Beranda Kota Kupang Atasi Masalah Sampah, Pemkot Kupang Gandeng Pegadaian Hidupkan Bank Sampah Berbasis Emas

Atasi Masalah Sampah, Pemkot Kupang Gandeng Pegadaian Hidupkan Bank Sampah Berbasis Emas

38

Kupang, FKKNews.com – Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat upaya penanganan persoalan sampah melalui kolaborasi strategis dengan dunia usaha. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima audiensi Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Area Kupang di Ruang Kerja Wali Kota Kupang, Rabu (21/01), untuk membahas kerja sama pengelolaan sampah berbasis Bank Sampah, sekaligus penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Audiensi tersebut dihadiri Deputy Bisnis Area Kupang PT Pegadaian, I Nyoman Mas Aryana, Kepala Departemen Gadai Area Kupang Donald Amalo, Ketua Panitia Natal PT Pegadaian Evan, serta MB2B Zahra. Wali Kota Kupang didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Johanes D. B. B. K. Assan, S.Kom.

Dalam pertemuan tersebut, PT Pegadaian memaparkan rencana menghidupkan kembali program Bank Sampah yang sebelumnya pernah dijalankan melalui skema CSR di Kelurahan Oebufu. Program ini mengusung konsep “memungut sampah menjadi emas”, di mana sampah yang dikumpulkan warga dapat dikonversi menjadi tabungan emas.

Wali Kota Kupang menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa persoalan sampah di Kota Kupang membutuhkan pendekatan kolaboratif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Program Bank Sampah seperti ini penting karena mengubah sampah menjadi nilai ekonomi, sekaligus mendorong kesadaran lingkungan warga,” ujar dr. Christian Widodo.

Ia menekankan bahwa kerja sama antara Pemkot Kupang dan PT Pegadaian harus dibangun atas prinsip mutual benefit dan berorientasi pada keberlanjutan. Untuk itu, ia mendorong agar implementasi program Bank Sampah dapat segera ditindaklanjuti hingga ke tingkat kelurahan.

Selain membahas pengelolaan sampah, PT Pegadaian juga memperkenalkan program literasi keuangan melalui Tabungan Emas, yang memungkinkan masyarakat menabung emas mulai dari nominal kecil, bahkan Rp10.000. Program ini dinilai relevan untuk membangun budaya investasi jangka panjang dan mengurangi pola konsumtif.

Wali Kota Kupang menilai program tersebut berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.

“Perlu ada sosialisasi yang masif, baik kepada ASN maupun masyarakat, agar semakin banyak warga memahami manfaat investasi emas sebagai tabungan masa depan,” katanya.

Ia juga mengusulkan agar PT Pegadaian melakukan edukasi langsung melalui pemanfaatan aplikasi digital Pegadaian, sebagai bagian dari penguatan inklusi keuangan di Kota Kupang.

Audiensi ditutup dengan penyerahan cenderamata, sesi foto bersama, serta komitmen kedua belah pihak untuk menindaklanjuti kerja sama di bidang pengelolaan sampah, literasi keuangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang. (PKP/FKK)

Artikulli paraprak27 Ribu KK di Belu Masih Miskin, Wabup Soroti Penggunaan Dana Desa, Kades Diminta Fokus Berdayakan Ekonomi Warga
Artikulli tjetërRapat Gabungan Komisi Bersama Pemkab Alor, Anggota DPRD Taufik Syahbudin Minta Pj Sekda Percepat Pelantikan Pejabat Eselon II, III dan IV Agar Pemerintahan Berjalan Normal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini