Popular Posts

IMG 20260817 1749492 scaled

Warga Protes Keras di Moment Sakral HUT RI Ke-81, Agenda Partai Perindo Masuk Upacara Penurunan Bendera di Lapangan Mini Kalabahi, Benno Minta DPRD Alor Panggil Para Pihak Terkait

Kalabahi, FKKNews.com – Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Mini Kalabahi, Senin (17/08/2026) sore, diwarnai protes keras dari salah seorang warga masyarakat Kabupaten Alor yakni Benno Karibera. Aksi protes dilakukan secara spontanitas saat hendak selaku Ketua Koordinator Aliansi Pemuda Alor Peduli Bencana Flores saat melakukan aksi penggalangan dana (Donasi) bersama para pemuda Alor di seputaran lokasi kegiatan untuk para korban bencana di Pulau Flores.

Protes tersebut sontak menarik perhatian pejabat daerah, TNI, Polri, peserta upacara, hingga masyarakat yang hadir. Persoalan mencuat ketika dalam rangkaian kegiatan penurunan Bendera Merah Putih dibacakan hasil turnamen catur yang diselenggarakan oleh Partai Perindo di Kabupaten Alor.

Pantauan wartawan media ini di lokasi, warga tersebut, Benno Karibera, secara spontan menyampaikan keberatan dengan suara tegas. Ia meminta agar kegiatan kenegaraan tidak dicampuradukkan dengan agenda partai politik.

Benno bahkan meminta kegiatan dihentikan apabila agenda partai politik benar-benar dimasukkan ke dalam rangkaian upacara penurunan bendera.

Situasi tersebut sempat membuat sejumlah aparat keamanan, TNI dan Polri, memberikan perhatian serius. Setelah dilakukan koordinasi di lokasi, penyampaian hasil kegiatan partai politik tersebut akhirnya dibatalkan. Aspirasi yang disampaikan warga kemudian didengar dan ditindaklanjuti sehingga situasi kembali kondusif.

Usai kejadian, Benno terlihat berjabat tangan dengan aparat keamanan, TNI dan Polri sembari menyampaikan apresiasi atas respons cepat dalam mengendalikan situasi.

Usai protes, Benno mengatakan protes yang disampaikannya bukan ditujukan untuk menyerang kelompok atau partai politik tertentu. Menurutnya, persoalan utamanya adalah menjaga marwah agenda kenegaraan agar tidak kehilangan makna dan kekhidmatannya.

“Saya tadi secara spontanitas protes keras sebagai warga negara Indonesia yang tidak ingin momentum Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-81, dalam proses perayaan dan penurunan Bendera Merah Putih, ada kegiatan yang seharusnya tidak boleh masuk dalam agenda kenegaraan,” ujar Benno Karibera.

Ia menilai, upacara peringatan kemerdekaan merupakan ruang bersama seluruh warga negara, sehingga semestinya tidak menjadi tempat untuk menonjolkan kepentingan organisasi maupun partai politik tertentu.

Menurut Benno, apabila kegiatan partai politik hendak dilaksanakan, seharusnya ditempatkan pada ruang dan agenda tersendiri agar tidak menimbulkan kesan bahwa momentum kenegaraan sedang dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

“Tadi itu dimasukkan kegiatan partai Perindo Kabupaten Alor, yakni hasil perlombaan atau turnamen catur yang sebelumnya diselenggarakan oleh Perindo yakni Open Turnamen Catur Perindo Alor Cup I yang dibacakan dalam proses upacara penurunan Bendera Merah Putih. Itu tidak boleh,” tegasnya.

Benno juga melontarkan kritik terhadap pemerintah daerah. Ia menilai masuknya agenda politik ke dalam rangkaian acara kenegaraan menunjukkan adanya persoalan dalam pengelolaan kegiatan yang seharusnya memiliki standar protokoler dan kehormatan tersendiri.

Ia menyebut momentum HUT Kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial. Di dalamnya terdapat simbol persatuan, penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa, serta penghargaan terhadap Merah Putih sebagai simbol negara.

Karena itu, menurutnya, setiap pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan harus memiliki kepekaan terhadap batas antara agenda kenegaraan dan agenda politik.

“Pemerintah gagal dalam mengelola hajatan kenegaraan ini, sebab itu mencederai hajatan kenegaraan. Momentum yang sangat sakral, penuh martabat bangsa dan negara ini harus dijaga,” katanya.

Lebih jauh, Benno meminta DPRD Kabupaten Alor tidak berhenti pada persoalan di lapangan, tetapi melakukan klarifikasi dan evaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami minta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Alor segera menindaklanjuti persoalan ini, memanggil pihak-pihak terkait untuk mempertanggungjawabkan apa yang mereka buat dalam perayaan HUT RI ke-81 Tahun ini,” tegasnya.

Ia kembali mengingatkan bahwa kritik tersebut merupakan bagian dari kepedulian masyarakat terhadap marwah negara.

“Kami menegaskan pemerintah dan DPRD untuk memberikan perhatian serius. Karena ini kegiatan kenegaraan, tidak boleh ada partai dari mana pun yang mengotori kegiatan yang sangat bermartabat ini,” pungkas Benno.

Benno menjelaskan bahwa peristiwa di Lapangan Mini Kalabahi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan seharusnya menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok. Di tengah perbedaan pilihan politik, Merah Putih semestinya tetap menjadi simbol yang menyatukan seluruh rakyat.

“Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan milik partai politik, bukan milik pemerintah, dan bukan milik kelompok tertentu. Ia adalah milik seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Usai upacara disisi lain dalam postingan salah satu kreator di akun Facebooknya Alor Vibes menuliskan Penyerahan Hadiah Kepada Juara Open Turnamen Catur Perindo Alor Cup 2026.

Malam Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-81 di Rumah Jabatan Bupati Alor berlangsung hangat dan penuh khidmat. Suasana gemerlap kebersamaan makin terasa ketika Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan hangat sebelum menyerahkan hadiah kepada para juara turnamen catur. Dalam momen istimewa tersebut, Rocky Winaryo menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah konsisten memupuk bibit-bibit atlet dan memajukan olahraga di Kabupaten Alor.

Apresiasi tersebut menjadi puncak dari kemeriahan Open Turnamen Catur Perindo Alor  Cup I yang sukses dihelat di Kantor DPD Perindo Kabupaten Alor pada 29 Juli hingga 1 Agustus 2026. Berkolaborasi dengan Pemda dan KONI Alor, ajang adu ketangkasan berpikir ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Sekda Alor, Rasyid Mirane. Sebanyak 40 pecatur berbakat dari berbagai sudut Alor turun gunung, bertarung sengit di atas papan 64 kotak untuk memperebutkan gelar terbaik.

Setelah melalui pertarungan taktik yang menegangkan, lima pecatur tangguh berhasil keluar sebagai pemenang:

Juara 1: Amin Juru
Juara 2: Baros
Juara 3: Dominggus B. Dede
Juara 4: Acit Gorang
Juara 5: Dominggus Lau

Selain piala dan piagam penghargaan, penyerahan hadiah pada ajang kenegaraan ini menjadi bentuk penghormatan tertinggi atas kerja keras para peserta. Ketua DPD Perindo Kabupaten Alor, Robinson Bukang, menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya pamer hobi, ini menjadi wadah menyaring bibit unggul menuju tingkat provinsi dan nasional. (FKK/Eka Blegur).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *