Popular Posts

1789368331856

Wakil Bupati Alor Kukuhkan Pengurus Kerukunan Keluarga Bima-Dompu Alor, “Meci Anggi” Jadi Nafas Persaudaraan

Kalabahi, FKKNews.com – Pengurus Kerukunan Keluarga Bima-Dompu (KKBD) Kabupaten Alor periode 2026–2029 resmi dilantik dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 KKBD Kabupaten Alor yang berlangsung di Aula Hotel Pelangi, Minggu (13/9/2026).

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, S.H., M.H., dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, kebersamaan, serta semangat memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Alor.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qory Syafiq Syaiful Millah Making. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti prosesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Suasana kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus Wilayah KKBD Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 02/A.1/SK.PW/KKBD/NTT/V/2026 tentang pengesahan susunan dan personalia Pengurus Cabang KKBD Kabupaten Alor periode 2026–2029.

SK yang ditetapkan di Kupang pada 10 Mei 2026 tersebut dibacakan oleh Sekretaris KKBD Kabupaten Alor, Syafrudin Bere, S.E.

Berdasarkan SK tersebut, Aiptu Abdul Haris ditetapkan sebagai Ketua Umum KKBD Kabupaten Alor periode 2026–2029. Ia didampingi Serka Rifaid sebagai Wakil Ketua dan Syafrudin Bere, S.E., sebagai Sekretaris Umum.

Prosesi pelantikan kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan janji pengurus serta penandatanganan berita acara pelantikan.

Momentum tersebut semakin khidmat ketika Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo menyerahkan bendera pataka KKBD kepada Ketua KKBD Kabupaten Alor sebagai simbol amanah, tanggung jawab, dan keberlanjutan organisasi dalam menjalankan roda kepengurusan hingga 2029.

Dalam sambutannya, Rocky menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus KKBD yang baru dilantik sekaligus kepada keluarga besar Bima-Dompu di Kabupaten Alor yang memperingati HUT ke-1.

Menurut Rocky, pelantikan pengurus bukan sekadar kegiatan seremonial organisasi. Lebih dari itu, pelantikan merupakan awal dari sebuah amanah dan tanggung jawab untuk memperkuat persaudaraan serta menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi keluarga besar Bima-Dompu maupun masyarakat Kabupaten Alor secara keseluruhan.

Rocky juga mengajak KKBD untuk terus menjadi bagian penting dalam menjaga keberagaman di Kabupaten Alor dengan tetap menghormati adat dan budaya masyarakat setempat, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Bima dan Dompu.

“Ketika kita memilih untuk tinggal, bekerja, membangun keluarga, dan berkontribusi di Kabupaten Alor, maka kita semua adalah bagian dari masyarakat Alor,” ujar Rocky.

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting bahwa keberadaan sebuah komunitas tidak seharusnya membangun sekat berdasarkan asal-usul daerah, tetapi justru menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan kehidupan sosial masyarakat.

Rocky menilai, KKBD dapat menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan, membangun kepedulian sosial, melestarikan budaya, serta memperkuat persatuan dan kesatuan di Kabupaten Alor.

Karena itu, ia mendorong KKBD untuk terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Alor maupun organisasi kemasyarakatan lainnya dalam menjaga keamanan, ketenteraman, kerukunan, dan persatuan di daerah.

Bima-Dompu dan Tanah Alor: Persaudaraan yang Terus Tumbuh

Sementara itu, Ketua Pembina KKBD Kabupaten Alor, Haji Abdul Kadir Boli, dalam kesempatan tersebut menjelaskan perjalanan panjang keluarga Bima-Dompu di Kabupaten Alor.

Menurut Boli, keluarga Bima-Dompu telah berada di Kabupaten Alor sejak sekitar tahun 1970. Seiring perjalanan waktu, keberadaan mereka tidak hanya menjadi bagian dari dinamika sosial dan ekonomi masyarakat, tetapi juga semakin menyatu melalui hubungan kekeluargaan, termasuk melalui perkawinan dengan masyarakat Alor.

Hingga tahun 2026, Boli menyebut terdapat sekitar 130 kepala keluarga atau sekitar 520 jiwa keluarga Bima-Dompu yang berdomisili di Kabupaten Alor.

Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen berprofesi sebagai pedagang, 15 persen sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), sementara 5 persen lainnya menjalankan berbagai profesi.

Boli menjelaskan, KKBD Kabupaten Alor secara resmi dibentuk pada 3 Agustus 2025 atas inisiatif para sesepuh dan keluarga besar Bima-Dompu yang berada di Kabupaten Alor.

Sebagai wadah bersama, KKBD kini telah memiliki sekretariat yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Pramasi, tepat di depan Kopdit Citra Hidup.

KKBD Kabupaten Alor mengusung visi “Meci Anggi”, yang berarti kasih sayang.

Nilai tersebut menjadi semangat dasar organisasi dalam membangun kebersamaan tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, ras, agama maupun golongan.

Dalam praktiknya, semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan kekeluargaan.

KKBD secara rutin melaksanakan pertemuan bulanan dan arisan, melakukan anjangsana ke panti asuhan, membantu anggota maupun warga yang mengalami musibah, menggelar kegiatan sosial di rumah-rumah ibadah, serta berpartisipasi dalam kegiatan Wismara Raya dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Alor.

Bagi keluarga besar Bima-Dompu, keberadaan KKBD bukan hanya sebagai wadah berkumpul berdasarkan kesamaan asal-usul, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat kepedulian sosial dan memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat.

Ke depan, KKBD Kabupaten Alor memiliki sejumlah agenda jangka panjang. Salah satunya adalah membangun rumah singgah KKBD sebagai tempat bersama sekaligus ruang pelayanan bagi keluarga Bima-Dompu yang membutuhkan.

Selain itu, KKBD juga menargetkan adanya pertukaran seni dan budaya antara Bima-Dompu dan Kabupaten Alor.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan kebudayaan yang mempertemukan kekayaan tradisi Bima-Dompu dengan kekayaan budaya Alor.

HUT ke-1 Ditutup dengan Syukur dan Kebersamaan

Rangkaian peringatan HUT ke-1 KKBD Kabupaten Alor kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng.

Prosesi tersebut menjadi simbol ungkapan syukur atas perjalanan satu tahun KKBD sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan seluruh keluarga besar Bima-Dompu di Kabupaten Alor.

Di tengah keberagaman masyarakat Alor, semangat “Meci Anggi” menjadi pesan bahwa perbedaan asal-usul bukanlah alasan untuk menciptakan jarak.

Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk saling mengenal, saling menghormati, saling membantu, dan bersama-sama membangun daerah.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2029, KKBD Kabupaten Alor diharapkan tidak hanya semakin solid secara internal, tetapi juga semakin aktif mengambil bagian dalam kehidupan sosial, kebudayaan, dan pembangunan Kabupaten Alor.

Sebab, ketika persaudaraan tumbuh di atas rasa saling menghargai, maka keberagaman bukan menjadi sekat, melainkan menjadi kekuatan bersama untuk menjaga Alor sebagai rumah bagi semua. (*fkk).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *