Kupang, FKKNews.com – Shalom Sahabat sepelayanan selamat menikmati pemeliharaan Tuhan dan selamat mempersiapkan ibadat Minggu 14 September 2025 Bagi semua sahabat terkasih, mari kita saling melengkapi dalam menyiapkan bacaan bersama umat. Salam dan doa beserta dari Pendeta Desiana Rondo Effendy M.Th dari GMIT Moria Liliba, Klasis, Kota Kupang Timur, Sabtu (13/9/2025)
Bacaan : Yohanes 9 :1-12
Tema : “Yesus untuk Orang-Orang Disabilitas”
Pengantar
Apa itu orang orang disabilitas? Disabilitas adalah keterbatasan fisik, mental, intelektual, dan/atau sensorik yang bersifat jangka panjang dan dapat menyebabkan hambatan serta kesulitan bagi seseorang untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dalam masyarakat, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Keterbatasan ini dapat berupa gangguan pada struktur atau fungsi tubuh, serta pembatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
Yesus ada untuk orang orang disabilitas, Yesus ada untuk orang berdosa dan menceikkan mata hati dan mata iman kita yang buta, hilang, bercela. OlehNya aku sembuh.
Ilustrasi lagu ” Amazing Grace,” memiliki baris penting dari bacaan Injil ini: ” Dulu aku buta, tetapi sekarang aku melihat .”
Patut diingat kisah di balik himne ini dan pengarangnya, John Newton. Newton lahir di London pada tahun 1725, putra seorang nakhoda kapal. Ia sendiri menjadi pelaut niaga, dan akhirnya menjadi kapten kapal budak dan bahkan seorang investor dalam perdagangan budak. Saat badai di laut, Newton mengalami pertobatan rohani. Ia mulai membaca Alkitab dan menjalani kehidupan Kristen yang taat.
Newton pernah berkata, “ Ingatanku hampir hilang, tetapi aku ingat dua hal: Bahwa aku adalah orang berdosa besar dan bahwa Kristus adalah Juruselamat yang agung! ”
Kasih karunia Tuhan yang luar biasa telah membuka mata Newton, dan hidupnya berubah selamanya.
Penjelasan Teks
jika seseorang dilahirkan dengan keadaan buta di dalam bacaan hari ini, apakah ini berarti akibat dosa? Bagaimana mungkin dia dihukum jika kebutaan itu dialami sejak lahir? Apakah berarti orang buta ini terkena hukuman karena dosa orang tuanya?
Di dalam ayat 3, Yesus memberikan penjelasan yang berbeda. Orang buta ini tidak sedang mengalami hukuman dosa, baik itu dosanya sendiri ataupun dosa orang tuanya.
Tidak semua penyakit terjadi karena hukuman Tuhan.Demikian juga kebutaan orang dalam pembahasan ini. Dia buta karena Tuhan mau menyatakan pekerjaan-Nya di dalam Dia. Apakah yang Tuhan kerjakan?
Ayat 4 mengatakan bahwa pekerjaan-pekerjaan Tuhan harus dilakukan selama masih siang.
Yang Yesus maksudkan di dalam ayat ini adalah bahwa tidak seorang pun dapat mengerjakan pekerjaan ini tanpa Dia.
Dia adalah terang dunia. Dialah yang memberikan cahaya bagi dunia ini sehingga pekerjaan Tuhan memanggil umat-Nya.
Tanpa terang, maka kegelapan menguasai dunia. Yesus adalah terang dunia. Melalui Dialah Allah melakukan pekerjaan memanggil umat-Nya.
Kita hidup di tengah-tengah kegelapan. Tetapi, walaupun kita buta dan hidup di dalam kegelapan, Tuhan memanggil kita. Dia memberikan terang-Nya dengan datang ke dunia yang gelap (Yoh. 1:4, 5, 7).
Dia bukan saja memberikan terang, Dia juga mencelikkan mata kita yang buta.
Dalam ayat 6 dikatakan bahwa Yesus meludah ke tanah dan membuat adukan dari ludah dan tanah itu.
Orang-orang Yahudi percaya bahwa ludah dan darah adalah hal-hal yang najis jika dikeluarkan dari tubuh manusia. Tetapi Yesus justru menggunakan ludah-Nya untuk membuat adukan dari tanah. Ini merupakan suatu simbol penciptaan kembali ( creation).
Hal yang dianggap najis dijadikan sesuatu yang memberikan penglihatan kepada orang buta itu.
Yesus sedang menyatakan bahwa Dialah yang memanggil umat-Nya dengan menjadikan mereka ciptaan yang baru. mata orang buta ini, yang sejak lahir tidak pernah berfungsi sama sekali.
Mata orang buta ini perlu diciptakan kembali. Dia tidak bisa disembuhkan karena belum pernah berfungsi. Demikian juga kita perlu diciptakan kembali karena kita belum pernah berfungsi sebagaimana seharusnya.
Hal yang dianggap najis oleh orang banyak justru menjadi tanda yang sangat mulia. Yesus mengerjakan penciptaan kembali.
ayat 7 dikatakan bahwa orang buta itu tidak langsung melihat setelah Yesus mengoleskan adukan tanah dan ludah.
Dia harus membasuh diri di kolam Siloam. Ada pekerjaan yg harus dilakukan olehnya.
Pembasuhan ini menjadi lambang pengudusan, sekaligus menunjukkan iman dari orang buta yang disembuhkan itu. Dia tidak langsung mendapatkan penglihatannya, tetapi dia harus berjalan ke kolam Siloam. Jika dia percaya dan melaksanakan perintah maka ia akan melihat, memperoleh penglihatan yang seumur hidup belum pernah dia miliki. Tetapi jika dia tidak percaya, dia mengabaikan perintah Dia akan lebih memilih dapat sedekah seumur hidupnya karena cacat permanen.
Refleksi dan Aplikasi
Bacaan hari ini menunjukkan 2 pesan penting :
1. orang itu memperoleh penglihatan
2. Orang itu juga memperoleh iman.
Dia benar-benar menjadi umat Tuhan yang percaya kepada Terang dunia, yaitu Yesus Kristus.
Dia benar-benar mendapatkan penglihatan pada mata hati dan mata imannya.
Yesus bukan hanya menyembuhkan mata yang sakit, tetapi Dia memberikan penglihatan kepada mata yang buta.Kita semua diampuni.
Kita semua ditebus. kita diingatkan hari ini bahwa ada satu hal yang kita ketahui, adalah bahwa kita pernah buta, sekarang kita melihat. kita diciptakan kembali oleh Allah untuk melakukan pekerjaan Allah. Selamat melayani . Tuhan Yesus Memberkati . Salam dan doa. Pdt desi rondo.(FKK03)















































