Lewoleba, FKKNews.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lembata melakukan penyegaran dan penguatan organisasi partai sebagai langkah strategis menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi ini sekaligus menjadi sinyal keseriusan PDIP untuk merebut kembali kursi DPRD yang hilang serta mengincar posisi Ketua DPRD Lembata. Hal tersebut disampaikan Ketua DPC PDIP Lembata, Viktor Mado Watun, Selasa (20/1/2026).
“Kami di Pileg lalu kehilangan satu kursi. Karena itu, kepengurusan hari ini dimaksudkan untuk merebut kembali kursi yang hilang. Saya ditugaskan agar ada hal luar biasa yang bisa dilakukan,” tegas Viktor.
Menurutnya, penyegaran dan penguatan organisasi merupakan kebutuhan mutlak bagi PDI Perjuangan sebagai partai besar. Struktur kepengurusan harus diisi oleh kader-kader yang memiliki militansi, loyalitas, serta kesiapan bekerja secara maksimal untuk kepentingan partai dan rakyat.
“PDI Perjuangan adalah partai besar. Karena itu penyegaran dan penguatan perlu dilakukan agar kepengurusan diisi kader yang benar-benar mau bekerja dan berjuang untuk partai,” ujarnya.
Viktor menegaskan, penguatan organisasi tidak boleh berhenti pada pergantian struktur semata, tetapi harus dibarengi kerja politik yang terukur, konsisten, dan menyentuh basis pemilih hingga ke tingkat akar rumput. Targetnya jelas, yakni mengembalikan kekuatan PDIP di DPRD Lembata sekaligus merebut posisi pimpinan dewan.
Sebagai informasi, pada Pemilu Legislatif 2019, PDIP Lembata berhasil meraih empat kursi DPRD dan menempatkan kadernya sebagai Wakil Ketua II DPRD Lembata. Namun pada Pileg 2024, perolehan kursi PDIP menurun menjadi tiga kursi, meskipun partai masih mempertahankan satu posisi pimpinan DPRD.
Saat ini, pimpinan DPRD Kabupaten Lembata dipimpin Ketua DPRD Syafrudin Sira dari Partai Demokrat, Wakil Ketua I Fransiskus Xaverius B.N., S.Sos dari Partai Golkar, dan Wakil Ketua II Gewura Fransiskus, S.Ikom dari PDI Perjuangan.
Dengan agenda konsolidasi dan penguatan organisasi yang berkelanjutan, PDIP Lembata optimistis dapat merebut kembali kursi yang hilang dan kembali menempatkan kadernya di posisi strategis pimpinan DPRD pada Pemilu 2029 mendatang. (*/FKK)


















































