Kupang, FKKNews com – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Guru tentang Model-Model Pembelajaran Inovatif Berbasis Deep Learning bagi guru jenjang SMP/MTs se-Kota Kupang harus memberi dampak nyata bagi sekolah.
Penegasan itu disampaikannya saat memberikan arahan dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 18–20 Februari 2026, di Hotel Neo by Aston Kupang, Rabu (18/02/2026).
Kegiatan ini dihadiri Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang juga menjabat sebagai Kabid Dikdas, Okto Naitboho, S.Pd., M.Si., serta lima narasumber yang merupakan guru-guru terpilih dari SMP Negeri se-Kota Kupang.
Ernest menyampaikan bahwa para peserta merupakan guru-guru pilihan yang diutus langsung oleh sekolah masing-masing dan memiliki tanggung jawab sebagai pelatih di lingkungan sekolahnya.
“Bapak Ibu adalah orang-orang terpilih. Setelah mengikuti bimtek ini, Bapak Ibu akan menjadi trainer di sekolah masing-masing. Jadi ini pelatihan untuk para pelatih,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan secara serius agar materi yang diberikan benar-benar dipahami dan dapat ditransfer kembali.
“Kalau kita tidak serius, sekolah yang akan menjadi korban. Bimtek ini tidak boleh hanya di permukaan, harus berdampak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sekolah yang tidak mengirimkan atau tidak menghadirkan perwakilannya akan diberikan teguran, karena menurutnya pengelolaan pendidikan harus dilakukan dengan kesungguhan.
Dalam arahannya, Ernest menekankan bahwa kualitas pendidikan di Kota Kupang sangat ditentukan oleh kualitas guru.
“Keberadaan pendidikan di Kota Kupang ditentukan salah satunya oleh keberadaan guru yang hebat. Hebat pengetahuannya, hebat hatinya, dan hebat perilakunya,” katanya.
Menurutnya, guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pendidik dan teladan. Karena itu, sikap, integritas, dan penampilan seorang guru harus mencerminkan contoh yang baik, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.
“Gelar guru itu melekat di mana pun kita berada. Itu tanggung jawab yang besar,” tandasnya.
Ia berharap melalui bimtek pembelajaran inovatif berbasis deep learning ini, para guru mampu menjadi pionir perubahan metode pembelajaran di sekolah masing-masing demi peningkatan mutu pendidikan di Kota Kupang. (FKK)

















































