1
1
1
2
3
Labuan Bajo, FKKNews.com – Kemajuan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas tidak akan berkelanjutan tanpa didukung sumber daya manusia lokal yang berkualitas. Karena itu, pembangunan pendidikan vokasi harus menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah.
Sekolah-sekolah kejuruan yang berada di wilayah penyangga pariwisata perlu memperoleh perhatian yang sama agar mampu melahirkan tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing, dan siap mengisi peluang kerja di daerahnya sendiri.
Atas dasar itu, Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan kunjungan kerja pengawasan ke SMKN 1 Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, yang berjarak sekitar dua setengah jam dari Labuan Bajo. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo, bersama anggota Komisi V Joseline Lana.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan berdialog dengan Plt. Kepala SMKN 1 Lembor Selatan, Yohanes Sumio Edamura, para guru, tenaga kependidikan, Komite Sekolah yang diketuai Stanislaus Dugis, serta pengurus OSIS. Selain menyerap berbagai aspirasi, Komisi V juga meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana pembelajaran serta perkembangan sekolah.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, Komisi V juga meninjau hasil pekerjaan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Revitalisasi APBN Tahun Anggaran 2025. Dari hasil peninjauan, empat paket pekerjaan telah diselesaikan dengan baik dan telah dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar mengajar, antara lain pembangunan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), toilet/WC, serta ruang praktik siswa.
Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program revitalisasi tersebut. Menurutnya, hasil pembangunan menunjukkan kualitas yang baik dan telah memberikan manfaat nyata bagi warga sekolah.
Program-program seperti ini perlu terus dilanjutkan agar semakin banyak sekolah memperoleh dukungan sarana pembelajaran yang memadai.
SMKN 1 Lembor Selatan merupakan sekolah yang baru berdiri sekitar sepuluh tahun, namun telah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat.
Saat ini sekolah memiliki 349 siswa yang terbagi dalam 16 rombongan belajar, dengan dukungan 43 guru, terdiri atas 1 guru PNS, 27 guru PPPK, 10 guru PPPK paruh waktu, dan 5 guru honorer. Sekolah juga didukung tenaga administrasi dan tenaga keamanan yang terus melayani kebutuhan pendidikan.
Sekolah ini memiliki program keahlian yang sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, terutama pada bidang kuliner, perhotelan, dan usaha perjalanan wisata. Keberadaan program-program tersebut menjadi modal penting dalam menyiapkan sumber daya manusia lokal yang mampu mendukung perkembangan industri pariwisata Labuan Bajo dan Manggarai Barat.
Namun demikian, di balik potensi tersebut, Komisi V menemukan sejumlah persoalan mendasar yang memerlukan perhatian serius Pemerintah Provinsi NTT.
Saat ini sekolah memiliki 16 rombongan belajar, tetapi baru tersedia 6 Ruang Kelas Baru (RKB) sehingga masih mengalami kekurangan 10 ruang kelas. Kondisi tersebut menyebabkan sekolah masih harus memanfaatkan ruang darurat agar proses belajar mengajar tetap dapat berlangsung.
Selain itu, sekolah juga membutuhkan Ruang Praktik Siswa (RPS) untuk Program Keahlian Kuliner, perpustakaan, ruang guru, serta satu unit mobil praktik untuk Program Keahlian Usaha Perjalanan Wisata. Mobil praktik tersebut sangat dibutuhkan agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri pariwisata.
Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo, menegaskan bahwa pembangunan pendidikan vokasi harus berjalan seiring dengan pembangunan sektor pariwisata.
“Kita tidak bisa berbicara tentang pariwisata kelas dunia apabila sekolah-sekolah yang menyiapkan tenaga kerjanya masih kekurangan ruang kelas dan fasilitas praktik. SMKN 1 Lembor Selatan memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu, pemerintah perlu memberikan perhatian yang lebih serius agar sekolah ini mampu melahirkan generasi muda yang siap bekerja, berwirausaha, dan menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri.”ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komite Sekolah Stanislaus Dugis juga menyampaikan harapan masyarakat agar Yohanes Sumio Edamura, yang telah memimpin sekolah sebagai Pelaksana Tugas selama kurang lebih dua tahun, segera ditetapkan sebagai kepala sekolah definitif.
Menurut komite, selama kepemimpinannya sekolah mengalami banyak kemajuan, baik dalam tata kelola maupun pengembangan program pendidikan.
Komisi V memandang aspirasi tersebut layak menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, sehingga kepastian kepemimpinan dapat semakin memperkuat pengembangan sekolah.
Sementara itu, anggota Komisi V DPRD NTT Joseline Lana menerima proposal pengembangan sekolah yang memuat berbagai kebutuhan prioritas. Menurutnya, SMKN 1 Lembor Selatan memiliki prospek yang sangat baik untuk terus dikembangkan sebagai pusat pendidikan vokasi yang melayani kawasan selatan Manggarai Barat sekaligus menjadi penyangga kebutuhan tenaga kerja sektor pariwisata.
Komisi V juga menerima berbagai aspirasi terkait peningkatan kualitas tenaga pendidik, antara lain kepastian status guru PPPK paruh waktu, keberlanjutan kontrak tenaga pendidikan, kemudahan guru honorer memperoleh NUPTK agar dapat mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan memperoleh sertifikasi, serta dukungan terhadap pengembangan kegiatan kesiswaan melalui penyediaan fasilitas olahraga dan drum band bagi OSIS.
Berdasarkan hasil kunjungan kerja pengawasan tersebut, Komisi V DPRD NTT akan mendorong Pemerintah Provinsi NTT agar memberikan perhatian terhadap sejumlah kebutuhan prioritas SMKN 1 Lembor Selatan, yaitu pembangunan 10 Ruang Kelas Baru (RKB), pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) untuk Program Keahlian Kuliner, pengadaan mobil praktik Program Usaha Perjalanan Wisata, percepatan penetapan Yohanes Sumio Edamura sebagai kepala sekolah definitif sesuai ketentuan yang berlaku, pembangunan perpustakaan dan ruang guru, serta perhatian terhadap kepastian status guru PPPK paruh waktu, guru honorer, dan perluasan akses NUPTK maupun Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Menutup kunjungan tersebut, Winston Neil Rondo menegaskan bahwa pembangunan pendidikan merupakan investasi paling strategis bagi masa depan Nusa Tenggara Timur.
“Sekolah-sekolah di daerah penyangga seperti SMKN 1 Lembor Selatan harus menjadi bagian dari prioritas pembangunan pendidikan”ucapnya.
Ketika kita memperkuat pendidikan vokasi, sesungguhnya kita sedang mempersiapkan anak-anak NTT menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi, pariwisata, dan kemajuan daerahnya sendiri. Investasi terbaik yang dapat kita wariskan kepada NTT adalah pendidikan yang bermutu, merata, dan berpihak kepada masa depan generasi muda.(*FKK02)