Betun, FKKNews.com – Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur meninjau langsung kondisi SMA Negeri Wederok, Kabupaten Malaka, Kamis (12/2/2026). Kunjungan ini menegaskan komitmen DPRD NTT untuk menjadikan pendidikan di wilayah perbatasan sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia.
Dua pimpinan Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo dan Agustinus Nahak, hadir langsung menyerap aspirasi warga sekolah. Kehadiran mereka disambut secara adat oleh para siswa dan guru melalui tarian khas Malaka serta syair adat Hase Hawaka, yang menandai penghormatan sekaligus harapan besar terhadap perhatian negara bagi sekolah perbatasan.
Usai penyambutan, rombongan Komisi V menggelar dialog terbuka bersama kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan perwakilan siswa. Dalam forum tersebut, sejumlah persoalan mendasar disampaikan secara langsung, mulai dari aspek kepemimpinan sekolah hingga keterbatasan sarana prasarana.
Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa pendidikan di wilayah perbatasan tidak boleh diperlakukan sebagai pinggiran pembangunan.
“Perbatasan adalah beranda depan negara. Karena itu, sekolah-sekolah seperti SMAN Wederok harus mendapat perhatian serius. Pendidikan adalah jalan utama memutus rantai kemiskinan dan membangun masa depan daerah,” tegas Winston.
Ia menguraikan sejumlah isu prioritas yang perlu segera ditindaklanjuti, antara lain percepatan pengangkatan kepala sekolah definitif, penataan status dan kesejahteraan guru paruh waktu, penanganan sekolah rawan banjir, serta pemenuhan fasilitas dasar seperti WC, perpustakaan, dan lapangan multifungsi bagi pengembangan karakter siswa.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT lainnya, Agustinus Nahak, menekankan pentingnya kehadiran wakil rakyat untuk mendengar langsung suara masyarakat pendidikan di daerah perbatasan.
“Kami tidak ingin kebijakan pendidikan hanya dibahas di ruang rapat. Aspirasi dari SMAN Wederok ini akan kami bawa ke tingkat provinsi untuk dibahas bersama mitra eksekutif agar ada solusi nyata,” ujar Agustinus.
Ia juga mengapresiasi semangat para guru yang tetap menjalankan tugas di tengah keterbatasan, serta berharap perhatian pemerintah terhadap pendidikan di Kabupaten Malaka semakin berkelanjutan.
Kunjungan ini ditutup dengan penyerahan aspirasi secara simbolis dari pihak sekolah kepada Komisi V DPRD NTT. Para guru dan siswa berharap hasil kunjungan tersebut tidak berhenti pada serap aspirasi, tetapi berujung pada kebijakan dan program konkret.
Bagi Komisi V DPRD NTT, SMAN Wederok bukan sekadar sekolah di batas negara, melainkan cermin tantangan sekaligus harapan pendidikan NTT ke depan bahwa dari ruang kelas sederhana di perbatasan, masa depan daerah sedang dibentuk. (FKK)




















































