Beranda Uncategorized Wali Kota-Ketua DPRD Kota Kupang Dukung Kelanjutan Pembangunan Monumen Flobamora sebagai Ruang...

Wali Kota-Ketua DPRD Kota Kupang Dukung Kelanjutan Pembangunan Monumen Flobamora sebagai Ruang Edukasi dan Penggerak Ekonomi

13
Walikota Kupang dr Christian Widodo, Gubernur NTT Melki Laka Lena, Ketua DPRD Kota Kupang, Ruchard Odja, Bupati Kupang Yosep Lede usai melihat monumen flobamora di Desa Nitneo Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang
Walikota Kupang dr Christian Widodo, Gubernur NTT Melki Laka Lena, Ketua DPRD Kota Kupang, Ruchard Odja, Bupati Kupang Yosep Lede usai melihat monumen flobamora di Desa Nitneo Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang

Kupang, FKKNews.com – Wali Kota Kupang bersama Ketua DPRD Kota Kupang menyatakan dukungan penuh terhadap kelanjutan pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila agar tidak hanya menjadi ikon sejarah, tetapi berkembang sebagai ruang edukasi ideologi dan penggerak ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Dukungan tersebut disampaikan saat Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mendampingi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Bupati Kupang Yosef Lede dan Ketua DPRD Kota Kupang Richard E. Odja meninjau langsung lokasi Monumen Flobamora Rumah Pancasila di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Kamis (22/1).

Monumen berbentuk burung Garuda yang menghadap Laut Sawu dengan ketinggian sekitar 50 meter itu berdiri di atas lahan hibah dari orang tua Wali Kota Kupang, Theo Widodo kepada Pemerintah Provinsi NTT. Keberadaannya dinilai memiliki nilai strategis karena berada di kawasan perbatasan administratif Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Wali Kota Kupang menegaskan, monumen tersebut harus dimaknai sebagai milik bersama masyarakat, bukan semata bangunan fisik atau simbol monumental.
“Monumen ini harus menjadi milik bersama masyarakat. Bukan hanya destinasi wisata dan sejarah, tetapi juga ruang edukasi dan penggerak ekonomi warga, baik Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang, karena letaknya sangat strategis di wilayah perbatasan,” ujar dr. Christian Widodo.

Ia menilai, jika dikelola secara kolaboratif oleh pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten, Monumen Flobamora dapat menjadi pusat edukasi nilai-nilai Pancasila sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, mulai dari UMKM, pelaku wisata, hingga komunitas kreatif lokal.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa dirinya bersama Wali Kota Kupang dan Bupati Kupang memiliki satu kesepahaman penting, yakni pembangunan monumen tersebut harus dilanjutkan dan dituntaskan.

“Monumen Flobamora Rumah Pancasila dibangun sebagai simbol kebanggaan Flobamora. Dari NTT, nilai-nilai Pancasila ingin kita kumandangkan ke seluruh Nusantara, karena daerah ini memiliki keterkaitan sejarah dengan lahirnya gagasan Pancasila,” tegas Gubernur.

Ia mengakui pembangunan monumen sempat terhenti dan belum dapat difungsikan secara optimal. Karena itu, peninjauan dilakukan untuk memastikan arah pembangunan ke depan lebih terukur, fungsional, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ke depan, monumen ini direncanakan dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan ideologi Pancasila yang dikelola secara bersama oleh Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, dan Pemerintah Kabupaten Kupang, serta terbuka bagi publik.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas hibah lahan yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi NTT, yang dinilainya sebagai wujud nyata semangat gotong royong dan kecintaan terhadap daerah.

“Target kami, pembangunan monumen ini bisa diselesaikan tahun ini. Untuk pembiayaan, kami sepakat mencari skema pendanaan alternatif tanpa membebani APBD, agar benar-benar menjadi kebanggaan bersama,” tandasnya.

Dengan konsep tersebut, Monumen Flobamora Rumah Pancasila diharapkan tidak hanya berdiri megah, tetapi hidup sebagai ruang edukasi, sejarah, dan pusat aktivitas ekonomi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. (FKK/PKP)

Artikulli paraprakPelantikan Untas, Nando Soares: NTT Rumah Bersama dan Tempat Pengabdian
Artikulli tjetërPemkot Kupang Dorong Layanan Imigrasi di MPP, Perangi TPPO dan Migrasi Berisiko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini