1
1
Kupang, Fkknews.com – Sebuah langkah strategis untuk menyelamatkan masa depan demokrasi di Bumi Flobamorakh resmi dicatatkan hari ini. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat mengukuhkan komitmen bersama melalui penandatanganan nota kesepahaman di Aula KPU Provinsi NTT, Selasa (2/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh jajaran inti kedua lembaga. Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo didampingi Sekretaris Amos Lafu, Wakil Ketua Debora Lende dan Obed Djami, serta sejumlah kepala bidang seperti Eda Dju Bire, Sischa Solokana, dan perwakilan bidang Komdigi. Sementara itu, dari pihak KPU, Ketua Jemris Foentuna turun langsung didampingi para komisioner.
Dalam sambutannya, Jemris Foentuna menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremoni belaka. Ia menyebut GAMKI sebagai mitra strategis untuk menjangkau generasi Z dan milenial yang selama ini kerap menjadi penonton dalam pesta demokrasi.
“Langkah kerja sama dengan GAMKI NTT ini adalah jalan konkret kita untuk mendidik politik anak muda. Kami tidak ingin generasi penerus hanya menjadi pemilih yang tidak paham aturan. Inilah senjata kami untuk mengedukasi mekanisme kepemiluan hingga ke akar rumput,” ujar Jemris dengan penuh semangat di hadapan para pengurus muda gereja tersebut.
Sementara itu, Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menyebut hari Selasa ini sebagai tonggak sejarah baru bagi gerakan kepemudaan di NTT. Menurutnya, tanda tangan di atas kertas hanyalah awal dari gerakan masif yang akan menyasar semua kalangan.
“Bagi GAMKI, ini bukan sekadar dokumen administratif. Hari ini kita sedang membangun komitmen bersama untuk memperkuat kualitas demokrasi di Nusa Tenggara Timur. Dunia orang muda adalah dunia gerakan, bukan sekadar menjadi penonton di bilik suara,” tegas Winston.
Lebih lanjut, Winston memaparkan bahwa tanggung jawab moral ini akan diwujudkan dalam berbagai program nyata. GAMKI menggandeng KPU untuk fokus pada tiga pilar utama: pendidikan politik berbasis kampus dan gereja, serta penguatan hak pilih bagi kelompok disabilitas.
“Melalui kerja sama ini, GAMKI NTT bersama KPU NTT berkomitmen mengembangkan program strategis. Mulai dari Sekolah Demokrasi Orang Muda Gereja, Relawan Demokrasi Muda Gereja, hingga kampanye literasi digital yang cerdas,” jelasnya.
Ia menambahkan, program lainnya yang tak kalah penting adalah pendidikan pemilih pemula serta penguatan demokrasi inklusif bagi penyandang disabilitas. “Semua bentuk pendidikan publik ini harus menjangkau komunitas orang muda hingga ke kampung-kampung, sampai benar-benar terasa di akar rumput,” pungkas Winston disambut tepuk tangan para pengurus yang hadir.
Kerja sama ini menjadi harapan baru agar pesta demokrasi di NTT ke depan tidak lagi diwarnai politik uang dan golput, melainkan diisi oleh pemilih-pemilih cerdas yang lahir dari bangku sekolah demokrasi. (Irekz)