Popular Posts

IMG 20260722 220502 COLLAGE

Desa Allumang Sambut Hangat Mahasiswa KBPM Untrib Kalabahi 2026, Dari Desa Ke Pasar: Mahasiswa Siapkan 8 Program Kerja Hingga Gagas Branding Produk Unggulan 

Kalabahi, FKKNews.com – Semangat baru dan optimisme membangun desa bergema di Desa Allumang, Kecamatan Pantar Barat Laut. Kepala Desa Allumang bersama perangkat desa dan seluruh masyarakat menerima dan menyambut secara resmi mahasiswa peserta Kuliah Bersama Pengabdian Masyarakat (KBPM) Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi Tahun 2026 melalui kegiatan penerjunan dan serah terima seremonial, pada Jumat (17/07/2026).

KBPM Untrib Kalabahi 2026 tahun ini mengusung Tema: “KBPM Berdampak dari Desa Menuju Pasar Global: Transformasi Produk Unggulan Desa Tahun 2026”.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara kampus, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mendorong produk lokal Allumang naik kelas hingga menembus pasar yang lebih luas. Para mahasiswa KBPM Untrib Kalabahi akan mengabdi dan tinggal di Desa Allumang selama kurang lebih 40 hari ke depan.

Disambut dengan Senyum dan Keterbukaan

Kepala Desa Allumang bersama perangkat dan masyarakat tampak antusias menyambut kedatangan Dosen Pendamping Lapangan, Imanuel Lamma Wabang, beserta 10 orang mahasiswa KBPM.

Sambutan hangat warga menjadi bukti bahwa Desa Allumang siap menjadi rumah kedua sekaligus “laboratorium hidup” untuk mewujudkan tema besar KBPM tahun ini.

Kami Datang Untuk Berdampak, Kesan Pesan Kelompok KBPM

Dalam sambutannya, Novi Greace Makena selaku Ketua Kelompok KBPM Desa Allumang menyampaikan rasa syukur dan semangat mengabdi.

“Kami dari Kelompok KBPM Desa Allumang mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat yang telah menerima kami dengan baik. Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk menjalankan tugas akademik, tetapi untuk belajar, berbaur, dan bersama-sama mewujudkan tema KBPM Berdampak dari Desa Menuju Pasar Global: Transformasi Produk Unggulan Desa Tahun 2026,” ujar Novi.

Novi juga memperkenalkan seluruh anggota kelompoknya dari berbagai prodi yakni PGSD, Manajemen, dan Pendidikan Teologi. Nama-nama anggota yakni Naomi Nofalina Pulamau, Gamelia Lusia Langkamang, Marsalina Masi, Nining P. Kolimon, Gloria Esterlina Amung, Mehelina Rince Lebo, Riki Yanto Kamaufani, Simon Petrus Maima, dan Vebrianus Petrus Barai.

Program Kerja: Transformasi Produk Unggulan Menuju Pasar Global

Selaras dengan tema KBPM, selama 40 hari mahasiswa telah menyiapkan sejumlah program kerja prioritas bersama pemerintah desa dan masyarakat, antara lain:

1. Pendampingan administrasi Pemerintah Desa, memperkuat tata kelola untuk mendukung pemasaran produk desa

2. Pendampingan belajar siswa, belajar bersama, kelas di tempat tinggal, dan pojok baca – mencetak generasi kreatif penopang UMKM desa

3. Keterlibatan mengajar di SD, PAUD, dan SLTP

4. Pendampingan OVOP berbasis potensi lokal yakni keripik rumput laut, garam, dan VCO, fokus pada peningkatan kualitas, kemasan, dan branding

5. Penyuluhan dan pelatihan pembuatan keripik rumput laut dan pendampingan pembudidaya rumput laut untuk standarisasi produk

6. Pembuatan peta tematik Desa Allumang sebagai basis data potensi ekonomi desa

7. Kerja bakti membersihkan lingkungan gereja bersama pemuda

8. Koordinasi pembuatan papan nama desa dan diskusi kegiatan 17 Agustus bersama desa

“Kami hadir sebagai bagian dari keluarga besar Desa Allumang. Mari kita wujudkan sub tema Mahasiswa Berkolaborasi, Desa Berkemajuan agar produk-produk unggulan Allumang bisa naik kelas dan berdampak hingga ke pasar yang lebih luas,” pesan Novi penuh semangat.

Arahan DPL Mari Kita Jaga, Bimbing, dan Besarkan Bersama

Imanuel Lamma Wabang, selaku Dosen Pendamping Lapangan juga menyampaikan pesan penuh nuansa kekeluargaan dan kolaborasi.

“Terima kasih kepada Bapak Kepala Desa, perangkat, dan seluruh masyarakat Allumang yang sudah membuka pintu dan hati untuk anak-anak kami. KBPM 2026 dengan tema KBPM Berdampak dari Desa Menuju Pasar Global: Transformasi Produk Unggulan Desa Tahun 2026 ini adalah jembatan antara ilmu kampus dan kekayaan desa.

Titip anak-anak kami. Bimbing mereka, ajarkan kearifan lokal, dan mari kita bekerja sama. Apa yang mereka bawa dari kampus berupa inovasi dan manajemen, kita padukan dengan potensi Allumang. Tujuannya satu agar Allumang benar-benar Mandiri, Kreatif, dan Berkarakter, dan produknya bisa dikenal luas.

“Semoga selama 40 hari ini lahir kolaborasi yang tulus, kerja nyata yang berdampak, dan persaudaraan yang tidak putus meski KBPM selesai. Kami dari Untrib siap berjalan beriringan dengan Pemerintah Desa demi kemajuan Allumang yang kita cintai bersama,” ungkap DPL dengan penuh semangat.

Penutup Penuh Harap

Acara serah terima ditutup dengan doa bersama. Warga dan mahasiswa berbaur, berfoto bersama, dan berkomitmen membangun Desa Allumang dengan semangat Satu Hati, Satu Karya, Satu Keluarga untuk mengantarkan produk desa menuju pasar global.

Semoga seluruh program dapat berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Kiranya Tuhan Yang Maha Esa menyertai setiap langkah pengabdian di Desa Allumang. (FKK/Eka Blegur).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *