Menia, FKKNews.com – Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si, melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring ke UPTD SD Inpres Eimau, Kecamatan Sabu Tengah, sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas pembelajaran dan penataan tata kelola sekolah, Rabu (21/1/2026).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Sekolah beserta jajaran guru. Kepala UPTD SD Inpres Eimau, Yeti H. Kale Weo, S.Pd., SD, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah yang dinilai memberi motivasi dan semangat bagi para pendidik dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah juga memaparkan sejumlah kendala administratif, salah satunya terkait legalitas aset sekolah, khususnya sertifikat tanah, yang menjadi bagian penting dalam pemenuhan persyaratan akreditasi.
Menanggapi hal itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ini menegaskan bahwa kunjungan dilakukan untuk melihat langsung kondisi riil sekolah, baik dari aspek pembelajaran maupun tata kelola pendukungnya.
“Peningkatan mutu pembelajaran harus berjalan seiring dengan ketertiban administrasi sekolah. Keduanya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan,” ujar Thobias Uly.
Dengan pengalamannya sebagai mantan Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, ia menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan-persoalan administratif yang dihadapi satuan pendidikan.
Terkait legalitas aset sekolah, mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT tersebut menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan langkah koordinatif dengan instansi terkait, termasuk Kantor Pertanahan dan perangkat daerah teknis, agar proses penataan aset sekolah dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Kita dorong penyelesaiannya melalui mekanisme koordinasi. Sekolah fokus pada pembelajaran, pemerintah memastikan aspek pendukungnya berjalan,” katanya.
Selain itu, mantan Penjabat Bupati Sabu Raijua ini juga berpesan agar para guru terus meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam proses belajar mengajar, sehingga peserta didik lebih aktif dan memiliki ruang berkembang melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
“Mari kita bangun Sabu Raijua dari peran dan tanggung jawab masing-masing. Guru adalah ujung tombak dalam menyiapkan generasi yang cerdas dan berkarakter,” pungkasnya. (FKK)




















































