Seba, FKKNews.com – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menyambut baik rencana rehabilitasi dan pengembangan sejumlah pelabuhan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam dua tahun ke depan.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Wakil Bupati Thobias Uly dengan Plt. Kepala UPP Kelas III Seba, Frenki Syamsi, S.Akun, bersama jajaran, di ruang kerja Wakil Bupati, Rabu (25/02/2026).
Rehabilitasi Pelabuhan Biu Tahun 2026
Dalam pemaparannya, Plt. Kepala UPP Kelas III Seba menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pemerintah pusat akan menggelontorkan anggaran APBN sebesar Rp28 miliar untuk merehabilitasi Pelabuhan Biu.
Pekerjaan yang akan dilakukan meliputi, Pengerasan area penumpukan menggunakan rigid beton, Perbaikan causeway, Peningkatan sistem penerangan pelabuhan.
Rehabilitasi ini bertujuan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pelayanan bagi masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
2027 Pengembangan Pelabuhan Seba dan Raijua
Tidak hanya di Biu, pada tahun 2027 dua pelabuhan lainnya juga masuk dalam rencana pengembangan, yakni Pelabuhan Seba akan dikembangkan dengan pembangunan lapangan penumpukan peti kemas (container yard).
Pelabuhan Raijua akan direhabilitasi, khususnya pada bagian dermaga lama.
Kedua proyek tersebut direncanakan menggunakan skema pembiayaan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) dengan total nilai usulan mencapai Rp25 miliar.
Aspirasi Kapal Pelni dan Studi Lingkungan
Dalam kesempatan itu, Plt. Kepala UPP Kelas III Seba juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pengaktifan kembali trayek PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) agar kembali melayani rute ke Sabu Raijua.
Selain itu, pihak UPP meminta dukungan pemerintah daerah untuk memperlancar proses studi lingkungan (UKL-UPL) Pelabuhan Seba yang saat ini sedang dalam tahap penapisan di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTT.
Pemda Dukung Penuh
Menanggapi rencana tersebut, Wakil Bupati Thobias Uly menegaskan bahwa Pemerintah Daerah mendukung penuh setiap proses pembangunan yang dilakukan Kementerian Perhubungan.
“Pemda Sabu Raijua berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan RI yang telah melakukan pengembangan dermaga dan fasilitas Pelabuhan Biu. Ini adalah wujud kehadiran negara untuk memudahkan akses transportasi masyarakat kami,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan infrastruktur pelabuhan sangat penting bagi daerah kepulauan seperti Sabu Raijua, tidak hanya untuk menjamin keselamatan pelayaran, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, distribusi barang, dan mobilitas masyarakat.
Dengan adanya rehabilitasi dan pengembangan ini, diharapkan konektivitas laut di wilayah Sabu Raijua semakin kuat dan mampu mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. (PKP/FKK)















































