Atambua, FKKNews.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Belu menerima kunjungan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GAMKI Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama jajaran, dalam rangka konsolidasi organisasi sekaligus menyiapkan program-program yang berorientasi pada penguatan pelayanan gereja dan pemberdayaan pemuda di wilayah perbatasan Republik Indonesia–Timor Leste.
Pertemuan yang berlangsung di Hotel Nusantara Dua, Atambua, Kamis (11/2/2026), digelar dalam suasana hangat dan dialogis. Selain mematangkan persiapan pelantikan pengurus dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) DPC GAMKI Belu yang dijadwalkan akhir Februari 2026, diskusi juga diarahkan pada perumusan program nyata yang menyentuh kebutuhan gereja dan kaum muda di kawasan tapal batas.
Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa posisi Belu sebagai wilayah perbatasan negara harus dibaca sebagai panggilan pelayanan sekaligus ruang pengabdian strategis bagi kader GAMKI.
“GAMKI Belu tidak cukup hanya kuat secara organisasi. Kita harus hadir membantu gereja, mendampingi pemuda, dan merespons persoalan sosial di perbatasan dengan program yang konkret dan terukur,” ujar Winston.
Menurutnya, pelantikan dan Rakercab bukan sekadar agenda internal, tetapi momentum untuk menyatakan komitmen GAMKI sebagai mitra gereja dan masyarakat, khususnya dalam penguatan kapasitas pemuda, pendidikan nilai kebangsaan, serta advokasi sosial di wilayah perbatasan RI–Timor Leste.
Ketua DPC GAMKI Belu terpilih, Paulus Adu, menyambut baik kunjungan dan arahan DPD GAMKI NTT. Ia menyatakan kesiapan cabang Belu untuk menindaklanjuti konsolidasi ini dalam bentuk program kerja yang relevan dengan konteks lokal.
“Kami ingin GAMKI Belu benar-benar hadir bagi gereja dan pemuda di perbatasan. Konsolidasi ini membantu kami memetakan program prioritas agar Rakercab nanti menghasilkan keputusan yang aplikatif,” ungkapnya.
Diskusi juga menyoroti pentingnya membangun sinergi dengan gereja, pemerintah daerah, serta komunitas lokal, agar program-program GAMKI dapat berjalan berkelanjutan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat perbatasan.
Dengan kunjungan dan konsolidasi ini, DPC GAMKI Belu diharapkan memasuki masa bakti baru dengan arah kerja yang lebih fokus: memperkuat pelayanan gereja, memberdayakan pemuda, dan menghadirkan aksi nyata di wilayah perbatasan Republik Indonesia–Timor Leste. (FKK)




















































