Beranda Alor Kinerja Polres Alor Disesalkan, Lambat Tangkap YM Pelaku Penikaman Terhadap Hen Kaben,...

Kinerja Polres Alor Disesalkan, Lambat Tangkap YM Pelaku Penikaman Terhadap Hen Kaben, Korban Meninggal Dunia di RSUD Kalabahi Setelah Dirawat 5 Hari

425

Kalabahi, FkkNews.com – Hendrikus Hen Kaben (18), pemuda yang menjadi korban penikaman di Kelurahan Kalabahi Tengah, Kabupaten Alor, akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Selasa (17/03/2026) pagi. setelah berjuang selama lima hari di RSUD Kalabahi sejak kejadian pada Jumat (13/03/2026), nyawa korban tidak tertolong.

Dari informasi yang didapatkan, Pihak Kepolisian Resor (Polres) Alor saat ini tengah melakukan pencarian dan pengejaran secara intensif terhadap pelaku yang melarikan diri. dikutip dari Victorynews, Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari, menyatakan bahwa identitas pelaku sudah dikantongi.

“Kami masih melakukan pencarian. Jika dalam seminggu ke depan pelaku belum tertangkap atau tidak menyerahkan diri, kami akan menetapkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” ungkap AKBP Nur Azhari.

Hingga kini, motif penikaman tersebut masih didalami oleh pihak kepolisian. Jenazah korban sendiri telah dipulangkan ke rumah duka di Lautingara untuk proses pemakaman.

Sementara itu, Kepala SMPK St Jibrael Kalabahi, Irenius Lauobi, Pr, ketika ditemui di rumah duka pada selasa (17/03/2026) siang, kepada media ini dirinya sangat menyesalkan dengan kinerja kepolisian resor alor.

Menurutnya semenjak kejadian penikaman terjadi pihak kepolisian harus sudah bisa mengidentifikasi dan menangkap terduga pelaku sehingga tidak terjadi potensi ataupun kejadian kriminal lain yang ditimbulkan.

“kejadiannya itu kan pada hari jumat, kalaupun terduga pelaku sudah diidentifikasi dan masih berada di sekitaran wilayah alor yah intelijen kepolisian harus bergerak cepat untuk menangkapnya, alor ini kan wilayahnya kecil“. tandas Romo Remi.

Kepsek Remi juga sangat menyesalkan atas tindakan yang terjadi dan berharap ada keadilan bagi keluarga korban dan kepada pelaku diberikan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya.

“Sebagai Kepala Sekolah saya menyampaikan rasa dukacita yg mendalam utk keluarga korban, karena korban merupakan salah satu alumni sekolah kami, kira serahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwajib dan tetap menjaga situasi dan keamanan“. tutup Romo Remi.

Dikutip dari Media Kupang bahwa diketahui Kasus penikaman ini terjadi pada Jumat pagi 13 Maret 2026 di Wilayah Lipa, Kelurahan Kalabahi Tengah, Kecamatan Teluk Mutiara, Kota Kalabahi, Kabupaten Alor. Korban penikaman adalah seorang remaja yang bernama Martinus Hen Kaben. Sedangkan pelaku adalah Yesuriun Maumanet (YM) juga masih berusia Pemuda. Korban dan pelaku berdomisili di Kelurahan yang sama, namun pelaku tinggal di Lipa sedangkan korban di wilayah Lautinggara atau jarak rumah keduanya sekitar 150-200 meter.

“Kami masih mencari pelaku. Memang kami mendapat informasi bahwa pelaku ada sembunyi di sini, di sana. Namun ketika Polisi pergi tidak menemukannya. Dan kami terus mencari,” demikian penjelasan Kapolres Alor, AKBP. Nur Azhari, SH melalui Kasat Reskrim Polres Alor, AKP. Amru Ichsan pada Selasa, 17 Maret 2026.

Amru mengatakan, kronologis kejadian ini berdasarkan informasi yang dihimpun Polres Alor, bahwa pada tanggal 12 Maret 2026 pada malam hari keduanya masih duduk bersama dengan sejumlah teman lainnya. Dan ketika itu ada minum bersama, kemudian ada perselisihan antara keduanya. Pada keesokan harinya tanggal 13 pagi, entah ceriteranya bagaimana apakah dendam atau bagaimana,  pelaku  menunggu korban di rumpun pisang di pinggir jalan di wilayah Lipa. Dimana jalan ini, kata Amru, biasanya korban mengendarai motor ojeknya  melintasi melalui jalan itu.

Nah ketika pagi itu korban dengan sepeda motornya  melintasi jalan itu, pelaku yang telah menunggu langsung menusuk korban diduga  dengan sebilah  pisau pada  punggung bagian kanan korban. Korban yang dalam posisi tengah  mengendarai sepeda motor langsung terjatuh  bersama motornya.

Kendati sudah ditusuk dan korban  jatuh, jelas Amru, pelaku masih mendatangi korban. Namun  korban bangun dan berupaya berlari jauh dari pelaku dan minta tolong kepada orang yang ketika itu  berada di sekitar situ. Kemudian korban ditolong dan diantar ke rumah sakit.

“Saat kejadian itu ada saksi fakta yang juga mengendarai motor persis berada di belakang sepeda motor korban. Ketika telah mengambil keterangan darinya,” tandas Amru.

Menurut Amru, akibat penikaman ini akhirnya korban setelah dirawat beberapa hari rumah sakit dan hari ini, selasa 16 Maret 2026 korban meninggal dunia di RSD Kalabahi.

Berkaitan dengan peristiwa ini, Kapolres Azhari menegaskan, pihaknya terus mencari pelaku dan jika ada yang melihat pelaku segera diinformasikan kepada aparat terdekat. Dalam beberapa waktu jika belum ditemukan pelaku, maka Polisi akan mengeluarkan DPO.

“Saya harap keluarga bisa menahan diri. Doa kan kita dapat menangkap pelaku, sehingga kasus ini dapat diselesaikan,” tandas Kapolres Azhari.

Disisi lain, salah satu Saksi Mata yang tidak ingin disebutkan identitasnya saat ditemui oleh media ini di rumah duka pada Selasa, 19/03/2026 menjelaskan bahwa Korban ini ada sementara ojek, ada orang Maumere punya beras 5kg itu sebanyak 5karung yang ia muat, kami sempat keluar dari Simpang jalan, dia sempat tanya mau pimana, jadi saya bilang kita mau pi bawa, jadi kami jalan sampai di Simpang pangkalan ojek nah korban sudah putar deluan sementara saya dengan teman RK ini dia punya rumah juga pas di Simpang, jadi jarak kita dengan korban ini sekitar 1 meter lebih, jadi kami pelan-pelan turun sementara posisi pelaku itu juga dekat.

Pelaku sudah berdiri dipinggir jalan, lanjutnya, jadi setelah korban turun maka pelaku tahan dan sempat ada baku dorong, nah korban ini karena pelaku dorong sehingga beras yang korban muat ini sempat mau jatuh jadi korban ini posisi miring karena tahan ini beras, nah posisi korban miring itu yang pelaku tusuk pakai pisau dari samping, setelah itu korban merasa kesakitan dan menghindar, teman yang bersama saya ini juga diancam oleh pelaku, dia bilang lu juga tambah ko? Pelaku juga sempat kejar korban, korban lari.

Lebih lanjut, nah setelah itu teman saya ini mau antar korban ke rumah sakit tapi pelaku sempat tendang dia jatuh dari atas motor, setelah itu teman saya bangun dan gas motor, namun pelaku itu kemudian menuju saya lagi, posisi saya sendiri, pelaku bilang lu juga tambah ko?

“Tempat kejadian itu di samping rumah pelaku, sekitar pukul 9:30 pagi, rumah pelaku di samping dari kantor lurah, pelaku kami kenal karena tinggal di komplek sama-sama, setelah itu teman saya ini lansung menuju kantor polisi untuk melaporkan, lebih lengkapnya kami sudah memberikan keterangan di Polres Alor,” tutupnya. (*Fkk).

Artikulli paraprakMengenal Ulen Jufanto Lake, Pemain Terbaik Maritim Cup, Pernah Perkuat Kabupaten Kupang di Ajang Ben Mboi Memorial Cup
Artikulli tjetërGAMKI NTT dan Klasis Flores Barat Gelar Pelatihan MC dan Multimedia Diikuti Puluhan Peserta dari 10 Gereja

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini