Kefamenanu, FKKNews.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) I di Sekretariat Bersama GMKI-GAMKI Kefamenanu, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri sekitar 30 peserta dari jajaran pengurus DPC GAMKI TTU serta unsur organisasi kepemudaan. Rakercab tersebut turut dihadiri dua anggota DPRD Provinsi NTT, yakni Winston Neil Rondo yang juga Ketua DPD GAMKI NTT dan Agustinus Nahak yang juga anggota DPRD NTT Fraksi Golkar Dapil TTU, Belu, Malaka.
Selain itu, hadir pula Wakil Ketua DPD GAMKI NTT Yomiani Radja, Wakil Sekretaris DPD GAMKI NTT Elfis Sabat, serta Wakil Bendahara DPD GAMKI NTT Iren Saudale.
Ketua DPC GAMKI TTU Melkisedek Bukifan dalam sambutannya menegaskan pentingnya persatuan tekad dalam memperkuat eksistensi organisasi. Ia mengajak seluruh kader membangun semangat kebersamaan agar GAMKI TTU semakin aktif dan berdampak di tengah masyarakat.
Anggota DPRD Provinsi NTT Agustinus Nahak menyampaikan komitmennya untuk mendukung organisasi kepemudaan di wilayah daerah pemilihannya yang meliputi TTU, Belu, dan Malaka.
“Memulai memang susah. Tapi kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi,” ujarnya, seraya mengibaratkan membangun organisasi seperti menanam padi yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan.
Winston Rondo: Tentukan Arah, Jangan Jadi Organisasi Seremoni
Dalam arahannya, Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Neil Rondo menegaskan bahwa Rakercab bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum menentukan arah perjuangan organisasi di TTU.
“Hari ini kita tidak sekadar menyusun program kerja. Kita sedang menentukan arah perjuangan. Sejarah tidak mengingat siapa yang banyak rapat, tetapi siapa yang memberi dampak,” tegasnya.
Winston menekankan beberapa poin penting:
1️⃣ GAMKI adalah Gerakan Nilai, Bukan Seremoni
GAMKI, katanya, bukan organisasi atribut dan seremoni, tetapi gerakan kader, gerakan iman, dan gerakan sosial yang harus hadir menjawab persoalan nyata seperti pendidikan, kemiskinan, masa depan orang muda, serta perlindungan kelompok rentan.
2️⃣ Dari Program ke Dampak Nyata
Rakercab harus melahirkan program yang relevan, terukur, dan konsisten dijalankan.
“Sedikit tapi berdampak jauh lebih terhormat daripada besar tetapi tanpa hasil,” ujarnya.
3️⃣ Kolaborasi adalah Bahasa Perjuangan
Winston mendorong GAMKI TTU membangun sinergi dengan pemerintah daerah, DPRD, gereja-gereja, LSM, komunitas, dan media agar gerakan organisasi semakin kuat dan diperhitungkan.
4️⃣ Kepemimpinan yang Berintegritas dan Disiplin
Ia menekankan pentingnya rapat rutin, evaluasi berkala, serta laporan pertanggungjawaban sebagai fondasi organisasi yang kredibel.
5️⃣ Seruan Moral untuk Kader
Menutup arahannya, Winston menyampaikan seruan moral agar kader tidak menyia-nyiakan momentum Rakercab.
“TTU membutuhkan orang muda yang berani bekerja. Gereja membutuhkan kader yang siap menjadi terang. Jangan puas menjadi pengurus tanpa karya. Kita bukan penonton sejarah, kita adalah kader yang bergerak dan berdampak,” pungkasnya.
Rakercab I GAMKI TTU diharapkan menjadi titik awal konsolidasi organisasi sekaligus ruang perumusan program kerja yang konkret, kolaboratif, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Timor Tengah Utara. (*/FKK02)

















































