Kupang, FKKNews.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara terbuka menyampaikan harapan dan doa agar Ketua Cabang GMKI Kupang, Andraviani Laiya, suatu saat dapat memimpin GMKI di tingkat pusat dan melakukan terobosan besar sebagaimana yang telah ditunjukkannya di Kupang, terutama dalam penguatan literasi dan kepemimpinan kader perempuan dari Indonesia Timur.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Dies Natalis ke-76 GMKI yang dirangkaikan dengan Launching Buku “Lentera Perubahan” dan Ibadah Syukuran, di Gedung Kebaktian GMIT Karmel Fatululi, Senin (9/2/2026) siang.
“Andaikan Andraviani nanti menjadi pimpinan di GMKI Pusat, saya yakin dia bisa melakukan terobosan-terobosan seperti yang dilakukan di GMKI Kupang. Menulis buku, membangun tradisi intelektual, dan memberi ruang besar bagi kader perempuan, khususnya dari Indonesia Timur, untuk tampil dan menginspirasi aktivis perempuan Indonesia,” ujar Gubernur Melki.
Menurut Melki, langkah GMKI Kupang menerbitkan buku Lentera Perubahan: Jejak Gagasan dan Pelayanan Kader GMKI Cabang Kupang merupakan praktik baik yang masih langka di banyak organisasi mahasiswa.
“Aktivis kita ini jago bicara, jago orasi, jago memimpin aksi. Tapi menulis itu kelemahan hampir seluruh aktivis, termasuk kader-kader GMKI di pusat. Tradisi menulis ini penting, karena ide yang tidak ditulis akan cepat hilang,” tegasnya.
Gubernur Melki menilai, kepemimpinan Andraviani di GMKI Kupang telah menunjukkan bahwa kader perempuan mampu memimpin organisasi, melahirkan karya intelektual, serta membangun gerakan yang berdampak nyata bagi gereja dan masyarakat.
Kegiatan Dies Natalis GMKI ke-76 yang mengusung tema “Berubahlah, Temukan Kasih Allah dalam Kehidupan” tersebut turut dihadiri Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, Ketua KPU NTT Jemris Fointuna, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Joaz Bily Oemboe Wanda, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Kupang Ejbends Duka, Koorda Bali-Nusra DPP GAMKI, Jhon Liem, jajaran Badan Pengurus Cabang GMKI Kupang, para senior GMKI, serta kader GMKI.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengapresiasi GMKI Cabang Kupang yang berani melawan arus pragmatisme dengan menghadirkan karya tulis sebagai bentuk tanggung jawab intelektual kader.
“Judul Lentera Perubahan adalah metafora yang kuat. Lentera adalah cahaya di tengah kegelapan. GMKI sejak awal kelahirannya telah menempatkan diri sebagai lentera yang menerangi ketidakadilan, kemiskinan, dan krisis moral melalui gagasan dan pelayanan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa GMKI harus terus menjadi kekuatan moral dan intelektual yang relevan dengan tantangan zaman, tidak terjebak pada romantisme masa lalu.
“GMKI harus dewasa dalam berpikir, berani dalam bersikap, dan konsisten dalam tindakan. Kritik dan gagasan dari GMKI sangat dibutuhkan pemerintah, selama berpihak pada kepentingan rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Cabang GMKI Kupang Andraviani Laiya menyampaikan bahwa buku Lentera Perubahan merupakan hasil pergumulan iman dan refleksi kader GMKI terhadap realitas sosial di NTT.
“Buku ini adalah persembahan iman dan budaya bagi NTT. Ia lahir dari keprihatinan melihat kemiskinan, ketidakadilan, dan berbagai persoalan sosial di sekitar kita. Harapannya, buku ini bisa memotivasi generasi muda, khususnya kader perempuan, untuk berani berpikir, menulis, dan mengambil peran,” ujarnya.
Perwakilan senior GMKI sekaligus penulis buku, Winston Neil Rondo, menegaskan bahwa Lentera Perubahan bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk diperjuangkan.
“GMKI dilahirkan dari keprihatinan terhadap gereja dan masyarakat. Karena itu, kita membutuhkan kader yang jelas sikapnya, berintegritas, dan berani bertanggung jawab atas gagasan yang ia tulis dan perjuangkan,” tegasnya.
Buku Lentera Perubahan kini telah tersedia dan dapat diakses melalui NTT Mart dengan harga Rp150.000 per eksemplar. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi pemantik gerakan literasi kader GMKI sekaligus memperkuat peran kader perempuan dari Indonesia Timur di tingkat nasional. (FKK)















































