Popular Posts

Ketua Organisasi Untas, Nando Soares (tengah) diapit Menhan Sjafri Sjamsoedin dan Gubernur NTT Melki Lakalena ketika pelantikan pengurus Untas di Hotel Harper Kupang

Pelantikan Untas, Nando Soares: NTT Rumah Bersama dan Tempat Pengabdian

Kupang, FKKNews.com – Ketua Umum Uni Timor Aswa’in (Untas) Masa Bhakti 2025–2030, Fernando Osorio Soares menegaskan bahwa Nusa Tenggara Timur telah menjadi rumah bersama bagi warga Indonesia asal Timor Timur untuk hidup, bertumbuh, dan terus mengabdi bagi bangsa dan negara. Penegasan itu disampaikan Nando dalam acara Pelantikan Pengurus Untas di Hotel Harper Kupang, Kamis (22/1/2026).

Dalam sambutannya, Nando menyatakan bahwa Untas lahir dari sikap warga Timor Timur yang pada masa referendum memilih tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menetapkan Indonesia sebagai pangkuan Ibu Pertiwi. Kesetiaan itu, menurutnya, bukan hanya pilihan sejarah, tetapi komitmen hidup yang terus dijaga hingga hari ini.

“Sejak awal berdiri, Untas secara tegas menyatakan kesetiaannya kepada NKRI. NTT telah menjadi rumah bersama bagi kami. Di sinilah kami hidup, bertumbuh, dan terus mengabdi bagi bangsa Indonesia,” ungkap Nando, yang juga Anggota DPRD NTT Dapil Kota Kupang ini.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT yang sejak 1999 membuka ruang penerimaan, kebersamaan, dan persaudaraan bagi warga asal Timor Timur, sehingga proses integrasi sosial dapat berjalan secara damai dan bermartabat.

Sekretaris DPD Gerindra NTT ini menegaskan bahwa Untas ke depan akan terus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan nasional.
“Kami ingin memastikan bahwa keluarga besar Untas tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi hadir nyata sebagai bagian dari solusi pembangunan dan penguatan NKRI,” tegas Nando, yang dikenal sebagai figur dekat Presiden RI Prabowo Subianto tersebut.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Lakalena, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran dan kontribusi warga Timor Timur di NTT telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sosial, ekonomi, dan kebangsaan daerah ini. Ia menilai Untas memiliki peran strategis sebagai simpul persatuan dan kekuatan kebangsaan di wilayah timur Indonesia.

“NTT adalah rumah besar yang dibangun di atas nilai persaudaraan. Kontribusi Untas selama ini membuktikan bahwa perbedaan latar belakang justru memperkaya semangat kebersamaan dan pengabdian,” ujar mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini.

Sementara itu, Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, dalam pernyataannya menekankan bahwa loyalitas warga eks Timor Timur kepada NKRI merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Ia menilai Untas memiliki posisi strategis dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional, khususnya di kawasan perbatasan.

“Kesetiaan kepada negara bukan sekadar simbol, tetapi diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi stabilitas, persatuan, dan pembangunan nasional,” kata Sjafrie yang dikenal sebagai jebolan Akademi Militer dan sahabat dekat Presiden RI Prabowo Subianto tersebut.

Pelantikan Pengurus Untas Masa Bhakti 2025–2030 ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran sosial, kebangsaan, dan pengabdian kepada negara, sejalan dengan semangat NKRI dan persatuan Indonesia. (ADP/FKK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *