1
1
1
2
3
Soe, PBVSINTT.com — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Yoksan Benu, menegaskan bahwa penyelenggaraan Ben Mboi Memorial Cup (BMMC) II 2026 — TTS Edition harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya menghadirkan pertandingan bola voli, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal, membuka ruang bagi generasi muda, dan membangun budaya olahraga yang lebih modern.
Hal tersebut disampaikannya dalam rapat koordinasi persiapan BMMC II 2026 bersama Bupati TTS, jajaran Pengprov PBVSI NTT, Pengkab PBVSI TTS, Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI TTS, serta panitia penyelenggara di GOR Nekmese, So’e.
Menurutnya, dukungan politik dan kebijakan dari unsur legislatif terhadap persiapan BMMC II 2026 telah memiliki kejelasan. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi seluruh pihak untuk menyukseskan kejuaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 23 November hingga 9 Desember 2026.
Ia menilai BMMC memiliki peluang menjadi kegiatan olahraga yang mampu menghadirkan dampak ekonomi dan sosial secara langsung bagi masyarakat Kabupaten TTS.
Karena itu, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta generasi muda perlu mendapat perhatian dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan.
Kehadiran kontingen, ofisial, pendukung, dan penonton dari berbagai daerah di NTT diharapkan dapat membuka peluang bagi usaha kuliner, perdagangan, jasa transportasi, penginapan, serta produk kreatif masyarakat setempat.
Ia berharap momentum BMMC dapat dimanfaatkan untuk memperlihatkan kemampuan TTS menjadi tuan rumah kegiatan olahraga yang tidak hanya sukses dari sisi pertandingan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain keterlibatan ekonomi lokal, Yoksan menyoroti pentingnya membangun pemahaman masyarakat mengenai kebutuhan pembiayaan penyelenggaraan olahraga.
Ia mengajak masyarakat mulai beradaptasi dengan sistem penyelenggaraan yang lebih tertib, termasuk mengikuti ketentuan resmi mengenai tiket masuk pertandingan dan layanan parkir.
Menurutnya, kontribusi tersebut perlu dilihat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap keberlanjutan kegiatan olahraga.
Penyelenggaraan pertandingan berskala besar membutuhkan dukungan biaya untuk berbagai kebutuhan, mulai dari fasilitas, operasional, keamanan, pelayanan penonton, hingga aspek teknis pertandingan.
Karena itu, masyarakat diharapkan memahami bahwa pengaturan tiket dan parkir bukan semata-mata persoalan pungutan, tetapi juga bagian dari upaya membangun sistem penyelenggaraan yang profesional dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya potensi pendapatan asli daerah (PAD) melalui penerimaan yang memang menjadi hak daerah sesuai peraturan yang berlaku.
Penerimaan daerah tersebut pada akhirnya diharapkan dapat mendukung program pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten TTS.
Ia memandang BMMC II 2026 sebagai momentum pembelajaran bagi seluruh pihak, termasuk pemerintah, panitia, pelaku usaha, dan masyarakat.
Kesuksesan sebuah kejuaraan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pertandingan, tetapi juga kesiapan fasilitas, pelayanan, ketertiban, partisipasi masyarakat, serta kemampuan mengelola kegiatan secara profesional.
Pengalaman tersebut menjadi penting seiring aspirasi Kabupaten TTS untuk mengambil peran sebagai tuan rumah cabang olahraga pada PON NTT–NTB 2028.
Ia berharap semangat kolaborasi yang terbangun melalui BMMC dapat terus dikembangkan menjadi kebiasaan positif dalam mendukung kegiatan olahraga di Kabupaten TTS.
BMMC II 2026 — TTS Edition diharapkan menjadi ruang pertemuan antara prestasi olahraga, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kreativitas generasi muda, dan penguatan kapasitas daerah.
Dengan dukungan pemerintah, legislatif, organisasi olahraga, pelaku usaha, serta masyarakat, penyelenggaraan BMMC diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang melampaui hasil pertandingan.
Ben Mboi Memorial Cup II 2026 — TTS Edition dijadwalkan berlangsung pada 23 November–7 Desember 2026 di GOR Nekmese, So’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Satu Persaudaraan, Satu Arena, Satu NTT, Ragam Cerita.(FKK02)