1
1
Kupang, FKKNews.com – Pengurus DPD GAMKI NTT melakukan kunjungan ke Sekertariat Pemuda Katolik Komda NTT sebagai bentuk silaturahmi sesama organisasi kepemudaan sekaligus kordinasi kegiatan bersama dalam rangka workshop 100 champion AI yang melibatkan anggota serta pengurus dua organisasi kepemudaan tersebut dengan difasilitasi oleh Benih Fondation, Sabtu (25/7/2026).
Ketua Pemuda Katolik Komda NTT Yufen Tukung usai rapat kordinasi tersebut mengatakan bahwa pertemuan tersebut bukan sekedar pertemuan biasa melainkan sebuah langkah awal untuk melakukansebuah perubahan.
“Ini bukan sekedar pertemuan biasa,tumbuh dan belajar bersama, bagaimana memaknai bahwa suatu perubahan atau kemajuan hanya bisa diraih denga adanya spirit kolaborasi,”ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa dengan ditopang oleh Benih Fondation, GAMKI NTT dan Pemuda Katolik Komda NTT akan melakukan kerja-kerja jangka panjang bagi NTT pada tanggal 31 Juli 2026 dengan materi-materi yang berkualitas.
“Kita ingin melakukan kerja-kerja produktif dan jangka panjang dengan GAMKI NTT dalam pemberdayaan pemuda, pada tanggal 31 Juli nanti kegiatan akan dilaksakan dengan pematri-pemateri berkualitas dan akan terus berkelanjutan,”ucapnya.
Ketua DPD GAMKI NTT menyebutkan bahwa saat ini NTT lebih membutuhkan kolaborasi dibandingkan dengan kompetisi antar organisasi, ia juga menyampaikan bahwa merupakan tanggung jawab moril GAMKI NTT dan Pemuda Katolik dalam memberi kontribusi nyata bagi NTT.
“Sebagai organisasi pemuda Kristiani GAMKI NTT dan Pemuda Katolik memiliki tanggung jawab moril untuk NTT dalam meghadirkan gagasan, kader dan aksi nyata, semoga pertemuan ini menjadi awal dalam gerakan bersama yang memberi manfaat bagi masyarakat,”ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa tindak lanjut dari kerja sama antara GAMKI NTT dan Pemuda Katolik adalah kolaborsi dalam memberi kontribusi dalam berbagai isu sosial kemasyarakatan di NTT dan untuk workshop 100 champion AI diharapkan menciptakan para kader yabg siap mejadi mentor bagi para pemuda NTT usai mengikuti kegiatan workshop tersebut.
“Kita akan bekerja sama dalam isu listerasi digital, advokasi anti TPPO, kajian kebijakan publik, kampanye toloransi dan perdamaian, sedangkan untuk workshop 100 champion AI kita berharap satu orang yang terlatih dapat menjadi mentor bagi 10 pemuda lainnya, dan seterusnya dalam pemberdayaan pemuda NTT.(FKK02)