1
1
1
2
3
Kupang, FKKNews.com – Nama Irman Baleng menjadi sorotan dalam Turnamen Catur Persaudaraan GAMKI–GMKI 2026. Tampil tanpa cela, ia berhasil keluar sebagai juara pertama dengan rekor sempurna, menyapu bersih lima kemenangan dari lima babak pertandingan tanpa hasil imbang maupun kekalahan.
Capaian ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang dimulai sejak usia dini.
Irman Baleng lahir pada tahun 2002 di Rote, tepatnya di Bokai, Desa Nusakdale, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao. Kini, ia merupakan mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Politik, FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana), sekaligus kader GMKI Cabang Kupang dari Komisariat Salomo.
Perjalanannya di dunia catur dimulai sejak kelas 4 Sekolah Dasar. Dari papan sederhana di kampung halaman, ia mulai mengenal strategi dan ketekunan. Meski pada awalnya belum meraih kemenangan, proses itu menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter permainannya.
Memasuki jenjang SMP, Irman mulai menunjukkan perkembangan dengan meraih juara 2 tingkat kecamatan. Di tingkat SMA, ia kembali mencatat prestasi dengan meraih juara 3 tingkat kabupaten. Konsistensi ini terus berlanjut hingga masa mahasiswa.
Di lingkungan kampus, ia berhasil meraih juara 1 dalam turnamen catur tingkat mahasiswa se-Kota Kupang, serta menjuarai turnamen internal GMKI Cabang Kupang. Hingga akhirnya, ia menegaskan dominasinya dalam Turnamen Catur Persaudaraan GAMKI–GMKI 2026 sebagai juara pertama dengan rekor tak terkalahkan.
Menariknya, Irman mengaku tidak memiliki persiapan khusus menghadapi turnamen tersebut. Ia lebih mengandalkan ketenangan dan fokus dalam membaca permainan.
“Kunci saya itu tetap tenang dan fokus pada strategi di setiap babak,” ujarnya.
Menurutnya, lawan-lawan yang dihadapi bukanlah pemain biasa. Beragam gaya permainan membuat setiap pertandingan menjadi tantangan tersendiri yang menuntut kewaspadaan dalam setiap langkah.
Meski demikian, ia mampu menjaga konsistensi permainan hingga akhir, menunjukkan kematangan berpikir yang menjadi ciri khasnya.
Bagi Irman, catur bukan sekadar permainan. Ia melihatnya sebagai sarana melatih kesabaran, ketelitian, dan kemampuan mengambil keputusan.
“Catur itu melatih kita berpikir sebelum melangkah, bukan hanya di papan, tetapi juga dalam kehidupan,” ungkapnya.
Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, bahkan menyebut Irman sebagai sosok dengan kualitas berpikir yang hebat. Sementara di kalangan peserta, ia sempat dijuluki sebagai “king dari luar” karena dominasinya yang tak terbendung sepanjang turnamen.
Namun di balik gelar juara tersebut, Irman tetap melihat turnamen ini dari sudut pandang yang lebih luas.
“Ini bukan sekadar soal juara, tetapi ruang untuk membangun persahabatan antar kader,” katanya.
Ia berharap kegiatan kolaboratif seperti ini terus dilaksanakan, tidak hanya di cabang olahraga catur, tetapi juga di berbagai bidang lain, sebagai upaya memperkuat solidaritas pemuda gereja.
Perjalanan Irman Baleng menunjukkan bahwa ketekunan dan konsistensi mampu membawa seseorang melangkah jauh, bahkan dari daerah kecil menuju panggung yang lebih besar.
Dari Rote, ia datang membawa semangat. Di Kupang, ia membuktikan diri.
Dan dari papan catur, ia sedang menata langkah menuju masa depan.