sabu Raijua
Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar (YGIM) merupakan lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan dengan merekrut, menyeleksi, melatih dan mengirim generasi muda ke berbagai daerah di Indonesia untuk mengabdi sebagai Pengajar Muda di sekolah dasar sekaligus terlibat dalam pengembangan pendidikan bersama masyarakat.
Sejak tahun 2010, Indonesia Mengajar telah mengirimkan sebanyak 1.272 Pengajar Muda ke 38 kabupaten di Indonesia. Para Pengajar Muda merupakan sarjana terpilih dari berbagai disiplin ilmu yang telah melalui proses seleksi dan pelatihan intensif, meliputi materi pedagogis, kepemimpinan serta pelibatan masyarakat.
Pada tahun 2026, YGIM melakukan serangkaian asesmen untuk menentukan daerah penugasan baru. Setelah melalui asesmen lapangan dan proses kerja sama, Kabupaten Sabu Raijua menjadi salah satu daerah penugasan Indonesia Mengajar.
Sebanyak lima Pengajar Muda Angkatan XVIII akan ditempatkan di lima sekolah dasar di Kabupaten Sabu Raijua, yakni SD GMIT Walurade, SD GMIT Ligu, SDN Bolua, SDN Loboaju dan SD GMIT Raerobo. Kelima Pengajar Muda tersebut masing-masing adalah Cindy Raystia Nur Anisa, Yola Ninda Dwi Woro Dya Sehnur, Nico Nofrialdo, Maura F. Selena Prakoso dan Tiara F. Nurani.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sabu Raijua menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati yang telah menerima dan menyambut kedatangan para Pengajar Muda tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebelum penempatan, pihak Indonesia Mengajar telah melakukan survei dan asesmen terhadap kondisi sekolah serta kebutuhan di lapangan.
Pesan Wabup: Sesuaikan Diri dan Mengabdi dengan Sabar
Sementara itu, Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sabu Raijua, menyampaikan selamat datang kepada para Pengajar Muda di Kabupaten Sabu Raijua.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Sabu Raijua, saya menyampaikan selamat datang di Kabupaten Sabu Raijua. Teman-teman datang ke daerah yang termasuk dalam wilayah 3T. Untuk sampai ke Sabu Raijua tentu harus menyeberangi laut, dan teman-teman datang tepat pada musim kemarau. Inilah kondisi Sabu Raijua yang sesungguhnya,” ujar Wabup.
Wabup mengingatkan para Pengajar Muda agar mampu menyesuaikan diri dengan kondisi dan karakteristik daerah selama menjalankan tugas. Menurutnya, keputusan untuk datang dan mengabdi di Sabu Raijua merupakan sebuah pilihan yang harus dijalankan dengan penuh komitmen.
Dalam proses pembelajaran, para Pengajar Muda juga diminta memahami keberagaman kemampuan peserta didik, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia.
“Ada anak-anak Sabu Raijua yang sudah fasih berbahasa Indonesia, tetapi ada juga yang belum. Karena itu, ajari mereka dengan pelan-pelan, dengan sabar, supaya mereka benar-benar memahami apa yang diajarkan,” pesan Wabup.
Wabup juga menyampaikan bahwa perkembangan infrastruktur kelistrikan di Sabu Raijua saat ini sudah semakin baik sehingga diharapkan dapat mendukung proses belajar-mengajar maupun aktivitas para Pengajar Muda selama berada di daerah penugasan.
Ia turut mengapresiasi para kepala sekolah yang hadir dan telah mempersiapkan sekolah masing-masing untuk menerima para Pengajar Muda.