Kefamenanu, FKKNews.com – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bekerja sama dengan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) TTU menggelar kegiatan edukasi, pembibitan, dan penanaman bambu sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan sumber air.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (7–9/3/2026) di Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu. Program ini menjadi wadah pembelajaran bagi kader GAMKI untuk memahami manfaat bambu bagi lingkungan sekaligus mempraktikkan teknik pembibitan secara langsung.
Koordinator Kabupaten YBLL TTU, Ikerniaty Sandili, mengatakan bahwa lembaganya sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai komunitas maupun organisasi yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
“Kami senang jika ada inisiatif dari komunitas atau desa untuk berbagi pengetahuan tentang bambu dan belajar bersama,” ujar Ikerniaty.
Menurut perempuan yang akrab disapa Ike tersebut, kegiatan ini dimulai dari diskusi mengenai manfaat bambu, kemudian dilanjutkan dengan praktik pembibitan hingga rencana penanaman sebagai langkah jangka panjang dalam menjaga kelestarian alam dan ketersediaan air.
“Kita mulai dengan diskusi, lalu pembibitan, dan nantinya dilanjutkan dengan penanaman. Harapannya bibit bambu yang dihasilkan dapat dirawat, disulam jika ada yang mati, dan kemudian ditanam secara lebih luas,” jelasnya.
Ia juga mendorong kader GAMKI untuk terus mengeksplorasi berbagai jenis bambu lain yang dapat dibudidayakan, tidak hanya jenis bambu pering yang digunakan dalam kegiatan pelatihan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Cabang GAMKI TTU, Ayubruhari Udju Dima, menyampaikan apresiasi kepada YBLL TTU atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan kepada para kader GAMKI.
Menurutnya, kegiatan pembibitan dan penanaman bambu ini merupakan bagian dari program kerja DPC GAMKI TTU periode 2025–2028, sekaligus menjadi semangat dasar pergerakan organisasi dalam melaksanakan aksi nyata di tengah gereja dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut. Melalui pembibitan bambu, kader GAMKI bisa mengembangkan kegiatan ini secara mandiri sehingga bermanfaat bagi gereja dan masyarakat, seperti menyuburkan tanah, menjaga ketersediaan air, serta mengantisipasi potensi longsor,” ujar Ayub.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta berhasil melakukan praktik pembibitan dengan 100 stek cabang bambu dan 14 stek lonjor atau anakan bambu. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari anggota GAMKI Kabupaten TTU.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan gerakan pembibitan dan penanaman bambu dapat terus berkembang serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber air di Kabupaten Timor Tengah Utara. (*/FKK)















































