Popular Posts

IMG 20260603 WA00372 scaled

Bupati Alor dan Sekda Terima Forum Akademisi Pantar, Bahas Kelanjutan Pemutakhiran Studi Kelayakan DOB Kabupaten Pantar dan Dialog Publik Bersama Seluruh Elemen Masyarakat Pantar

Kalabahi, FKKNews.com – Bupati Alor, Iskandar Lakamau, SH., M.Si., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Belly, S.Sos., M.Si., serta Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Alor, Delvince Riwoe Odja, S.Sos., menerima kunjungan Forum Akademisi Pantar (FAP) di ruang kerja Bupati Alor, Rabu (03/06/2026).

Pertemuan tersebut bertujuan membahas tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Alor dengan Lembaga Penelitian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dalam rangka pemutakhiran data studi kelayakan pemekaran Calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pantar.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Alor telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama dengan Lembaga Penelitian Universitas Nusa Cendana untuk melakukan kajian dan pemutakhiran data yang menjadi salah satu syarat penting dalam proses usulan pemekaran wilayah Kabupaten Pantar.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Alor melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Belly, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Forum Akademisi Pantar yang terus memberikan perhatian serta dukungan terhadap upaya percepatan pemekaran Kabupaten Pantar.

“Kami Pemerintah Kabupaten Alor menyampaikan terima kasih atas kehadiran Forum Akademisi Pantar. Pertemuan ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam mendukung proses pemutakhiran data studi kelayakan yang sedang dilakukan. Pemerintah Kabupaten Alor tetap berkomitmen mendukung seluruh tahapan yang diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Sekda.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pemekaran Kabupaten Pantar merupakan aspirasi masyarakat yang telah diperjuangkan dalam waktu yang cukup panjang. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat, akademisi, pemerintah, serta para pemangku kepentingan untuk memastikan seluruh persyaratan administrasi, teknis, dan kewilayahan dapat dipenuhi secara optimal.

Ketua Forum Akademisi Pantar, Rudi Lema Killa,.S.H.,M.Kn yang didampingi sekretaris dan sejumlah anggota pada kesempatan tersebut menyampaikan ungkapan terimakasih kepada pemerintah daerah, dukungan serta harapan agar proses pemutakhiran data studi kelayakan dapat berjalan dengan baik sehingga menjadi dasar yang kuat dalam memperjuangkan terbentuknya Kabupaten Pantar sebagai Daerah Otonomi Baru.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan, dengan harapan langkah-langkah yang telah ditempuh dapat semakin memperkuat upaya percepatan terwujudnya Kabupaten Pantar sebagai daerah otonom baru demi peningkatan pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk diketahui Forum Akademisi Pantar akan menggelar Dialog Publik pada Bulan Juni ini, Dialog ini akan menghadirkan enam pemateri utama: 

1. Bupati Alor: memaparkan kebijakan strategis pemerintah daerah dalam mendorong DOB Pantar

2. Anggota DPRD Dapil Pantar: menyampaikan komitmen dukungan politik dan anggaran daerah

3. Panitia DOB: mempresentasikan profil, kesiapan, dan aspirasi masyarakat Pantar

4. Rektor Universitas Tribuana Kalabahi: Dukungan Universitas Tribuana Terhadap Terbentuknya DOB Pantar

5. TIM Undana LEMLIT Variabel-Variabel (Syarat dan Indikator) Dalam Pemutakhiran Data DOB

6. Forum Akademisi Pantar (Dr Mesak Awang, SE.,MM: Analisis Akademik dan Kelayakan DOB Pantar

7. Perwakilan dari Forum Komunikasi Nasional (FORKONAS) DOB Seluruh Indonesia.

Tujuan dialog dirancang untuk memperkuat kajian akademik, dukungan politik, dan legitimasi publik terhadap usulan DOB Pantar. Secara khusus, forum ini akan mengkaji kesiapan wilayah Pantar berdasarkan 11 faktor dan 35 indikator teknis sesuai PP Nomor 78 Tahun 2007, menghimpun aspirasi dari pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, perempuan, mahasiswa, dan organisasi kemasyarakatan, serta membangun legitimasi sosial kolektif sebagai bagian dari proses demokrasi lokal.

Pertemuan ini ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh nuansa kekeluargaan, menjadi simbol bahwa perjuangan DOB Pantar bukan kerja satu kelompok, melainkan gerakan bersama lintas generasi dan profesi.

Dengan semangat “dari kampus untuk rakyat”, Forum Akademisi Pantar menegaskan posisi kampus sebagai ruang berpikir kritis dan penggerak wacana publik. Bagi para tokoh yang hadir, DOB Pantar bukan sekadar pemekaran wilayah, melainkan jalan menuju kemandirian, pemerataan pembangunan, dan pelayanan publik yang lebih dekat bagi masyarakat Pantar. (FKK/Eka Blegur).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *