Kupang, FKKNews.com – Shalom Sahabat sepelayanan selamat menikmati pemeliharaan Tuhan dan selamat mempersiapkan ibadat Minggu 23 November 2025 Bagi semua sahabat terkasih, mari kita saling melengkapi dalam menyiapkan bacaan bersama umat. Salam dan doa beserta dari Pendeta Desiana Rondo Effendy M.Th dari GMIT Moria Liliba, Klasis, Kota Kupang Timur, Sabtu (22/10/2025).
Tama : Yesus Sang Raja Yang Maha Mulia
Bacaan : 2 Petrus 1:16-21
Pengantar
Beberapa orang menafsir alkitab secara bebas (=sesuka hati mereka) agar sesuai dengan kehendak mereka. mereka menganggap karena orang Kristen hidup di bawah kasih karunia ” kharis” anugerah dan dalam pengampunan Tuhan maka orang Kristen bebas melakukan apa saja menurut kehendaknya untuk memenuhi keinginannya.
Pemahaman yang salah ini membuat mereka jatuh lagi ke dalam dosa, hawa nafsu.Nubuat dan pengharapan akan kedatangan Tuhan Yesus bukan cerita dongeng tetapi sejarah iman yang di tuliskan dalam Kitab Suci bukan oleh kehendak manusia. Tetapi Roh Kudus yang menterjemahkannya bagi orang percaya.
Kita adalah pelaku sejarah yang menuliskan cerita hidup kita sebagai pengalaman hidup beriman bersama Kristus. Menuliskan di loh hati kita sejarah hidup beriman dalam kesaksian hidup dari generasi ke generasi.
Penjelasan Teks
Ayat 16-18: penulis menyebut dirinya sebagai saksi mata (= ia melihat sendiri peristiwa yang hendak ia tulis di sini) dan saksi telinga (ia mendengar sendiri suara yang ia dengar).
Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan. Kami diteguhkan oleh kesaksian Firman .
Atas dasar itu penulis mengatakan bahwa kedatangan Yesus yang kedua adalah sangat pasti. Tidak perlu diragukan.
Kedatangan Yesus dalam kemuliaan, telah ia saksikan secara langsung sebelum kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke sorga.
Dalam hal ini penulis merujuk kepada penampakan Yesus Kristus penuh kemuliaan ketika Ia berbicara dengan Musa dan Elia (Mat 17:1-8; Mark 9:2-8 dan Luks 9:28-36).
Walau penampakan Yesus dalam kemuliaan yang penulis saksikan itu hanya sesaat, tetapi hal itu cukup sebagai jaminan atas sejarah dan nubuat yang dituliskan dalam Kitab Suci.
Ayat 19-21: Istilah epilisis di akhir ayat 20 adalah istilah teknis yang merujuk bukan pada tulisan, melainkan pada tugas “membuka”, “menguraikan”, atau “menjelaskan” suatu teks tertulis, sebagaimana yang telah ditangkap secara akurat oleh terjemahan “penafsiran”. Dengan demikian, ini berarti bahwa sekali lagi (seperti dalam ayat 19) rujukan kepada “nubuat Kitab Suci” bukanlah pada “tulisan” melainkan pada karunia untuk “membuka” dan memberi kesaksian secara jelas dan akurat tentang pesan Kitab Suci.
Kitab suci tidak boleh ditafsir sesuai kehendak manusia. Tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia tetapi oleh dorongan Roh Kudus.
Kita diundang untuk percaya, dan memang itulah janjinya, bahwa kuasa dan otoritas pada akhirnya ada di dalam Allah.
Roh Kudus terus bekerja di antara kita. Dalam hadirat Roh Kudus, Yesus yang dimuliakan di atas gunung dihadirkan di antara kita, karunia bernubuat untuk menafsirkan Kitab Suci dengan setia, terus bersaksi dan melayani.
Refleksi dan Aplikasi
Cerita hidupmu bukanlah dongeng tetapi sejarah hidup beriman bersama Tuhan.
Kita adalah anak yang dilahirkan dalam kerahiman Allah. Kita tahu darimana kita berasal dan kemana kita akan pulang.
Itulah otoritas dan kuasa Allah. Sepanjang jalan Tuhan pimpin itu cukup bagiku.
Hidup dalam sejarah mengingatkan kita dari mana asal kita dan Yesus hadir dalam sejarah hidup beriman setiap orang percaya.
Tuhan Yesus Memberkati.(FKK03)












































