1
1
1
2
3
Ruteng, FKKNews.com – Upaya mendorong gereja agar tidak tertinggal di era digital terus dilakukan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI NTT) melalui pelatihan multimedia berbasis handphone yang digelar bersama Klasis Flores Barat di GMIT Imanuel Ruteng.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini (18-20 Maret 2026) diikuti puluhan peserta dari berbagai jemaat dan dirancang sebagai ruang pembelajaran praktis bagi pemuda gereja agar mampu mengelola media secara kreatif, informatif, dan berdampak bagi pelayanan.
Sejak awal, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi langsung mengarahkan peserta untuk menguasai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan gereja masa kini.
Para fasilitator membekali peserta dengan lima keterampilan utama, yakni etika penggunaan multimedia dalam ibadah, teknik foto menggunakan handphone, teknik video berbasis HP, editing foto, serta pengelolaan konten digital gereja.
Materi teknis multimedia dipandu oleh Edri Sengaji dari East Nusa Tenggara dan desainer Dongki Nuban, yang mengajarkan peserta bagaimana memanfaatkan perangkat sederhana seperti handphone menjadi alat produksi konten yang efektif.
Peserta diajarkan bahwa multimedia dalam gereja tidak boleh sembarangan digunakan, melainkan harus memperhatikan etika ibadah agar tetap menjaga kekhusyukan. Selain itu, mereka juga dilatih mengambil gambar dan video dengan teknik sederhana namun berkualitas, serta mengolahnya menjadi konten visual yang menarik.
Dalam sesi editing, peserta diperkenalkan dengan aplikasi yang mudah diakses seperti Canva, yang memungkinkan siapa saja untuk membuat desain grafis secara cepat namun tetap profesional, peserta juga diarahkan memanfaatkan AI.
Tidak hanya itu, pelatihan ini juga diperkuat dengan materi copywriting yang dibawakan oleh Soni Udju Edo. Dalam sesi ini, peserta dilatih menyusun narasi yang kuat, membangun pesan yang menyentuh, serta mengemas informasi gereja menjadi lebih menarik di media sosial.
Selanjutnya, materi optimalisasi dan manajemen media sosial gereja dibawakan oleh Intan Tansa. Peserta diajak memahami bagaimana mengelola akun media sosial gereja secara konsisten, mulai dari perencanaan konten, penjadwalan, hingga membangun interaksi dengan jemaat.
Melalui rangkaian materi ini, peserta tidak hanya belajar membuat konten, tetapi juga memahami bagaimana media dapat menjadi sarana pelayanan yang efektif untuk menjangkau jemaat, khususnya generasi muda.
Salah satu peserta, Butet Kapitan dari GMIT Ebenhaezer Mbay, mengaku pelatihan ini membuka wawasannya tentang dunia desain grafis.
“Ternyata di Canva itu banyak sekali tools seperti kotak harta karun. Kalau kita pelajari dengan baik, kita bisa membuat desain yang lebih kreatif untuk pelayanan,” ujarnya.
Sementara itu, Andrian Novaltino dari GMIT Efata Reo menilai pelatihan ini memberikan bekal yang sangat dibutuhkan.
“Banyak materi yang sebelumnya saya belum pahami, dan sekarang saya sudah dapatkan di sini. Saya akan bawa dan bagikan ini ke gereja saya,” ungkapnya.
Pelatihan ini pun menjadi bukti bahwa dengan sentuhan pelatihan yang tepat, pemuda gereja tidak hanya menjadi pengguna media, tetapi mampu menjadi pengelola konten yang kreatif, komunikatif, dan berdampak bagi pelayanan gereja di Flores Barat.