Mengenal Winston Rondo, Aktor Dibalik Lahirnya Turnamen Voli Ben Mboi Memorial Cup

Kupang – Dibalik meriahnya turnamen Bola Voli Ben Mboi Memorial Cup (BMMC) edisi perdana tahun 2025 yang di gelar di Gedung Olah Raga (GOR) pada tanggal 4-12 desember lalu, ternyata menyimpan sejarah kelam yang hampir membuat olahraga rakyat ini “tenggelam” dari ingatan pecinta bola voli di bumi Flobamorata.

Kurang lebih 30 tahun, Provinsi NTT tidak punya turnamen voli resmi antar kabupaten/kota, sementara “tetangga sebelah” sepak bola sudah berjilid-jilid mengadakan turnamen dengan nama El Tari Memorial Cup (ETMC) bahkan sudah edisi ke-33.

Bukan iri, tapi itulah realita sesungguhnya, berbagai spekulan publik menyebutkan bahwa voli adalah olahraga nomor 5 di NTT, setelah Sepak Bola, Futsal, Kempo, Karate dan Atletik, bahkan di kota, lebih kejam lagi, mereka menyebut voli sebagai olahraga anak kampung.

Padahal faktanya kita tahu bahwa daerah ini dikenal sebagai laboratorium atlet voli yang siap bermain di level nasional, buktinya ada beberapa atlet voli nasional asal NTT seperti Shella Bernadetha dan yang terbaru ada Kristo Sina yang memperkuat Timnas Voli Putra di Sea Games Thailand.

Penantian panjang pemain, penonton dan pecinta voli di NTT terbayarkan dengan hadirnya turnamen Ben Mboi Memorial Cup (BMMC), di bawah kepemimpinan Winston Neil Rondo selaku Ketua Umum PBVSI NTT, lahirlah turnamen yang mempertemukan Pevoli dari Kabupaten/kota se-NTT.

Kata Winston, tidak mudah memang, menghadirkan turnamen yang sudah lama ditiadakan. Sekalipun baru dilantik pada 17 juni 2025, Winston bersama pengurus gerak cepat melakukan pembenahan organisasi, road show keliling NTT untuk menghidupkan kembali Pengurus PBVSI kabupaten/kota yang vakum, menggelar pelatihan wasit, menyerap aspirasi pemain, pelatih dan masyarakat pecinta voli. Permintaan mereka hanya satu, hadirkan turnamen tetap antar kabupaten/kota di NTT.

Dahaga pecinta voli inilah yang menjadi tonggak sejarah lahirnya BMMC, benar-benar lahir dari aspirasi seluruh masyarakat NTT. Winston hanya butuh waktu 3 bulan pasca dilantik sebagai Ketua Umum PBVSI NTT untuk mengadakan turnamen bergengsi antar kabupaten/kota.

Dalam waktu yang singkat ini, Pengkab PBVSI mengutus 20 tim dari 11 kabupaten/kota turut serta mengirim kontingennya, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Sabu Raijua, Alor, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Ende, Ngada, Sikka.

Memang edisi perdana turnamen voli Ben Mboi Memorial Cup banyak kekurangan, mulai dari persiapan, venue, anggaran, hingga hadiah yang kurang memenuhi ekspektasi publik, namun dibalik kekurangan itu lahirlah optimisime untuk berbenah pada gelaran BMMC edisi ke-2 tahun 2026.

Berbagai daerah mulai melakukan lobi dan menyatakan kesediaan sebagai tuan rumah, seperti Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wula dan Ketua DPRD SBD Rudolf Radu Holo yang meminta gelaran BMMC di gelar di tanah “Loda Wee Maringi Pada Wee Malala”, bahkan ketua DPRD berjanji menyiapkan venue terbaik. Ada juga Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Bupati TTS, Buce Liu dan Bupati Kupang Yosep Lede yang menyatakan kesediaannya sebagai tuan rumah, kita menanti siapakah tuan rumah BMMC edisi-2 tahun 2026?

Dari historis tersebut, ada satu sosok yang namanya dielu-elukan sebagai aktor dibalik lahirnya turnamen Ben Mboi Memorial Cup, ia adalah Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Provinsi NTT, Winston Rondo.

Sosok pemilik nama lengkap Winston Neil Rondo lahir pada tanggal 4 januari 1975, Winston bukan nama yang asing di jagad Provinsi NTT namanya juga dikenal hingga tingkat Nasional.

Ia merupakan seorang aktivis kemanusiaan sebelum terjun ke dunia politik dan terpilih menjadi anggota DPRD NTT dua periode dari Partai Demokrat, Winston terpilih dari Dapil 2 yang meliputi Kabupaten Kupang, Rote Ndao dan Sabu Raijua.

Winston yang akrab disapa dengan akronim WINER ini adalah orang muda keturunan Rote Ndao, ia dikenal tidak hanya aktif dalam pelayanan tetapi ia juga aktivis yang selalu kritis kepada kebijakan-kebijakan pemerintah, khususnya kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Sejak usia remaja hingga kini, ia dikenal sebagai aktivis dan politisi yang dipercayakan memegang sejumlah posisi strategis, baik itu pelayanan gereja, kemanusiaan, sosial dan pendidikan.

Sejak mahasiswa ia dipercayakan sebagai Ketua Senat Mahasiswa Undana/Ketua BEM Undana, di organisasi extra kampus ia dipercayakan sebagai Ketua Cabang GMKI Kupang pada tahun 1998-2000.

Suami dari Pendeta Desyana Rondo-Effendi ini juga dipercayakan oleh pemuda GMIT sebagai Ketua BP Pemuda GMIT dari tahun 2008-2016.

Di bidang pelayanan kemanusiaan, Winston mendirikan LSM dan komunitas, diantaranya ia mejadi Direktur LSM Perkumpulan CIS Timor dari tahun 1999-2014, ia juga mendirikan komunitas lintas agama yakni KOMPAK/Komunitas Peace Maker Kupang dan KOMPAS di Atambua Belu, ia juga pernah menjadi Koord. UNDP CPRU NTT (2010-2013),

Winston kemudian terjun ke dunia politik pada tahun 2014 dan langsung terpilih menjadi anggota DPRD NTT dengan suara signifikan dari Partai Demokrat, di partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga pemilik klub voli Lavani, Winston memegang sejumlah posisi mulai dari Ketua BPOKK DPD Partai Demokrat NTT tahun 2016-2021, Ketua Fraksi Demokrat DPRD NTT, kemudian ia terpilih menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Kab Kupang dari tahun 2017 hingga sekarang.

Di DPRD NTT, Winston pernah menjadi ketua komisi V DPRD NTT pada tahun 2014-2016 dan saat ini menjadi wakil ketua komisi V DPRD NTT yang membidangi Pemuda & Olahraga, Pendidikan, Ilmu Pengetahuan & Teknologi (IPTEK), Kesehatan, Sosial, Agama, Kebudayaan, Ketenagakerjaan, Keluarga Berencana (KB), serta Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak.

Saat ini, selain sebagai anggota DPRD NTT, ayah dari Liliana Gratia Imanuela Rondo juga di percayakan menjadi Ketua DPD GAMKI NTT(Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia), ia juga menjadi Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi NTT dari tahun 2022 hingga sekarang, Winston juga aktif menulis, salah satu bukunya yang sudah terbit adalah Buku “Merah Putih Tergadai di Perbatasan”. (FKK 04)

Hot this week

“Sabar Menderita Karena Kebenaran Kristus” Minggu sengsara III , 25 februari 2024

Shalom. Sahabat sepelayanan selamat menikmati pemeliharaan Tuhan dan selamat...

Ngaku Bisa Loloskan Siswa ke SMAN 1, Guru PNS di Kota Kupang Tipu 9 Ortu

Kupang, FKKNews.com - Oknum Guru di kota Kupang atas...

Menkeu Akui Kondisi Tunjangan Fungsional Dosen Tidak Wajar, Janjikan Tinjauan Menyeluruh

Jakarta, 21 November 2025 — Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek...

Kasus Pembunuhan terhadap Mahasiswa Asal Alor Bukan Berawal Dari Syukuran Pesta Wisuda, Berikut Penjelasan dari AKP Jemy Noke

Kupang, FkkNews.com - Kasus pembunuhan yang terjadi di Kelurahan...

11 Tim Ramaikan Turnamen Voli Wali Kota Kupang Cup Tahun 2025

Kupang, FKKNews.com - Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward...

Pesan Natal Ketua DPRD NTT: TERUSLAH MELAYANI & BERBAGI KEBAIKAN

Kupang, FKKNews.com - Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni...

Bulog Tetapkan Harga Eceran Tertinggi  Sembako, Ombudsman NTT Minta Warga Aktif Laporkan Pelanggaran

Kupang, FkkNews.com -  Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan NTT memperketat...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img