Kupang, FKKNews.com – Sebanyak 12 Pusat Pengembangan Anak (PPA) yang tergabung dalam Klaster Kupang Semau sukses menyelenggarakan Festival Taman Budaya Flobamora di Taman Budaya Kupang, mulai pukul 11.00 hingga 20.00 WITA, Minggu (5/10/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 peserta, terdiri dari anak-anak PPA dan masyarakat umum. Festival ini menjadi ruang perjumpaan dan perayaan budaya Nusa Tenggara Timur yang menampilkan tarian tradisional, kreativitas budaya dan tenunan, serta aneka makanan khas daerah dari berbagai kabupaten di NTT.
Dalam suasana penuh semangat dan warna-warni budaya, anak-anak PPA menunjukkan kebanggaan mereka terhadap warisan budaya daerah, sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai persaudaraan dan kreativitas lintas generasi.
Mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Bapak Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., hadir dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa “pendidikan adalah senjata yang paling ampuh dalam menyambut NTT Emas 2045.”
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT sangat mendukung kegiatan kebudayaan yang digerakkan oleh berbagai pihak, termasuk gereja, dan berharap agar kegiatan serupa dapat terus memanfaatkan fasilitas pemerintah seperti UPTD Taman Budaya.
“Semua anak Indonesia yang baik harus terlebih dahulu menjadi anak Semau yang baik, menjadi anak Kupang yang baik, menjadi anak gereja yang baik, anak NTT yang baik, baru kemudian menjadi anak Indonesia yang baik,” ujar Ambrosius Kodo di hadapan para peserta.
Mewakili Bupati Kupang, Bapak Kain Maus, S.Pd., M.Si., juga menyampaikan apresiasi dan dukungan atas inisiatif luar biasa ini.
“Pemerintah Kabupaten Kupang sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan hari ini karena berhasil menghadirkan keragaman budaya, termasuk budaya Semau yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, Jibrael Mbuik, selaku Ketua Panitia sekaligus Ketua Dewan Anak Klaster Kupang Semau, menyampaikan terima kasih atas konsistensi dan dukungan dari 12 gereja PPA yang bernaung di bawah empat sinode berbeda: GMIT, GMMI, GBI, dan GKPB MDC.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan dari semua pihak sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Festival ini menjadi bukti nyata bahwa anak-anak NTT mampu berkarya dan mencintai budayanya,” ujar Jibrael.
Mewakili lebih dari 4.000 anak PPA di Klaster Kupang Semau, Jibrael berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin agar semakin banyak anak-anak yang bangga dan mencintai budaya NTT.
Sebagai puncak acara, seluruh peserta dan undangan bersama-sama mengucapkan Pernyataan Komitmen Perlindungan Anak, sebagai simbol tekad bersama menuju Nusa Tenggara Timur yang Ramah Terhadap Anak.(*FKK03)












































